Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?

Pages

Gubernur Riau Bantu Korban Gempa & Tsunami Aceh

Written By Syafrein Effendiuz on 12/31/04 | Friday, December 31, 2004

Metro Pekanbaru
Jum'at, 31 Desember 2004 08:20
Gubri Serahkan Bantuan Rp1 Miliar

PEKANBARU - Gubernur Riau HM Rusli Zainal, kemarin, menyerahkan langsung bantuan berupa uang tunai sebesar Rp1 miliar ditambah bantuan berupa makanan dan obat-obatan untuk korban gempa dan tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Bantuan itu diterima secara simbolis oleh Wakil Gubernur NAD H Azwar Abu Bakar, di Pangkalan Udara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh

“Jumlah bantuan yang akan kita salurkan untuk korban gempa dan tsunami ini sekitar Rp2 miliar, termasuk makanan dan obat-obatan yang nantinya akan kita distribusikan ke Aceh bekerja sama dengan TNI AU, menggunakan pesawat Hercules,” kata Gubri HM Rusli Zainal kepada wartawan usai menyerahkan bantuan.

Gubri dan istri Dra Hj Septina Primawati Rusli serta rombongan tiba di pangkalan Udara Sultan Iskandar Muda Aceh sekitar pukul 10.40 WIB, setelah bertolak dari Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru pukul 8.25 WIB, menggunakan Riau Air Lines (RAL)

Turut bersama rombongan Gubri, Wakil Gubernur Riau H Wan Abu Bakar, MS, Ketua DPRD Riau drh H Chaidir, MM, Wakil Ketua DPRD Drs H Djuharman Arifin, Apt, Asisten III Dra Hj Tiolina Pangaribuan, Kepala BKS Riau Drs T Fadil Jaafar, Direktur RSUD dr H Taswin Yacob, Ketua PMI Riau H Tengku Lukman Jaafar dan Kepala Biro Kesra h Nazaruddin, SH,MH

Dikatakan Gubri, selain menyerahkan bantuan uang tunai, makanan dan obat-obatan, pihkanya juga mengirim 4 dokter, 4 perawat, 1 unit ambulance dan 30 anggota Satuan Polisi Pamong Praja. “Kita juga berharap kepada masyarakat Riau untuk terus memberikan bantuan, karena kondisi masyarakat Aceh pasca bencana sangat membutuhkan bantuan,” ujar Gubri

Sementara itu Direktur RSUD Pekanbaru dr Taswin Yakob menjelaskan, 8 tenaga medis yang tergabung dalam tim Brigade Siaga Bencana (BSB) akan ditugaskan selama seminggu yang akan diperbantukan di Sigli. Setelah seminggu tim tersebut akan diganti dengan tim yang baru.

Keempat dokter yang dikirim adalah dr Kisman (ahli bedah tulang), dr Mardiansyah (dokter umum), dr Yuswita (umum) dan dr Ina Ferida (umum).

“Selain tenaga medis, juga dikirimkan obat-obatan dari RSUD Pekanbaru sebanyak 3 koli dan bantuan dari Diskes Riau sebanyak 3 koli serta bantuan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Pekanbaru sebanyak Rp10 juta,” terang Taswin.

Gubri dan Rombongan, usai menyerahkan bantuan, berkesempatan megunjungi korban gempa di Kota Banda Aceh, menggunakan bus.

Berdasarkan pantauan, hingga kemarin Kota Banda Aceh masih lumpuh. Yang terlihat hanya aktivitas sejumlah aparat TNI dan kepolisian bersama warga mengevakuasi mayat. Beberapa unit eskavator tampak pula membersihkan reruntuhan bangunan

Warga tampak berkumpul di tenda-tenda darurat, masjid dan gedung-gedung sekolah. Di berbagai tempat sejumlah aparat terlihat sibuk menguburkan mayat yang telah membusuk secara massal .(zw)

Friday, December 31, 2004 | 0 comments

MEDIA NUSANTARA

Friday, December 31, 2004 | 0 comments

Antartika Ekspedisi Solo: Ekspedisi 22 hari berjaya


Antartika Ekspedisi Solo: Ekspedisi 22 hari berjaya
KUALA LUMPUR: Datin Paduka Sharifah Mazlina Syed Abdul Kadir yang memulakan ekspedisi untuk menjadi wanita Asia pertama merentasi Antartika secara solo 8 Disember lalu, berjaya melepasi garisan penamat di Hercules Inlet pada jam 10.45 malam kelmarin.
Menerusi e-mel dua perenggan yang dihantarnya kepada Berita Harian menerusi wakilnya di sini, malam tadi, beliau kini menanti kem pangkalan untuk memaklumkannya mengenai masa untuk dibawa pulang ke Patriot Hills.

Beliau dijangka diterbangkan kembali ke Punta Arenas pada 4 Januari ini.

Sharifah Mazlina memulakan ekspedisi dengan kaedah ski sailing secara solo tepat jam 8 pagi waktu Malaysia dengan azam dan semangat kental mengharumkan nama negara.

Sebelum itu, Pensyarah Psikologi Sukan, Fakulti Sukan dan Rekreasi Universiti Teknologi Mara (UiTM) berusia 39 tahun itu menanam kapsul masa yang mengandungi amanat Perdana Menteri, Datuk Seri Abdullah Ahmad Badawi.

Kapsul masa itu diserahkan Abdullah kepada Sharifah Mazlina di Santiago, Chile, ketika Perdana Menteri menghadiri Sidang Kemuncak Apec, akhir November lalu.

Ia diharapkan akan dibawa pulang oleh generasi muda Malaysia pada 2020.

Sepanjang perjalanannya, beliau menghadapi pelbagai cabaran terutama angin kencang dari arah bertentangan atau ketiadaan angin langsung.

Pada perjalanan hari kesembilan, misalnya, Sharifah Mazlina memulakan pengembaraannya walaupun dalam

keadaan hidung berdarah kerana cuaca terlampau sejuk dan hanya berhenti rehat pada jam 2 petang untuk makan tengah hari selama setengah jam.

Pada satu ketika, beliau terpaksa menukar layar daripada saiz 27 kepada 10 ketika menempuh ribut salji dan angin kencang. Malah, kerosakan pada kereta luncur salji dan rintangan cuaca buruk juga tidak mematahkan semangat beliau untuk meneruskan cabaran.

Pada hari ke-12, beliau meneruskan perjalanan tanpa henti selama lapan jam dalam keadaan lutut dan buku lali yang tercedera, dalam menjayakan misinya.

Bagaimanapun, sepanjang pengembaraannya, beliau turut menyaksikan pelbagai perkara menarik, antaranya objek seakan-akan belon berwarna putih di udara, selain merakamkan gambar pemandangan Gunung Theil selepas mendirikan khemah bersebelahan.

Menerusi e-melnya sebelum ini, Sharifah Mazlina juga berkata, walaupun sudah muak dengan makanan paket, beliau menggagahkan diri menghadapi situasi itu menggunakan formula psikologi ciptaan sendiri.

Beliau amat merindui nasi lemak panas, nasi putih berlauk ikan parang asam pedas dan ulam-ulaman, malah mandi air panas
Friday, December 31, 2004 | 0 comments

FWD: Indonesia quake toll leaps to more than 27,000

Written By Syafrein Effendiuz on 12/29/04 | Wednesday, December 29, 2004

***************************Advertisement***************************
TechCentral
http://star-techcentral.com

*****************************************************************
This message was forwarded to you by dompas@gmail.com.

Comment from sender:


This article is from The Star Online (http://thestar.com.my)
URL: http://thestar.com.my/news/story.asp?file=/2004/12/29/asia/9769828&sec=asia

__________________________________________________________________________

Wednesday December 29, 2004
Indonesia quake toll leaps to more than 27,000


BANDA ACEH (Indonesia): Indonesia's death toll leapt to more than 27,000 Tuesday as desperate SOS calls came from an obliterated coastline.

Great tracts of land remained under surging tides on the northwest tip of Sumatra island, 150km from the epicentre of the natural disaster which has claimed more than 55,000 lives, half of them in Indonesia.

As night fell three full days after the quake there was still no contact with many parts of the worst-affected area. Officials predicted the death toll could even triple as the full picture becomes clear.

A frantic appeal from what remained of the main west coast town of Meulaboh warned that looting was breaking out and starvation loomed for the few survivors unless aid was swiftly despatched.

But blocked roads, collapsed bridges, treacherous seas and fuel and vehicle shortages hampered relief efforts.

Indonesia's health ministry said in a statement yesterday that the toll had reached 27,174 as the dead were counted in Banda Aceh and the western areas of Meulaboh and Aceh Jaya.

There were apocalyptic scenes in the northernmost city of Banda Aceh where the stench of death hung over the rubble of demolished houses as survivors from Sunday's earthquake and tidal wave struggled to dig graves in tropical heat.

After returning from a reconnaissance flight over Meulaboh and nearby islands, Vice President Yusuf Kalla told journalists there appeared to be no sign of life in the town, which was home to 40,000 people. – AFP



__________________________________________________________________________
Your one-stop information portal:
The Star Online
http://thestar.com.my
http://biz.thestar.com.my
http://classifieds.thestar.com.my
http://cards.thestar.com.my
http://search.thestar.com.my
http://star-motoring.com
http://star-space.com
http://star-jobs.com
http://star-ecentral.com
http://star-techcentral.com

Copyright © 1995-2004 Star Publications (Malaysia) Bhd. All rights reserved. Reproduction in whole or in part in any form or medium without express written permission of Star Publications is prohibited.


Wednesday, December 29, 2004 | 0 comments

Suasana kota Meulaboh yang 80 persen kondisi bangunannya hampir rata dengan tanah(ft/afp)
Wednesday, December 29, 2004 | 0 comments

[Republika Online] Presiden Umumkan Hari Berkabung Nasional

Written By Syafrein Effendiuz on 12/27/04 | Monday, December 27, 2004

Republika Online : http://www.republika.co.id
27 Desember 2004  8:10:00
Presiden Umumkan Hari Berkabung Nasional

Jakarta-RoL-- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Jayapura, Senin, mengumumkan Hari Berkabung Nasional menyusul terjadinya gempa yang menyebabkan tsunami di Nangroe Aceh Darusslam (NAD) dan Sumatera Utara (Sumut) yang menyebabkan ribuan orang tewas.


"Mengingat besarnya korban jiwa dan skalanya, maka saya tetapkan sebagai Hari Berkabung Nasional selama tiga hari. Kita akan menaikkan bendera setengah tiang," kata Presiden kepada pers sesaat sebelum meninggalkan Jayapura menuju Lokseumawe dan Medan untuk meninjau langsung daerah bencana di dua provinsi itu.


Penetapan Hari Berkabung Nasional itu dilakukannya satu hari setelah Kepala Negara menetapkan bencana alam di kedua provisni itu sebagai bencana nasional.


Presiden kembali mengimbau kepedulian seluruh rakyat Indonesia untuk membantu para korban bencana alam di NAD, Sumut dan daerah lain yang juga tertimpa bencana.


"Mari kita bekerja untuk meringankan beban saudara-saudara kita seperti Nabire, Alor dan daerah bencana sekarang ini," kata Presiden.


Kepala Negara juga menyatakan harapannya agar bangsa Indonesia, terutama mereka yang terkena bencana agar dapat menghadapi musibah itu dengan kuat, sabar, gigih dan tetap dalam kebersamaan.


Presiden, Senin, langsung berangkat menuju NAD dan Sumut dari Jayapura, Papua untuk meninjau secara langsung kondisi lapangan menyusul terjadinya gempa yang disertai tsunami yang telah menewaskan ribuan warga di kedua wilayah itu.


"Sambil memastikan bahwa sistem nasional kita berjalan, maka kami putuskan untuk membatalkan kunjungan ke Ambon. Saya juga tidak akan kembali ke Jakarta dulu. Saya akan langsung menunju ke daerah bencana, Medan dan Aceh," kata Presiden.


Kepala negara dan rombongan meninggalkan Jayapura pukul 08.20 WIT dilepas oleh Gubernur Papua J.P. Salosa dan jajaran muspidanya.


Menurut Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi rombongan berangkat menuju Lhokseumawe dan Medan melalui Makassar dan Batam. ant/fif




Berita ini dikirim melalui Republika Online http://www.republika.co.id
Berita bisa dilihat di : http://www.republika.co.id/asp/koran_detail.asp?id=182243&kat_id=23
Monday, December 27, 2004 | 0 comments

[Republika Online] Ibukota Maladewa Hancur

Republika Online : http://www.republika.co.id
27 Desember 2004  8:14:00
Ibukota Maladewa Hancur

New Delhi-RoL-- Negara kecil Maladewa di tengah Samudera Hindia menjadi salah satu korban terparah hantaman gelombang Tsunami, Ahad(26/12), dengan dua pertiga ibukotanya, Male, hancur total.


Kantor berita India, PTI, Senin melaporkan, PM India Manmohan
Singh, telah menawarkan pemberian bantuan apapun kepada negara itu saat berbicara lewat telepon dengan Presiden Maladewa Maumoon Abdul Gayoom.


Gelombang pasang raksasa menerjang ke atas wilayah daratan Male, selain menyapu sejumlah pulau kecil di negara yang terpencil di tengah samudera luas tersebut. Belum ada laporan mengenai angka korban.


Selain kepada Maladewa, PM India tersebut menawarkan pula bantuan kepada negara-negara lain yang juga terserang bencana alam gelombang yang ditimbulkan oleh gempa bumi yang terjadi di bawah laut di dekat Meulaboh, Aceh.


Negara-negara yang ditawari bantuan oleh New Delhi itu adalah Indonesia, Sri Lanka dan Thailand. Bantuan ditawarkan secara tertulis lewat surat kepada masing-masing kepala negara, demikian  PTI.


"Saya telah mengirimkan pesan simpati kepada presiden-presiden Maladewa, Indonesia, Sri Lanka dan kepada PM Thailand," kata PM Singh.


"India siap membantu negara-negara sahabat ini, jika sekiranya bantuan kami diperlukan," kata pemimpin India tersebut sebagaimana dikutip PTI. ant/fif




Berita ini dikirim melalui Republika Online http://www.republika.co.id
Berita bisa dilihat di : http://www.republika.co.id/asp/koran_detail.asp?id=182244&kat_id=248
Monday, December 27, 2004 | 0 comments

Asia quake death toll near 12,000 CHENNAI, India (CNN) -- As dawn broke Monday across the Bay of Bengal, countries struck by tsunamis in the wake of the most powerful earthquake the planet has seen in 40 years focused on relief and rescue efforts, and said the death toll from the giant waves -- already nearing 12,000 -- is expected to rise further. The tsunamis also left thousands injured, thousands missing and hundreds of thousands homeless in Indonesia, India, Sri Lanka and Thailand. Some of the tsunamis reached as far as 1,600 kilometers (91,000 miles) from the epicenter of the 9.0 magnitude quake, which was located about 160 kilometers (100 miles) off the coast of Indonesia's Sumatra Island at a depth of about 10 kilometers (6.2 miles). The quake struck about 7 a.m. Sunday (midnight GMT Saturday), according to the U.S. Geological Survey's National Earthquake Center. It is the fourth-largest earthquake since such measurements began in 1899, according to the NEIC, tying with a 1952 quake in Kamchatka, Russia. More than 4,500 people have been reported dead in Sri Lanka. Most of them, authorities said, were in the eastern district of Batticaloa. Thousands were missing and more than a half million displaced. In southern Sri Lanka, 200 prisoners escaped when the waves swept away a high-security prison in Matara. Witnesses in the eastern Sri Lankan port city Trincomalee reported 14 meter (40-foot) waves hitting inland as far as a kilometer (0.6 miles). The Sri Lankan government declared a state of emergency, and, along with the government of the Maldives, has requested international assistance, the United Nations' Office for the Coordination of Humanitarian Affairs reported. The United Nations has warned of epidemics within days unless health systems in the affected areas can cope. "This may be the worst natural disaster in recent history because it is affecting so many heavily populated coastal areas ... so many vulnerable communities," the U.N.'s Emergency Relief Coordinator Jan Egeland told CNN. (Full story ) As the sun rose, 20,000 Sri Lankan soldiers and naval personnel launched relief and rescue efforts. India sent six warships, carrying supplies, along with helicopters. Priorities including identifying the hardest-hit areas and air-dropping supplies, along with shepherding stranded people to safer areas. Sri Lankan authorities imposed a curfew overnight, and many residents remained concerned about the possibility of additional tsunamis. The country has been in the throes of a civil war, and land mines uprooted by the waves were hampering relief efforts. Some tourists, meanwhile, had been evacuated from the hard-hit eastern coasts to the capital, Colombo, on the west coast and unaffected. At first light, many Sri Lankans ventured out to scour the debris for belongings or to search for information on missing family members. Although India was giving aid to Sri Lanka, that country also was reeling from the aftermath of the quake and tsunamis. Indian officials said at least 2,300 Indians were killed, and more bodies were being recovered. A resident of Chennai (formerly Madras) in Tamil Nadu district -- India's hardest-hit area -- said he saw several people being swept out to sea. Along India's southeastern coast, several villages appeared to have been swept away, and thousands of fishermen -- including 2,000 from the Chennai area alone -- who were at sea when the waves thundered ashore have not returned. (Full story ) Along the coast, brick foundations were all that remained of village homes. In Tamil Nadu state, 1,725 people have been confirmed dead, and officials feared many more died on the remote Andaman and Nicobar islands, where dozens of aftershocks were centered, but communication with the mainland was cut off. Efforts to provide survivors with food and shelter were hampered by the overwhelming magnitude of the damage. Thai authorities said more than 400 people are dead, and hundreds are missing. One witness said Phuket's famed Laguna Beach resort area is "completely gone." The area provided 40 percent of Thailand's $10 billion annual income from tourism. Among the missing were scuba divers who had been exploring the Emerald Cave off Phuket's coast. Phuket's airport -- which closed when its runways flooded -- reopened, but most roads in the area remained closed, as officials tried to assess the damage. Thai Prime Minister Thaksin Shinawatra arrived in Phuket and declared the situation "under control." He told CNN he planned to direct rescue and relief efforts overnight. Witnesses reported guests drowned in their hotel rooms near the coast as 10 meter (30-foot) waves washed ashore. Others reported narrow escapes -- including a Spaniard who had been aboard a boat when the wave approached. The captain began screaming and turned the boat directly into a nearby shore, where he beached it. As those aboard jumped from the craft and scrambled up the steep beach, they turned back to see the waves crush their boat, the Spaniard said. Communication difficulties More than 500 people have been confirmed dead in Indonesia -- many of them in Aceh, in northern Sumatra, about 160 kilometers (100 miles) from the quake's epicenter, according to local reports. The quake also inflicted heavy damage on the area, which is a hotbed of rebel activity, before two tsunamis slammed the coastline. Access and communications were difficult if not impossible; the death toll remained a mystery on the west coast of Aceh, where communications had been completely wiped out. News agencies in the country have reported more than 4,000 dead. The tsunamis struck with no warning to those in coastal areas, as no warning system exists for the Indian Ocean, said Eddie Bernard, director of the National Oceanic and Atmospheric Administration's Pacific Marine and Environmental Labs in Seattle. Staffers at warning centers that cover the Pacific Basin and the U.S. West Coast were aware of the quake and the possibility of tsunamis, said Laura Kong, director of the International Tsunami Information Center in Honolulu, Hawaii. "They were able to make contact, but they did not have the proper government officials to notify," she said. "They'll be working on this in the future." The earthquake is classified as "great" -- the strongest classification given by the NEIC. NEIC geophysicist Don Blakeman said the tsunamis were triggered by the initial massive jolt. "The damage is just phenomenal," said Jan Egelund, U.N. emergency relief coordinator. "I think we are seeing now one of the worst natural disasters ever." Aftershocks There was disagreement over whether the threat was over. Waverly Person, Blakeman's colleague at NEIC, said the tsunamis are "long over" and residents and visitors should not worry about further tsunamis. Bernard, however, said the aftershocks are strong enough to produce more tsunamis. One such aftershock, measuring 7.3 in magnitude, struck about 300 kilometers (200 miles) northwest of Banda Aceh -- on Sumatra's northernmost tip -- more than four hours after the initial quake, according to the NEIC. The center expects the quake to produce hundreds of smaller aftershocks, under 4.6 magnitude, and thousands smaller than that. "A quake of this size has some pretty serious effects," Person said. The quake represented the energy released from "a very large rupture in the earth's crust" more than 1,000 kilometers (600 miles) long. The rupture created shock waves that pushed the water at speeds of up to several hundred kilometers per hour. It was the strongest earthquake to hit anywhere on Earth since March 1964, when a 9.2 quake struck near Alaska's Prince William Sound. The strongest recorded earthquake (and records go back to 1899) registered 9.5 on May 22, 1960, in Chile. Sunday's quake hit a year after the 6.6-magnitude quake in Bam, Iran, which killed more than 30,000 people, injured another 30,000 and destroyed 85 percent of the buildings in the southeastern Iran city. -- CNN Correspondents Aneesh Raman in Phuket, Thailand, Satinder Bindra in Colombo, Sri Lanka, Atika Shubert in Jakarta, Indonesia, and Suhasini Haidar in Chennai, India contributed to this report







Find this article at: http://www.cnn.com/ 2004/WORLD/ asiapcf/ 12/26/ asia.quake/ index.html

Monday, December 27, 2004 | 0 comments

Death toll from tidal waves region-wide exceeds 11,000

Death toll from tidal waves region-wide exceeds 11,000

COLOMBO, Sri Lanka (AP) - Tidal waves from a massive undersea earthquake smashed into coastlines across Asia, washing away whole villages in Indonesia, Sri Lanka and India and dragging sunbathers out to sea and snorkelers across jagged reefs at tourist havens in Thailand.

More than 11,300 people were killed in six countries.

The death toll from the most powerful earthquake in four decades climbed steadily throughout Sunday as authorities counted bodies washed up on beaches and left hanging like ragdolls from trees.

Foreign tourists were among the dead and the thousands of others who were reported missing.

Tens of thousands fled the coasts for higher ground, fearing aftershocks and further flood surges.

Worst hit was Sri Lanka - an island nation some 1,600 kilometers (1,000 miles) west of the epicenter.

The death toll stood at 4,500, according to police and Tamil Tiger rebels, and 1 million people were displaced.

Sri Lanka's government declared a national disaster.

The 8.9-magnitude earthquake - the strongest since a 9.2 magnitude temblor in Alaska in 1964 - struck just before 7 a.m. (0100 GMT) off the west coast of the Indonesian island of Sumatra, about 1,620 kilometers (1,000 miles) northwest of Jakarta, the capital, the U.S. Geological Survey said.

It was 10 kilometers (6 miles) deep, and was followed by a half-dozen powerful aftershocks, ranging in magnitude from almost 6 and 7.3.

Traveling at nearly jetliner speeds, the first huge waves began pummeling southern Thailand an hour after the quake.

In 2 1/2 hours, the torrents had traveled some 1,600 kilometers (1,000 miles) and slammed India and Sri Lanka.

They eventually struck the East Africa coast in Somalia, killing at least nine people.

In the Maldives, a string of 1,192 low-lying coral atolls off India's southwestern coast, President Maumoon Abdul Gayoom declared a state of emergency after the waves killed an unspecified number of people and caused extensive damage, the presidential Web site said.

Electricity and communications were cut to parts of the country and few details were available.

In Washington, the White House said that Sri Lanka and the Maldives were two of the worst-hit countries and that U.S. relief efforts were under way.

Towns in Sumatra's Aceh province, the closest region to the earthquake's epicenter, were swamped by the waves.

The health ministry said at least 4,185 people were killed, and hundreds more were missing in the area.

The quake occurred at a place where several huge geological plates push against each other with massive force.

The survey said a 1,000-kilometer (620-mile) section along the boundary of the plates shifted, motion that triggered the sudden displacement of a huge volume of water.

The reverberations sent waves as high as six meters (20 feet) thundering into the coasts of six countries, sweeping away tourists, fishermen, hotels, homes and cars.

"Suddenly this huge wave came, rushing down the beach, destroying everything in its wake,'' said Simon Clark, 29, a photographer from London vacationing on Thailand's Ngai island.

"People that were snorkeling were dragged along the coral and washed up on the beach, and people that were sunbathing got washed into the sea.''

A government disaster center said 289 people, including a number of Western holiday-makers, were killed and more than 3,600 injured in southern Thai resorts.

"We initially thought it was a terrorist attack, then the wave came and we just kept running upstairs to get on as high ground as we could,'' Gerrard Donnelly, another British tourist, staying at a resort in Phuket, Thailand, told Sky News.

In India, the waves swept away boats, homes and vehicles killing nearly 2,300 people in the southern states of Tamil Nadu, Andhra Pradesh and Pondicherry, officials said.

Tamil Nadu's beaches resembled open-air mortuaries as fishermen's bodies washed ashore, and retreating waters left behind others killed inland. Sea water flooded the streets of Cuddalore town, flipping over dozens of cars and leaving some vehicles perched atop road dividers.

At least 20,000 people were evacuated from the region, officials said.

At least 300 people were killed on India's Andaman and Nicobar islands, and another 700 were missing and believed dead, Press Trust of India cited the region's police chief as saying.

"I was shocked to see innumerable fishing boats flying on the shoulder of the waves, going back and forth into the sea, as if made of paper,'' said P. Ramanamurthy, 40, an Andhra Pradesh resident.

"Many boats were upturned, but fishermen were still holding on to them,'' he said.

"They also were pushed into the sea. It was shocking.''

In Aceh's Lancuk village, and a reporter for The Associated Press saw several bodies wedged into trees, apparently left there by receding waters.

At least 30,000 people were reported to have fled their homes in the region.

At least 49 were killed on the island of Nias, to Sumatra's west and close to the epicenter of the quake.

In Malaysia, at least 53 people, including foreign tourists swimming or riding jetskis, were killed, the majority on the resort island of Penang, police and government officials said.

The force of the earthquake shook unusually far afield, causing buildings to sway hundreds of miles away, from Singapore to the city of Chiang Mai in northern Thailand, and in Bangladesh, hours after the region's Christian communities had finished Christmas celebrations.

From the Vatican, Pope John Paul II led appeals for aid for victims, a call that was quickly echoed across much of Europe as relief efforts were organized and government rushed to check whether their citizens were among the missing or dead.

"The Christmas holiday has been saddened by the news that comes from Southeast Asia about the powerful earthquake,'' the pontiff said during his customary Sunday address.

"Let us pray for the victims of this enormous tragedy and assure them of our solidarity for all those who suffer, while we hope that the international community acts to bring relief to the stricken populations,'' he said.

The 25-nation European Union promised to quickly deliver euro3 million (US$4 million) in emergency aid.

"For all the huge advances in the control of our lives through science and technology, an earthquake on this scale is truly humbling as well as profoundly tragic,'' said British Foreign Secretary Jack Straw.

Holidays turned to disaster in southern Thailand, which welcomes hundreds of thousands of tourists to its southern beaches during the Christmas season.

The owner of two resorts on Phi Phi island - where the Hollywood blockbuster "The Beach'', starring Leonardo DiCaprio, was filmed - said that 200 of his bungalows were swept out to sea, along with some of his employees and customers.

"I am afraid that there will be a high figure of foreigners missing in the sea, and also my staff,'' said Chan Marongtaechar, who was in the

Thai capital of Bangkok at the time.

He estimated that 700 people could have been on the beach.

At least two children were killed when a boat capsized in Bangladesh, local authorities said. - AP
Monday, December 27, 2004 | 0 comments

One of the world's strongest quakes ever

One of the world's strongest quakes ever

Sunday's earthquake off Sumatra had a preliminary magnitude of 9.0, classifying it as a great quake and making it the strongest in 40 years.

Earthquakes near the very top of the magnitude scale are difficult for scientists to measure. For one thing, they occur rarely - once a year or less - so researchers don't have many chances to analyze them.

And, the tools that scientists use to measure movements in the planet's crust are becoming more sophisticated. So the way in which they assign a number to signal an earthquake's fury is evolving.

Today, when seismologists describe an earthquake's magnitude, it is a composite of several types of instruments and equations that calculate several aspects of an earthquake's behavior.

The methods started in a more simple way nearly 70 years ago when seismologist Charles Richter of the California Institute of Technology developed his now-familiar Richter scale of earthquake magnitude.

Today, researchers still use its familiar scale. Each whole number represents a tenfold increase in seismic movement and severity.

Moderate earthquakes begin at 5.0. Strong earthquakes begin at 6.0 and cause damage even to modern structures. Major earthquakes are rated at 7.0 and higher, causing damage over hundreds of miles.

Sunday's quake was the strongest since the 1964 tremor that struck Alaska and measured 9.2.

The most powerful earthquake on record was a 9.5 in Chile in 1960.

While researchers still use the familiar Richter scale numbers, the equations that go into the original scale are too limited, especially for larger earthquakes and those that extend down faults for hundreds of miles.

As a result, researchers have turned to more precise measurements, such as "seismic moment,'' which quantifies how much energy is released by an earthquake.

Because of these uncertainties, scientists may initially estimate an earthquake's magnitude, only to tweak it as more data are available. So Sunday's magnitude 8.9 could change slightly in days to come.

Following is a list of the strongest earthquakes in recent history:

1. May 22, 1960, magnitude-9.5, Chile.

2. March 28, 1964, magnitude-9.2, Prince William Sound, Alaska.

3. March 9, 1957, magnitude-9.1, Andreanof Islands, Alaska.

4. Dec. 26, 2004, magnitude-9.0, Sumatra, Indonesia.

4. Nov. 4, 1952, magnitude-9.0, Kamchatka peninsula, Soviet Union (now Russia).

6. Jan. 31, 1906, magnitude-8.8, off the coast of Ecuador.

7. Feb. 4, 1965, magnitude-8.7, Rat Islands, Alaska.

8. Aug. 15, 1950, magnitude-8.6, Tibet.

9. Feb. 3, 1923, magnitude-8.5, Kamchatka.

9. Feb. 1, 1938, magnitude-8.5, Banda Sea, Indonesia.

9. Oct. 13, 1963, magnitude-8.5, Kuril Islands.

Monday, December 27, 2004 | 0 comments

EYEWITNESS ACCOUNT: ‘Something had happened, only we didn’t know what’


Dec 26:

EYEWITNESS account from Datuk Norazman Aziz (below), managing director of Citibank Malaysia, who was in a car with his family on the Batu Ferringhi road when the wave struck.
"We were heading to town for lunch, and had left the Golden Sands Hotel about 10, 15 minutes before. We were driving up the slope when we saw a crowd by the roadside.

"My first reaction was that it was an accident. We stopped to see if we could help. Then we saw people fishing children and people out of the sea.

"One kid, a boy, probably six years old, had his head covered in blood.

"I could not see any beach. The waves were hitting the embankment, and people were screaming. It must have just happened then, because there were no police, no ambulances.

"People were in shock, and crying and hugging each other.

"I saw wave after wave, very strong (hitting the rocks).

"I could hear my wife on the phone calling the emergency services, telling them something had happened, only we didn’t know what. By the time we got to Tanjung Tokong, people were fleeing the houses by the sea. Cars were submerged.

"Everyone was running helter-skelter.

"When we reached Jalan Gurney, the waves were washing over the road. Now the roads are closed, and we are stranded in town."

Meanwhile, in Phuket, Malaysian tourist Ritchie Ramesh found himself on an extended "holiday".

"Strong waves hit the popular beach resort at Patong Bay yesterday morning, and the town now resembles the aftermath of a major storm.

"I was supposed to leave for Kuala Lumpur at 10am and this happened at 9.15am. There is nothing I can do," he said when contacted by mobile telephone.

"There are boats, jet skis, overturned cars and debris on the streets. There is no electricity and there are no planes. Neither can we rent a car to get to the mainland.

"No one knows what to do next."
Monday, December 27, 2004 | 0 comments

IN INDONESIA: Aceh hardest hit Indonesian province

IN INDONESIA: Aceh hardest hit Indonesian province
Amy Chew in Jakarta

JAKARTA, Dec 26:
--------------------------------------------------------------------------------

IN Indonesia, local authorities and rescue workers put the death toll at more than 1,876 as villages and fishing boats were swallowed by tidal waves up to five metres high in Aceh province and the nearby Nias island.
Telecommunications are down and the airport in Aceh’s capital of Banda Aceh is closed after being damaged by the tremors, according to leading Internet news service, Detik.com.

National carrier Garuda has cancelled all flights to Banda Aceh.

The highest death toll was reported in the Aceh townships of Lhokseumawe, Bireun and Pidie, which are a hotbed for the separatist Free Aceh movement.

Presidential spokesman Andi Mallarangeng said President Susilo Bambang Yudhoyono had ordered the earthquake to be treated as an emergency.

Aceh’s earthquake comes just one month after another earthquake hit the province of Papua in eastern Indonesia.




Monday, December 27, 2004 | 0 comments

Ombak Tsunami: 3 ombak maut

Ombak Tsunami: 3 ombak maut

Oleh Muhamad Safar Ahmad
am@hmetro.com.my

GEORGETOWN: “Ombak setinggi bumbung rumah datang bergulung-gulung sebanyak tiga kali dan terakhir itu yang paling dahsyat. Saya fikir mungkin ini yang orang panggil ‘ombak tiga beradik’.
“Kami tak akan datang ke tepi laut lagi selepas ini, kejadian ini cukup mengejutkan,” kata Fatimah Ismail, 60, yang kehilangan cucunya, Nazirah Mohd Jamil, 9, yang lemas dalam kejadian ombak besar, di sini, semalam.

Fatimah berkata, kejadian itu tidak diduga dan tidak akan dilupakan.

Sebelum kejadian itu, Nazirah kebelakangan ini didakwa berkelakuan ganjil apabila sering menyebut mengenai mati.

“Mak! Kakak dah tak larat, kakak nak mati,” itulah antara kata-kata yang sering diluahkan Nazirah kepada ibunya, Rohani Harun, sejak kebelakangan ini.

Rohani, 39, mendakwa dia menyedari anak ketiganya itu mula mengeluarkan kata-kata itu sejak Ramadan lalu, bagaimanapun menyifatkannya sebagai keluhan seorang kanak-kanak kerana letih berpuasa.

“Saya tidak sangka, kata-kata itu yang terus diperkatakannya sejak kebekalangan ini, menjadi kenyataan.

“Saya terkilan kerana semua kelengkapan dan pakaian sekolah sudah dibeli dan Nazirah tidak sabar-sabar untuk ke sekolah,” katanya ketika ditemui di rumah mayat Hospital Pulau Pinang, malam tadi.

Nazirah terbunuh dalam kejadian ombak besar (tsunami) yang melanda negeri Utara Semenanjung, semalam.

Rohani yang tinggal di Kampung Masjid, Kubang Rotan dekat Alor Star, berkata dia bersama ibunya, Fatimah dan dua lagi anaknya, Mohd Adha, 11, dan Azrul, 3, pergi berkelah di Pantai Boon Siew, dekat Batu Feringhi, tengah hari semalam.

Turut serta adik Rohani, Khairul Anuar, 30, dan isterinya, Mazliffa Abdul Rashid, 32.

Menurut Rohani, pada pagi sebelum kejadian, Nazirah juga makan agak banyak berbanding lazimnya, bagaimanapun dia tidak berasa sesuatu yang aneh mengenainya.

Katanya, dia membawa anak-anaknya untuk berkelah di pantai di situ kerana kasihankan mereka terutama Nazirah kerana tidak berpeluang pergi melancong atau berjalan-jalan sepanjang cuti sekolah.

“Jadi saya ingat kerana sekolah akan dibuka tidak berapa lama lagi, saya membawa anak-anak ke sini, tetapi tak sangka pula begini jadinya,” katanya.

Menceritakan semula kejadian itu, Rohani berkata, kira-kira jam 1 petang, mereka baru selesai makan dan hanya duduk di tepi pantai.

“Pada mulanya kami hampak ombak agak besar datang, tetapi menganggap ia perkara biasa sebelum ombak kedua datang. Pada masa sama kami melihat beberapa nelayan menggunakan isyarat tangan seperti mengarahkan kami ke atas.

“Bagaimanapun, ombak kali ketiga sangat kuat dan terus memukul ke arah pantai sehingga terkena orang ramai yang berada di situ.

“Saya cuba memegang anak saya, Azrul dan tidak tahu apa yang berlaku kepada Mohd Adha dan Nazirah. Saya sedar ada seseorang menarik tangan saya dan selepas ombak reda, saya lihat semua sudah tiada,” katanya yang cedera di kaki kanan akibat terkena batu.
Monday, December 27, 2004 | 0 comments

Ombak Tsunami: Hanya sempat jerit

Ombak Tsunami: Hanya sempat jerit


SUNGAI PETANI: “Saya rasa macam dah kiamat. Ombak yang datang cukup menggerunkan. Seumur hidup sebagai nelayan sejak 20 tahun lalu, belum pernah saya melihat ombak sebegitu besar.
“Ketika itu saya hanya fikirkan keselamatan kami sekeluarga. Saya sempat menjerit kepada isteri dan empat anak supaya segera menyelamatkan diri.

“Namun, baru berlari beberapa langkah, ombak deras itu sudah memasuki rumah. Alhamdulilah, saya sekeluarga terselamat dalam kejadian sekelip mata itu,” kata Azman Azizan, 36, mangsa ombak di Kampung Kepala Jalan, Kota Kuala Muda, di Tikam Batu, dekat sini, semalam.

Menceritakan saat cemas itu, Azman berkata, dia sedang bersiap untuk mengambil wuduk Zuhur selepas mandi apabila secara tiba-tiba melihat satu gumpalan putih berjarak kira-kira tiga kilometer, sedang menuju ke arah rumahnya di kampung itu.

“Saya sangkakan hanya ombak biasa yang dilihat setiap hari. Namun apabila semakin menghampiri perkampungan kami, saya berasa pelik kerana ombak itu cukup dahsyat keadaannya.

“Berasakan sesuatu akan berlaku, saya segera menjerit kepada ahli keluarga lain yang ketika itu berada di dalam rumah. Syukur kerana tindakan pantas kami sekeluarga mengelak dihanyutkan arus ombak itu,” katanya.

Azman berkata, ketika ombak besar yang dianggarkan lebih lima meter melanda, dia terlihat sebuah perahu dinaiki dua nelayan sedang menarik jaring mereka dan kesal kerana tidak dapat berbuat apa-apa untuk membantu.

“Saya tidak tahu apa nasib mereka dan saya amat bersimpati. Akibat kejadian itu, sebahagian rumah saya runtuh dihempas ombak dan barangan dihanyutkan arus,” katanya.

Menurutnya, dia sekeluarga tinggal sehelai sepinggang kerana harta benda lain turut hilang iaitu dua motosikal dan basikal, surat beranak dan kad pengenalan isteri serta anak-anak termasuk peralatan sekolah mereka.

“Saya hanya sempat menyelamatkan dokumen diri dan sedikit wang tunai,” katanya.

Rakannya, pengawal keselamatan kolam udang Pantai Merdeka Fasa 2, Daud Ariffin, 50, mendakwa ketika itu dia baru pulang bekerja dan mahu mandi apabila ombak melanda.

“Saya panik ketika itu kerana ombak melanda dalam masa singkat. Saya cuba melaungkan azan namun tidak sempat dan terfikir ajal saya sudah tiba.

“Ombak yang memasuki rumah saya cukup menggerunkan. Saya dan keluarga berpaut kukuh pada konkrit supaya tidak dihanyutnya. Syukur, saya bersama isteri serta tujuh anak terselamat, rasa macam mati hidup semula,” katanya.

Menurutnya, dia kini tinggal sehelai sepinggang selepas rumahnya musnah sama sekali termasuk kehilangan sebuah motosikal, tiga basikal dan dokumen pengenalan isteri dan anaknya.

Semua mangsa ombak besar kini ditempatkan di Sekolah Kebangsaan Kota Kuala Muda dan pelbagai pihak memberi bantuan dengan menyediakan kenderaan persendirian, lori dan motosikal untuk membawa mangsa ke pusat penempatan itu.
Monday, December 27, 2004 | 0 comments

Ombak Tsunami: Lihat isteri dibawa ombak

Ombak Tsunami: Lihat isteri dibawa ombak

Oleh Rudy Syareme Sheriffudin
am@hmetro.com.my

GEORGETOWN: “Saya hanya mampu menjerit ‘Allahhuakhbar’ dan berpaut di atas dahan pokok setinggi bumbung rumah. Apabila saya menoleh ke belakang saya hanya mampu melihat isteri saya dibawa ombak,” kata Mohd Saad Aziz, mangsa yang terselamat dalam kejadian ombak besar di Pantai Miami, Batu Feringghi di sini, semalam.
Mohd Saad, 40, seorang peniaga dari Utan Aji, dekat Kangar, Perlis menceritakan detik-detik cemas itu ketika ditemui di perkarangan rumah mayat Hospital Pulau Pinang (HPP), semalam.

Dia kehilangan isterinya, Jamaliah Isa, 25, dan anak saudaranya, Zawani Rosli, 10, manakala dua anak perempuannya berusia sembilan dan 12 tahun terselamat selepas berpaut di pagar di tepi pantai.

Menurut Mohd Saad, sebelum kejadian kira-kira jam 1 tengah hari itu, dia bersama keluarga dan anak saudaranya tiba di pantai berkenaan selepas menikmati nasi kandar di sebuah restoran dekat sini.

Katanya, selepas tiba di situ, dia dan anaknya turun dari kereta untuk pergi ke tepi pantai dan ketika itu dia hanya nampak ombak kecil.

“Kedua-dua anak saya dan anak saudara saya yang siap berbaju mandi turun ke pantai untuk ke laut.

“Bagaimanapun secara tiba-tiba, datang ombak besar setinggi bangunan satu tingkat memukul pantai dan menghanyutkan saya dan isteri termasuk dua anak hinggakan saya tidak mampu untuk berbuat apa-apa.

“Ketika itu saya hanya mampu berserah kepada tuhan untuk menyelamatkan keluarga saya dan berdoa tetapi selepas kejadian itu, tiada langsung khabar mengenai mereka,” katanya.

Mohd Saad berkata, selepas kejadian kira-kira setengah jam kemudian, barulah dia mengetahui isterinya hilang dalam kejadian ombak besar itu.

“Mujurlah dua anak saya selamat dari bencana yang paling teruk ini. Saya pasrah dengan kejadian ini kerana ia adalah ketentuan Allah,” katanya.

Mohd Saad berkata, jenazah isterinya dan anak saudaranya sudah dituntut dan akan dibawa ke Utan Aji, untuk pengebumian.
Monday, December 27, 2004 | 0 comments

Gempa -- SEORANG kakitangan Agensi Meteorologi dan Geofizik Indonesia menunjukkan
bacaan seismograf pada terminal komputer mengenai kekuatan gempa bumi
yang melanda utara Sumatera mengakibatkan tsunami melanda
perairan beberapa negara Asia. – Gambar AFP
COLOMBO: Sekurang-kurangnya 8,700 orang terbunuh di Sri Lanka, Indonesia, Maldives, Myanmar, Bangladesh dan Thailand setakat ini selepas gempa bumi terkuat sejak 40 tahun lalu menyebabkan ombak besar atau tsunami melanda pesisiran pantai Asia, menggemparkan penduduk rantau itu, semalam.


Beribu-ribu orang hilang, kebanyakannya nelayan ketika anggota penyelamat meredah banjir bagi mencari dan menyelamatkan mangsa.

Pelancong, nelayan, hotel, kediaman dan kereta dibawa air berikutan tsunami kerana gempa bumi berukuran 8.9 pada skala Richter, dengan pusat gempa di pantai barat Pulau Sumatera, Indonesia, menyebabkan banjir dan meruntuhkan bangunan.

Kesan sebenar bencana itu hanya ketara selepas beberapa ombak besar setinggi enam meter melanda kawasan pesisiran pantai Lautan Hindi dan Laut Andaman.

Di Sri Lanka, kira-kira 1,600 kilometer dari pusat gempa, menyaksikan sekurang-kurangnya 4,500 orang maut.

Pihak berkuasa berkata, sejuta penduduk turut terjejas berikutan banjir susulan daripada tsunami itu.

Di India, pihak berkuasa berkata sekurang-kurangnya 2,000 lagi maut di sepanjang pesisiran pantai di selatan negara itu manakala 289 disahkan mati di Thailand.

Angka korban meningkat sepanjang hari semalam dan dijangka terus bertambah.

Beratus-ratus mayat ditemui di beberapa pantai sepanjang Tamil Nadu, di selatan India.

Pusat gempa adalah kira-kira 40 kilometer di dasar laut. Gerak gempa lazimnya berlaku bagi kejadian gempa berukuran lebih 7.0 pada skala Richter.

Dalam kejadian semalam, kesan gempa bumi itu dirasai di kawasan lebih jauh, menyebabkan bangunan bergegar dari Singapura sehingga ke bandar Chiang Mai di utara Thailand dan di Bangladesh, beberapa jam selepas penganut Kristian meraikan Krismas.

Kemusnahan awalnya berpusat di wilayah Aceh, utara Sumatera dengan berpuluh-puluh bangunan dilaporkan roboh biarpun di kebanyakan tempat lain, kematian berpunca daripada banjir.

Beberapa bandar berhampiran pusat gempa itu turut ranap diratakan ombak besar yang menyebabkan sekurang-kurangnya 1,902 mati.

Di selatan Thailand, suasana percutian bertukar duka di kawasan percutian utamanya yang lazimnya dikunjungi beratus-ratus ribu pelancong asing sempena cuti Hari Krismas.

Sekurang-kurangnya 289 mati manakala 5,000 lain cedera dan ramai lagi, termasuk pelancong asing hilang.

“Tiba-tiba, jalan raya ditenggelami air dan orang ramai bertempiaran lari dari pantai,” kata John Hyde, ahli Parlimen Australia yang bercuti Thailand.

Di Myanmar, 10 penduduknya dilaporkan terbunuh dan dua di Bangladesh kerana tsunami. – AP/AFP

Monday, December 27, 2004 | 0 comments

Gempa -- SEBUAH kereta ditolak ombak besar dan tersadai bersama
bot nelayan di pangkalan nelayan Kuala Chenang, Langkawi,
semalam. - Gambar oleh Hamzah Osman
PULAU PINANG: Sekurang-kurangnya 45 orang terkorban setakat ini, manakala beratus-ratus rumah dan kenderaan musnah apabila ombak besar atau tsunami akibat gempa bumi kuat di perairan Sumatera, melanda pantai Pulau Pinang, Perlis, Kedah, Perak dan Selangor semalam.


Ombak besar turut melanda Indonesia, Thailand, India, Sri Lanka, Maldives, Myanmar dan Bangladesh meragut kira-kira 8,700 nyawa, dengan Sri Lanka mencatat kematian tertinggi.

Tsunami mencapai ketinggian enam meter itu menyusuli gempa bumi 8.9 skala Richter itu, paling kuat dalam tempoh 40 tahun. Ia berpusat di Latitud 3.1 Utara dan Longitud 95.5 Timur, 590 kilometer dari sini dan 680 kilometer dari Kuala Lumpur.

Perdana Menteri, Datuk Seri Abdullah Ahmad Badawi, yang berada di luar negara, mengucapkan takziah kepada keluarga mangsa dan mengarahkan bantuan segera diberikan.

Kebanyakan mangsa di Malaysia ialah mereka yang sedang berkelah dan memancing di tepi pantai Batu Ferringhi dan Balik Pulau di sini, ketika ombak melanda secara mengejut dalam keadaan cuaca baik kira-kira jam 1.30 tengah hari.
Seramai 32 orang mati di negeri ini, kebanyakannya lemas akibat ombak besar yang melanda beberapa kawasan tepi pantai.

Paling trajis ialah kejadian di Batu Ferringhi di mana lima sekeluarga yang sedang berkelah - Nizari Mahmud (ibu), 39; dan empat anaknya Nurul Hasimah Md Hassan, 18; Nurul Naimah Md Hassan, 14; Nurul Nazirah, 13; dan Mohd Firdaus, 4, lemas dibawa ombak.

Ombak kuat dikatakan menarik mangsa ke laut menyebabkan ramai, ketika beratus-ratus penduduk tempatan dan pelancong, sama ada berkelah, bersiar-siar atau mandi manda pada cuti hujung minggu sehari selepas perayaan Hari Natal.

Bilik gerakan sementara turut dibuka di pantai Miami, Batu Ferringhi ketika gerakan mencari dilakukan. Berpuluh-puluh orang dikhuatiri masih hilang sewaktu ombak besar setinggi lebih enam meter merempuh semua kawasan tepi pantai berkenaan pada kira-kira jam 1 hingga 2 petang.

Di KEDAH, sepuluh orang termasuk kanak-kanak perempuan berusia 11 bulan, mati manakala ramai lagi dikhuatiri lemas atau hilang apabila ombak besar melanda perkampungan di pesisir pantai Kedah, termasuk pulau peranginan Langkawi.

Sembilan daripada mangsa itu, iaitu lapan wanita dan seorang lelaki, ditemui di Kota Kuala Muda manakala seorang lagi wanita di Langkawi. Jabatan Bomba dan Penyelamat, Pasukan Gerak Am (PGA), polis termasuk Unit Anjing Pengesan serta pasukan Rela masih mencari kemungkinan ada lagi mangsa yang belum ditemui.

Siri ombak besar itu yang dipercayai mencapai setinggi enam meter atau bangunan tiga tingkat, dilaporkan melanda Langkawi kira-kira jam 11 pagi sebelum melanda perkampungan nelayan di Kota Kuala Muda kira-kira jam 1 tengah hari.

Di Kota Kuala Muda, kira-kira 1,000 rumah membabitkan 5,000 penduduk di 10 kampung nelayan di pesisir pantai musnah akibat dipukul ombak besar.

Tinjauan mendapati sebahagian besar kampung itu menjadi padang jarak padang terkukur serta dipenuhi lumpur apabila kira-kira 500 daripada 1,000 rumah di kampung terbabit ranap manakala sebahagian lagi rosak termasuk hilang dinding dan tercabut bumbung.

Ombak besar dikatakan melanda kampung berkenaan tiga kali dalam tempoh setengah jam antara jam 1 hingga 1.30 tengah hari menyebabkan kebanyakan mangsa terperangkap dalam rumah yang ranap.

Di PERAK, dua terbunuh manakala seorang lagi masih hilang apabila sampan yang mereka naiki dihempas ombak besar di Parit Buntar dan Bagan Datoh.

Di SELANGOR, seorang lelaki yang memancing bersama tiga rakannya di tepi Pantai Sungai Burung dekat Sabak Bernam dikhuatiri menjadi mangsa pukulan ombak tsunami di pantai itu semalam.

Arbain Mat Piah, 40, tercampak ke dalam laut bersama rakan-rakannya. Menurut Ketua Polis Daerah Sabak Bernam, Superintendan Zainal Abidin Kassim, mangsa hilang di dalam air sementara tiga rakannya sempat menyelamatkan diri dengan berenang ke tebing, kira-kira 3 petang semalam.

Di PERLIS, berpuluh-puluh bot dan sampan nelayan di Kuala Sungai Baru tenggelam dan rosak teruk, kebanyakannya pecah berlanggar sesama sendiri akibat dilanda dua kali ombak besar tengah hari dan petang semalam.

Ombak besar turut meranapkan beberapa jeti pendaratan ikan dan gerai menjual hasil laut di tepi kuala sungai itu. Bagaimanapun, tiada kemalangan jiwa atau kecederaan dilaporkan kerana nelayan atas bot ketika kejadian sempat menyelamatkan diri ke daratan.

Monday, December 27, 2004 | 0 comments

GAMBARAN di pantai Marina di Madras sewaktu dilanda ombak besar tsunami semalam. - Gambar AFP.
Gempa bumi terkuat sejak 1964
WASHINGTON 26 Dis. - Gempa bumi yang melanda kawasan utara Indonesia hari ini merupakan antara gempa yang paling kuat yang pernah berlaku di dunia sejak awal kurun ke-20.
Menurut Pusat Kajian Geologi Amerika Syarikat (USGS), gempa berukuran 8.9 pada skala Richter itu merupakan gempa yang kelima terbesar sejak tahun 1900.
Ahli geofizik bagi Program Bencana Gempa Bumi USGS di Golden, Colorado, Julie Martinez berkata, gempa hari ini merupakan yang paling kuat sejak tahun 1964 iaitu selepas gempa bumi yang melanda Prince William Sound di Alaska.
Gempa bumi yang berlaku pada pukul 7.59 pagi (8.59 pagi waktu Malaysia) di luar pantai wilayah Acheh di utara pulau Sumatera sehingga ke utara Pulau Andaman di Lautan Hindi.
Gegaran kuat itu menyebabkan ombak besar tsunami yang melanda beberapa negara lain seperti Sri Lanka, India, Thailand dan Malaysia serta menyebabkan lebih 8,700 mangsa terkorban.
Menurut Martinez, gempa bumi berlaku apabila lapisan bumi bergerak dan menghentam satu sama lain sebelum terpisah dan membentuk tekanan ke kawasan lain.
``Apabila tekanan berlaku, satu lagi gempa bumi terjadi dan gegaran susulan selepas itu merupakan pelarasan semula bumi selepas gegaran utama.
``Biasanya gegaran susulan berlaku lebih banyak atau kurang di kawasan yang sama di mana berlaku gempa bumi utama sebelum itu.
``Dalam keadaan gempa yang berlaku hari ini, kita akan lihat lebih banyak gegaran susulan terjadi kerana ia melibatkan satu kawasan yang begitu luas iaitu dalam lingkungan 1,000 kilometer,'' jelas beliau. - Agensi
Monday, December 27, 2004 | 0 comments

JALAN raya di pantai Patong, Phuket, Thailand dipenuhi sampah sarap, bot dan jet ski yang dipukul ombak besar kesan daripada gempa bumi di Acheh, Indonesia yang turut merosakkan kenderaan, bangunan dan kedai di pulau peranginan itu semalam. Gambar kanan pula, seorang lelaki mengangkat mayat anggota keluarganya yang terkorban akibat bencana alam itu di Batu Feringghi, Pulau Pinang. - Gambar SAZALI CHE DIN ()0Utusan Malaysia).
Monday, December 27, 2004 | 0 comments

Asian quake toll tops 3,000

Written By Syafrein Effendiuz on 12/26/04 | Sunday, December 26, 2004

CNN -- Massive tidal waves triggered by the largest earthquake to shake the planet in over 40 years have wiped out coastal areas across southeastern Asia as far as 1,000 miles away, killing nearly 3,000 people -- most of them in Sri Lanka and India.

The initial quake, measuring 8.9 in magnitude, struck about 100 miles (160 km) off the coast of Indonesia's Sumatra island around 7 a.m. local time (0000 GMT), according to the U.S. Geological Survey's National Earthquake Information Center.

Colombo officials believe the death toll in Sri Lanka will rise over 2,000 after tidal waves devastated the country's eastern coast. So far, the confirmed death toll is over 1,500.

The government has declared a state of emergency, and President Chandrika Kumaratunga is returning from a trip to London.

In addition to the natural devastation, police in the southern districts of Galle and Matara are reporting widespread looting. Some 200 prisoners in Matara escaped after the massive tidal waves demolished their prison.

Officials in the eastern district of Batticaloa reported 1,032 fatalities. In the eastern Sri Lankan port city of Tricomalee, there were reports of 320 deaths. Further south in popular tourist resort of Galle, there were around 200 deaths, according to police and hospital sources.

Eyewitnesses in Tricomalee reported waves as high as 40 feet (12 meters), hitting inland as far as half a mile.

India's Interior Minister Shivraj Patil said at least 1,000 Indians had been killed by the massive waves. A resident of Madras in Tamil Nadu district -- one of the hardest hit areas -- said he witnessed several people being swept away by a tidal wave there.

In southern Thailand, some 200 were killed on the island of Phi Phi, between Thailand's coastal area and the resort island of Phuket, where at least 48 were killed, according to the deputy governor. One witness said Phuket's Laguna Beach resort area is "completely gone."

NEIC geophysicist Don Blakeman said there was also a report that an entire coastal village in Thailand was destroyed by a tsunami.

Over 450 people were killed in Indonesia by the quake and the following tidal waves -- many of them in Aceh, in northern Sumatra, about 100 miles from the quake's epicenter, according to local reports.

The earthquake is classified as "great" -- the strongest possible classification given by the NEIC.

Blakeman said all of the tsunamis were triggered by the initial quake, and not the nine aftershocks.

One major aftershock, measuring 7.3 in magnitude, struck about 200 miles (300 km) northwest of Banda Aceh -- on Sumatra's northernmost tip -- over four hours after the initial quake, according to the NEIC. The rest of the aftershocks measured under 6.1 in magnitude.

The NEIC expects the quake to produce hundreds of smaller aftershocks, under 4.6 magnitude, and thousands smaller than that.

"A quake of this size has some pretty serious effects," he said.

He explained the quake was the energy released from "a very large rupture in the earth's crust" over 600 miles (1,000 km) long.

It was the strongest earthquake to hit since March 1964, when a 9.2 quake struck near Alaska's Prince William Sound.

CNN Correspondents Aneesh Raman in Bangkok and Suhasini Haidar in New Delhi contributed to this report

Find this article at:
http://www.cnn.com /2004/ WORLD/ asiapcf/ 12/26/ asia.quake/ index.html



Sunday, December 26, 2004 | 0 comments

Written By Syafrein Effendiuz on 12/24/04 | Friday, December 24, 2004


Saya hilangkan diri cari ketenangan - Hasmawi
Oleh: SAHBULAH MOHD. DARWI

BUKIT MERTAJAM 23 Dis. - Setelah enam hari menghilangkan diri, penyerang pasukan bola sepak Kedah Hasmawi Hassan yang menimbulkan kontroversi apabila membatalkan perkahwinannya pada saat-saat akhir Sabtu lalu, keluar daripada `persembunyiannya' hari ini.
Hasmawi, 23, yang muncul di rumah keluarganya di Machang Bubok di sini berkata, beliau menghilangkan diri kerana mencari ketenangan setelah menerima tekanan daripada pelbagai pihak.
Hasmawi berkata, beliau akan menjelaskan punca beliau mengambil keputusan membatalkan majlis pernikahannya dengan Norlida Abdul Rahman dari Kluang, Johor, di mahkamah nanti.
``Jumpa saya di mahkamah, saya akan ceritakan semuanya. Saya menghilangkan diri kerana mencari ketenangan,'' katanya kepada pemberita di rumah ibu bapanya di sini.
Hasmawi mencetuskan kontroversi Sabtu lalu apabila membatalkan pernikahan dengan Norlida, 23, pada saat-saat akhir, sekali gus menarik perhatian pelbagai pihak yang bersimpati dengan nasib Norlida.
Pada 18 Disember lepas, Norlida, seorang jururawat terpaksa melupakan majlis pernikahan dan persandingan apabila Hasmawi memutuskan pertunangan mereka kira-kira 19 jam sebelum majlis perkahwinan berlangsung.
Berikutan itu, Norlida semalam memfailkan saman terhadap Hasmawi bagi menuntut ganti rugi khas berjumlah RM25,470 kerana mungkir janji untuk berkahwin pada 18 Disember lepas.
Ganti rugi itu tidak termasuk ganti rugi am, faedah lapan peratus setahun untuk ganti rugi am dari tarikh penyampaian saman dan pernyataan tuntutan hingga ke tarikh penghakiman serta empat peratus setahun bagi ganti rugi khas berkuat kuasa 18 Disember lalu.
Semalam juga bapa Hasmawi, Hassan Ismail, 56, tampil mendakwa anaknya `terkena buatan orang' dan perlu menjalani rawatan tradisional.
Hasmawi yang kelihatan tenang sepanjang perbualan hari ini memberitahu, beliau tidak akan menemui Norlida untuk menjelaskan keadaan kerana ia kini kes mahkamah.
``Kalau saya pergi jumpa pun tidak ada guna kerana sekarang perkara ini sudah menjadi kes mahkamah,'' katanya yang memakai baju-T dan pertama kali membuka mulut untuk menjelaskan kontroversi itu kepada umum selepas menghilangkan diri.
Mengenai tuduhan `dayus' yang dilemparkan kepada beliau disebabkan kegagalannya hadir berjumpa dengan keluarga Norlida, Hasmawi berkata:
``Masyarakat membuat kesimpulan sendiri tetapi mereka akan tahu kebenarannya nanti.
``Sebelum ini saya telah memaklumkan mengenai pembatalan majlis perkahwinan itu lebih awal ketika menghubungi Norlida dan bukan hanya melalui SMS semata-mata pada saat-saat akhir seperti didakwa.''
Hasmawi juga berkata, beliau akan tetap menghadiri majlis jamuan makan dan doa selamat yang dijadual diadakan di rumahnya pada Sabtu ini sebagai menggantikan majlis perkahwinannya dengan Norlida.
Menurut Hasmawi, beliau tidak mahu bercakap lagi mengenai perkara itu kepada umum termasuk wartawan dan meminta semua pihak menunggu sahaja kes berkenaan di mahkamah.
Friday, December 24, 2004 | 0 comments

Written By Syafrein Effendiuz on 12/23/04 | Thursday, December 23, 2004


Abang dakwa Hasmawi kena ‘buatan orang’
Oleh Ahmad Saufi Mansor
BUKIT MERTAJAM: Penyerang skuad bola sepak Kedah, Hasmawi Hassan didakwa terkena ‘buatan orang’ hingga dia terpaksa membatalkan majlis pernikahannya dengan jururawat, Norlida Abdul Rahman (gambar), pada saat akhir Jumaat lalu.
Abang sulung Hasmawi yang mewakili keluarga mereka, Haslan, 30, berkata perkara itu disedari apabila pemain berkenaan lebih banyak mendiamkan diri berbanding sebelum ini.

Beliau berkata, Hasmawi sejak kebelakangan ini melawan diri sendiri serta seolah-olah kebingungan dan sukar membuat keputusan.

Dakwanya, perkara itu turut diakui keluarga pihak perempuan dan seorang imam yang bakal menikahkan mereka.

Katanya, hubungan Hasmawi dan Norlida kelihatan baik ketika mereka bertemu di Bukit Jalil pada 4 Disember lalu. Hasmawi hanya dilihat muram kira-kira 10 hari selepas itu dan kemudian membatalkan pernikahan tanpa banyak bercakap.

“Keadaan ini perlu diperjelaskan kerana banyak salah anggap terhadap Hasmawi sedangkan kita sendiri tidak tahu perkara sebenar.

“Mesti ada sesuatu berlaku kerana sebagai seorang dikenali ramai, jika dia waras, semua perkara ini tidak dilakukannya kerana dia tentu sedar kesan terhadap dirinya,” katanya di rumah keluarganya di Machang Bubok, di sini semalam.

Norlida, 23, semalam memfailkan writ saman malu terhadap Hasmawi di Mahkamah Tinggi Muar kerana pembatalan perkahwinan mereka yang dianggap mengaibkan keluarga perempuan.

Haslan berkata, selama ini keluarga mengenali Hasmawi sebagai seorang yang ceria tetapi apabila ditanya mengenai majlis perkahwinannya, pemain itu berubah dan mendiamkan diri.

“Jika kita lihat dirinya nampak seperti biasa saja tetapi kita tidak tahu apa yang sebenarnya. Mungkin ada pihak mengatakan kami sekeluarga sengaja mereka-reka cerita.

“Kami tidak tahu siapa yang melakukan kerja ini tetapi yang pasti orang itu mahu pastikan Hasmawi langsung tidak pergi ke sana (Kluang) untuk majlis pernikahannya dengan Norlida.

“Saya mengesyaki orang itu sengaja buat menjelang hari pernikahan kerana hendak memalukan kedua-dua pihak disebabkan pada waktu itu semua persiapan sudah dilakukan,” katanya.

Beliau berkata, keluarganya kini berusaha memulihkan semangat Hasmawi dan adiknya itu tidak perlu diganggu.

“Kalau boleh pada masa ini jangan ganggu dia kerana kami sedang memulihkan kembali semangatnya. Selepas segala-galanya selesai dia akan bercakap,” katanya.
Thursday, December 23, 2004 | 0 comments

ABDUL Rahman meluahkan rasa kesal terhadap Hasmawi Hassan selepas pemain itu membatalkan pernikahan dengan anaknya Norlida (kanan) dan diperhatikan oleh ibunya Saniah Dagang di rumah
Thursday, December 23, 2004 | 0 comments

AHMAD Dasuki Md. Noor mententeramkan isterinya Zainab Saad ketika menunggu mayat anak mereka, Siti Syazwani, 9, (gambar kecil) dibedah siasat di Hospital Sungai Petani, semalam. Siti Syazwani ditemui mati dibunuh dalam parit ladang kelapa sawit berhampiran Taman Rhu, Sungai Petani.
Thursday, December 23, 2004 | 0 comments

Jilted bride seeks RM25,000 in compensation

Jilted bride seeks RM25,000 in compensation
By Chong Chee Seong

MUAR, Wed:
--------------------------------------------------------------------------------

Norlida Abdul Rahman went to court today to seek more than RM25,000 in compensation.

More than the money, the 23-year-old nurse is seeking redemption after suffering the humiliation of being jilted by Kedah footballer Hasmawi Hassan on her wedding day.

Her lawyer, K. Siladass, who filed the suit on her behalf in the High Court here this afternoon, said Hasmawi had 12 days to enter his defence.

Speaking briefly to reporters and TV crews outside the court, Norlida said there was still no word from Hasmawi. "I am in the dark as to why he stood me up. I am dying to know why he did this.

Norlida is taking action against Hasmawi for breach of promise to marry her. He informed her via SMS that he was calling off the marriage.

Over 1,000 guests were there to witness the akad nikah ceremony.

In her statement of claim, Norlida said:

l Hasmawi had misled her into believing that he was sincere in wanting to marry her;

l he had induced her into believing that the solemnisation and wedding ceremony would be held as stated;

l that based on his false promise, he had caused Norlida and her family to spend money on wedding preparations;

l that he had caused shame, anxiety and financial loss by not showing up for the wedding ceremony.

Norlida is seeking compensation for the RM25,470 spent on her engagement and wedding preparations.

Norlida claimed she had suffered anxiety, embarrassment, shame, mental agony and pain because of Hasmawi’s breach of promise and in turn, had subjected her family to adverse comments, criticism and rumours about her integrity by relatives and friends.

In the court document, she said she was introduced to the professional footballer in Penang on 200l, when she was stationed there as a trainee nurse. She said they courted in Bukit Mertajam and fell in love subsequently and had on various occasions discussed the prospect of marriage.

After about two years of courtship, they decided to get engaged at her house in Kluang, a ceremony which was attended by relatives and friends from both families. On the day of engagement, both were blessed by the respective families and had agreed that the wedding ceremony be held one year later.

"Hasmawi had proposed that we have our honeymoon overseas. He had also promised me a better life and future. I was truly in love with him and had no reason to doubt his promises," she said in the statement of claim.

In September this year, Hasmawi agreed that the wedding be fixed on Nov 27, but later changed it to Dec 18 as he had to play for the Kedah team in the Malaysia Cup semifinal match against Sabah in Kota Kinabalu.

Norlida said her family then went about preparing for the wedding at great expense.

The solemnisation ceremony was supposed to be held on Dec l7. However, at 2am on Dec l7, barely l9 hours before the ceremony, Hasmawi informed her that the wedding was off via a short message service (SMS). [http://www.nst.com.my/ Current_News/ NST/Thursday/ Frontpage/ 20041223101924/ Article/ indexb_html]



Thursday, December 23, 2004 | 0 comments

Tongkat Ali rangsang sel

Written By Syafrein Effendiuz on 12/21/04 | Tuesday, December 21, 2004

Tongkat Ali rangsang sel


APA yang dimaksudkan dengan air mani cair? Adakah ia berkaitan dengan masalah kesuburan atau mandul? Bagaimanakah untuk memulih dan memekatkan semula air mani yang cair?
EZIL,Arau, Perlis</B.

KEPEKATAN air mani disebabkan takungan plasminogen iaitu bahan yang sama dalam darah yang boleh membekukan darah. Cuma dalam air mani kandungannya lebih sedikit.

Dalam masa beberapa minit plasminogen hancur dan air mani menjadi cair. Sebenarnya kecairan adalah mustahak kerana jika air mani tidak cair, sperma dalam air mani terperangkap dan tidak dapat bergerak untuk memasuki pangkal rahim. Jadi air mani cair sebenarnya lebih baik daripada pekat!

Adakalanya air mani pekat tidak boleh cair kerana tidak mempunyai enzim mencukupi untuk menghancurkan plasminogen. Ia boleh berlaku apabila prostat mengalami jangkitan.

Kebiasaannya apabila umur meningkat, air mani berkurangan kerana tahap hormon testosterone menurun secara semula jadi dan rangsangan kepada pundi yang menghasilkan air mani tergendala.

Untuk memulihkannya, pengambilan hormon testosterone boleh membantu. Ekstrak Tongkat Ali mengandungi eurycopeptides yang boleh membantu merangsang sel dalam buah zakar dan pundi adrenal untuk menghasilkan tahap hormon testosterone secara semula jadi. Lelaki yang mengamalkannya akan mendapat peningkatan dalam isi padu air mani dalam jangka masa tiga hingga enam hari. Ia boleh diamalkan selama-lamanya tanpa kesan sampingan

Tuesday, December 21, 2004 | 0 comments

Darjat tidak datang bergolek

Written By Syafrein Effendiuz on 12/17/04 | Friday, December 17, 2004

Sistem kepimpinan beraja adalah antara sistem kepimpinan yang tertua di dunia. Sistem kesultanan juga adalah sebahagian daripada sistem berkerajaan dan budaya bernegara dalam sejarah kepimpinan Islam. Pada awal kurun ke-19, terdapat lebih 900 buah takhta kerajaan di dunia, tetapi menurun kepada 240 buah dalam abad ke-20.

Pada dekad kelapan abad ke-20, hanya 40 takhta sahaja yang masih kekal. Takhta yang kekal itu kesemuanya telah dapat menyesuaikan pendekatan dan peranan dengan corak dan bentuk berkerajaan dan bernegara dalam bentuk kontemporari - sistem berkerajaan dan bernegara yang berlandaskan prinsip perlembagaan.

Nyatalah sistem beraja telah menghadapi evolusi secara dinamik, dibina semula dan mentafsir kembali kewujudannya sejajar dengan perkembangan dunia semasa. Bahawa peranan raja pemerintah kini telah diinstitusikan secara formal. Ini membantu institusi raja kekal relevan memenuhi peranan sebagai instrumen penyatuan dalam dunia yang senantiasa berubah.

Hari ini hanya tiga negara di dunia yang masih dikuasai oleh pemerintahan Melayu. Pertama, sebuah Kesultanan di Brunei, kedua, sebuah Republik di Indonesia dan ketiga, sebuah Kerajaan Raja Berperlembagaan dan Demokrasi Berparlimen di Malaysia.

Dalam konteks negara ini, sistem Kerajaan Raja Berperlembagaan adalah satu kesinambungan kepada semangat berkerajaan dan bernegara yang telah sedia berakar di bumi ini - semangat yang subur sebati di kalangan bangsa Melayu tetapi juga tidak asing kepada kumpulan etnik lain. Kaum-kaum Cina dan India turut mempunyai sejarah yang lama lagi panjang dengan budaya kepimpinan berasaskan raja.

Sesungguhnya institusi raja adalah sebahagian daripada budaya warisan bangsa Melayu dan warga Malaysia.

Paduka ayahanda beta, Paduka Seri Sultan Azlan Shah dalam pidato Baginda ketika dianugerahkan Ijazah Doktor Persuratan (Kehormat) oleh Universiti Malaya pada 30 Jun 1979, telah menzahirkan kata-kata berikut:

``Malaysia ialah sebuah negara berbilang kaum, berbilang bangsa, berbilang agama, berbilang adat dan resam. Tetapi walau bagaimanapun, kita perlu beringat, dan jika kita tidak ingat, maka kita seharusnyalah diperingatkan, bahawa dalam negara yang semuanya berbilang itu, mestilah ada suatu asas di mana kita mesti menumpukan perhatian.

``Dalam konteks ini Malaysia telah wujud hasil dari cantuman tiga wilayah, Persekutuan Tanah Melayu, Sabah dan Sarawak. Persekutuan Tanah Melayu pula diasaskan atas tapak Kesultanan Melayu Melaka sebelum Melaka dijajah oleh Portugis dalam tahun 1511. Perkataan `Negeri-Negeri Melayu Bersekutu' dan `Negeri-Negeri Melayu Tak Bersekutu' dan `Persekutuan Tanah Melayu' masih wujud dalam undang-undang kita.

Dengan lain perkataan, negara Malaysia adalah berteraskan kepada sejarah Melayu, evolusi politik Melayu, nasionalisme Melayu yang hidup subur dan Kepulauan Melayu yang mempunyai sejarah kebudayaan Melayu.

``Perkataan `Malaysia' itu sendiri pun mempunyai erti Melayu dalam erti `Melayu Raya'. Faktor-faktor dan hakikat inilah yang melahirkan Negeri-Negeri Melayu, Persekutuan Tanah Melayu dan akhirnya Malaysia.''

Secara tersirat, pengekalan institusi raja di negara ini adalah satu penerusan mengekalkan identiti sebuah kerajaan Melayu di tanah air warisan bangsa. Atas fahaman tersebut, Tunku Abdul Rahman (Almarhum) ketika merangka formula membentuk kerajaan, mengasaskan sistem berkerajaan dan bernegara atas landasan yang menggabungkan institusi raja dan institusi rakyat. Konsep Raja Berperlembagaan memberikan wajah baru kepada institusi yang telah lama berakar di bumi ini.

Formula yang dipilih oleh Tunku Abdul Rahman, sebenarnya berpegang teguh kepada semangat permuafakatan yang sekian lama termeterai antara Sang Sapurba dengan Demang Lebar Daun - satu kontrak sosial antara raja dengan rakyat serta rakyat dengan taja. Satu ramuan persefahaman yang menjalin talian hubungan lalu membina rangkaian kerja yang harmonis lagi seimbang.

Perlembagaan Merdeka digubal berlatarbelakangkan senario kebangkitan semangat nasionalisme Melayu. Dalam luapan semangat menuntut kemerdekaan, orang Melayu merasa tergugat akan kedudukan mereka dalam entiti politik di sebuah negara yang komposisi warganya bukan sahaja terdiri daripada pelbagai kaum dan agama juga mengamalkan pelbagai budaya dan menguasai pelbagai bahasa.

Tergugat

Orang Melayu bimbang akan pencapaian taraf sosioekonomi mereka yang jauh ketinggalan secara perbandingan dengan kaum-kaum lain. Bahawa orang Melayu memerlukan satu jaminan yang meyakinkan; bahawa kedudukan mereka sebagai rakyat pribumi tidak terancam dan tidak tergugat. Faktor-faktor agama, bangsa, bahasa dan budaya di samping taraf pencapaian sosioekonomi merupakan komponen penting yang mempengaruhi jiwa dan pemikiran bangsa ketika itu.

Kebimbangan orang Melayu dijawab melalui jaminan perundangan dengan memaktubkan di dalam Perlembagaan, klausa-klausa tertentu menyentuh agama Islam, institusi raja Melayu, adat istiadat Melayu, bahasa Melayu dan kedudukan istimewa orang Melayu. Takrif bangsa Melayu diperkemas, diikat dengan adat, disimpul dengan bahasa, disalut dengan agama. Perlembagaan Merdeka telah memperkukuhkan kedaulatan raja-raja dengan memaktubkan secara tersurat klausa-klausa berhubung raja.

Di samping mengekalkan tradisi kesultanan di peringkat negeri, satu lapisan sistem beraja di peringkat persekutuan telah diperkenalkan sekali gus mengangkat institusi raja ke altar yang lebih tinggi.

Keyakinan bangsa diperkukuhkan apabila diperkenalkan konsep Ketua Negara - dikenali sebagai Seri Paduka Baginda Yang di-Pertuan Agong dan hanya boleh diisi daripada kalangan raja-raja Melayu. Seri Paduka Baginda Yang di-Pertuan Agong adalah institusi yang mewakili raja sementara rakyat diwakili oleh institusi Parlimen. Lalu terbinalah sistem kerajaan Raja Berperlembagaan dan Demokrasi Berparlimen. Institusi raja diberikan peranan penting sebagai pelengkap untuk memenuhi aspirasi bangsa - untuk menangani kegelisahan rakyat.

Institusi raja berupaya memberikan satu keyakinan psikologi untuk melindungi kepentingan bangsa dan melakukan keadilan kepada warga keseluruhannya. Institusi raja menjadi lambang penyatuan dalam kepelbagaian.

Adalah hakikat yang tidak dapat disanggah bahawa bumi ini adalah bumi Melayu pada asalnya, bumi yang telah mencipta satu tamadun - membina satu budaya bangsa yang dikenali sebagai Melayu. Namun realiti juga tidak membolehkan bumi ini secara eksklusif milik bangsa Melayu.

Komposisi rakyat Malaysia kini terdiri daripada warga pelbagai kaum - pelbagai agama. Raja bertanggungjawab memberi naungan kepada setiap warga yang memperlihatkan kesetiaan kepada negara serta bersedia menerima hidup secara rukun dalam dimensi sosiopolitik berteraskan Melayu.

Raja juga telah dimaktubkan sebagai ketua agama Islam. Peranan ini telah diwarisi sejak era Kesultanan Melayu Islam dan tidak pernah dipindahkan bidang kuasanya. Islam adalah petunjuk moral kepada pemerintahan yang harus diterjemahkan melalui sifat adil lagi saksama, tidak melakukan kezaliman - tidak melakukan penindasan - nilai yang sejagat sifatnya - nilai yang terkandung dalam semua agama.

Ajaran Islam begitu sebati dengan institusi Kesultanan Melayu kerana telah sedia terkandung perselarian nilai dan amal yang dianjurkan oleh Islam dalam sistem pemerintahan di era Kesultanan Melayu. Undang-undang Melaka umpamanya menjelaskan bahawa martabat tinggi seseorang sultan itu dinilai dari sudut amal makruf baginda menyempurnakan tanggungjawab.

Keyakinan rakyat terhadap institusi raja terbina hasil daripada kebijaksanaan institusi berkenaan memenuhi pengharapan rakyat. Dalam memenuhi peranan raja telah secara bijaksana berjaya memahami denyut nadi dan denyut jantung rakyat yang berada di bawah naungan terutama perkara-perkara yang dianggap tidak membawa kebaikan kepada anak bangsa dan anak negeri.

Raja-Raja Melayu mengikuti secara dekat perkembangan yang berlaku bukan sahaja di negeri masing-masing malah di dunia luar. Dasar British yang membuka secara luas kepada para pelabur asing dan kemasukan imigrasi pelbagai bangsa sejak kurun kesembilan belas sehingga pertengahan kurun kedua puluh, dilihat sebagai pencabar utama kepada ketuanan Melayu.

Raja-Raja Melayu pernah menzahirkan kebimbangan terhadap pelantikan Sir Henry Gurney sebagai Pesuruhjaya di Tanah Melayu pada tahun 1948 berasaskan kebimbangan Duli-Duli Tuanku itu terhadap apa yang dilakukan oleh Henry Gurney ketika bertugas sebagai Setiausaha Negara di Palestin terhadap penduduk Arab. Mesyuarat Raja-Raja Melayu pada 24 Mei 1950, menzahirkan teguran terhadap rancangan penempatan semula yang dianggap mencuri hak tanah kepunyaan Melayu.

Dalam pada itu, amalan kesaksamaan kepada rakyat pelbagai agama, pelbagai kaum, pelbagai budaya dan pelbagai bahasa adalah sebahagian daripada sifat dan citra raja Melayu. Kesultanan Melayu Melaka mengiktiraf bahawa kemajuan, kemakmuran, perkembangan intelek sesebuah negara bangsa harus didukung bersama antara pembesar istana, dagang dan senteri serta rakyat jelata baik daripada anak negeri mahupun oleh orang luar. Kerana itu Kesultanan Melayu Melaka mengamalkan dasar perdagangan terbuka lagi bebas dan menggalakkan berlakunya perkembangan intelek dan keilmuan asalkan raja, adat resam dan undang-undang Melaka dihormati.

Dalam usaha memperkukuh identiti bangsa, jaminan-jaminan yang termaktub dalam perlembagaan tidak membawa erti tanpa didukung dengan rangka kerja strategik dan usaha pelaksanaan secara bersungguh. Kerana itu selepas 12 tahun mencapai kemerdekaan kerana kelekaan dalam melaksanakan program pengukuhan bangsa - negara bergolak.

Peristiwa 13 Mei 1969 adalah letusan reaksi bangsa kepada keadaan ketidakseimbangan dalam agihan hasil kemakmuran selepas negara mencapai kemerdekaan. Kepimpinan politik negara terkejut - disedarkan daripada mimpi riang kemerdekaan. Rangka kerja baru diperkenalkan melalui program Dasar Ekonomi Baru (DEB) untuk mengimbangkan agihan kekayaan di kalangan warga.

Maruah

Pengukuhan identiti menuntut kepada satu tahap piawaian pencapaian yang tinggi - melibatkan isi - melibatkan kualiti - melibatkan kompetensi - melibatkan produktiviti. Bangsa dituntut mencatat prestasi pencapaian yang boleh dijadikan mercu kebanggaan dengan menjelmakan barisan bangsa yang berupaya berdiri tegap di bumi. Bangsa perlu disemai jati diri yang sejati - punya maruah - punya harga diri, tidak boleh dijual beli - tidak mungkin boleh tergadai.

Bangsa kini bagaikan lemas menghadapi sistem nilai - bagaikan tergoyang menghadapi godaan kebendaan. Semangat bangsa bagaikan rapuh dalam menghadapi kekencangan angin globalisasi. Bangsa bagaikan tidak konsisten antara ungkapan dengan perbuatan - antara kalam di lidah dengan bisikan di hati.

Kukuh atau lemahnya bangsa bergantung kepada bangsa itu sendiri. Allah telah berfirman bahawa nasib sesuatu bangsa itu ditentukan oleh bangsa itu sendiri. Jangan disalahkan ibu mengandung ketika bangsa kembali gusar. Bangsa perlu melakukan perekayasaan (reengineering) minda. Minda perlu diperkukuhkan dalam menghadapi gelombang globalisasi. Bangsa harus bangun dengan azam - dengan tekad, secara jujur - secara ikhlas melahirkan lebih ramai pendekar bersemangat Hang Tuah untuk menghadapi era globalisasi yang menuntut kepada daya saing.

Hang Tuah adalah pendekar Melayu yang membina kekuatan sendiri sebelum mendapat pengiktirafan raja. Bersandarkan kekuatan yang sedia terbina, diperlengkapkan dengan pengiktirafan raja, Hang Tuah berupaya bersaing di peringkat serantau dan di peringkat global baik secara fizikal, baik dari sudut spiritual - demikian jua di peringkat intelek mahupun dalam muslihat. Hang Tuah bernaung di bawah payung raja tetapi tidak selamanya berteduh di bawah payung kerana takut dibakar panas - kerana bimbang dibasahi hujan.

Kekuatan Hang Tuah tidak luntur ketika dimurkai sultan sewaktu membawa diri bersembunyi di Hulu Melaka. Malah dalam saat pahit dan getir, Hang Tuah tidak sama sekali tergoyang dari semangat kesetiaan kepada bangsa, raja dan negara. Hang Tuah cekal dan kekal dengan kesetiaan kepada perjuangan baik di masa senang begitu juga di masa susah.

Kejayaan Hang Tuah dilandaskan kepada disiplin _ dibina atas kesungguhan - diperkukuhkan dengan kecekalan - diperhebatkan dengan kearifan. Hang Tuah tekad melaksanakan tugas atas nama raja - atas nama negara - atas nama bangsa.

Hang Tuah cekal menuntut ilmu - tekun mengharungi pengalaman, melengkapkan diri dengan kekuatan zahir dan kekuatan batin - kekuatan akal dan kekuatan dalaman. Hang Tuah tidak membina kekayaan diri dan kekayaan keluarga. Hang Tuah adalah lambang kekuatan - lambang kesetiaan kepada perjuangan.

Bangsa perlu mengambil pengajaran. Cabaran ekonomi dunia berpaksikan pengetahuan memerlukan bangsa menumpukan agenda pengisian minda dengan ilmu, pengetahuan dan kemahiran. Mengutamakan ilmu dan mementingkan pengetahuan adalah sebahagian daripada budaya Melayu.

Sejarah menunjukkan bahawa darjat dan daulat seseorang raja di zaman silam, disandarkan kepada kebijaksanaan raja menguasai ilmu, hingga membolehkan raja melaksanakan pemerintahan dengan arif lagi bijaksana.

Istana

Istana berperanan besar mengembangkan ilmu dan pengetahuan, melahirkan cendekiawan dan pendeta. Istana merupakan gedung khazanah ilmu dan pusat perkembangan ilmu, tempat cerdik pandai dipilih untuk diberikan tanggungjawab utama, berkhidmat membantu raja melaksanakan urusan negeri. Istana merupakan tempat terkumpulnya ulama dan ilmuwan.

Kerana itu raja sangat menyedari akan kepentingan peranan ilmu dan pengetahuan untuk mengupayakan sistem berkerajaan dapat berfungsi secara cekap lagi berkesan. Membangunkan institusi ilmu adalah antara perkara yang diberikan perhatian oleh raja.

Penubuhan Maktab Melayu Kuala Kangsar, Kolej Tunku Kursiah, Sultan Idris Training College, adalah hasil daripada tuntutan raja-raja. Tabung pendidikan dan tabung biasiswa ditubuhkan di setiap negeri atas titah Raja-Raja.

Perhatian berat raja-raja terhadap pendidikan begitu ternyata apabila Duli-Duli Yang Maha Mulia Sultan Perak, Kelantan, Perlis, Pahang, Selangor berserta Yang Dipertuan Besar Negeri Sembilan, Pemangku Raja Johor, serta Undang Luak Rembau dan Undang Luak Jelebu, mencemar duli berangkat ke Raffles College di Singapura untuk menyaksikan acara bersejarah penubuhan Universiti Malaya pada 8 Oktober 1949.

Bangsa yang telah kukuh identitinya akan menjadi lebih yakin - lebih bersedia - lebih berani menghadapi persaingan. Kekuatan dalaman akan mengupayakan bangsa sampai ke tahap jatuh ke tanah menjadi bukit - jatuh ke air menjadi pulau. Bangsa yang kekuatannya berupaya mencipta kejayaan, tentunya tidak lagi dipandang rendah.

Ketika itu klausa-klausa yang terkandung dalam perlembagaan berhubung kedudukan istimewa bangsa serta naungan institusi raja hanyalah berfungsi sekadar supplement kepada batang tubuh yang sedia sihat dan kuat. Ingatlah! Kekuatan bangsa tidak boleh dibina semata-mata dengan supplement.

Bahawa pendekatan yang menekankan kepada pergantungan supplement akan hanya membina kekuatan palsu. Dibimbangkan batang tubuh akhirnya bertambah lemah kerana berlakunya sindrom pergantungan.

Kegagahan Hang Tuah tidak bergantung semata-mata kepada kesaktian `Taming Sari' kerana Hang Tuah adalah `Hang Tuah' dan `Taming Sari' hanya berperanan mengesaktikan batang tubuh yang telah sedia kuat.

Program mengilmukan bangsa perlu diberikan fokus. Institusi pendidikan baik yang dilaksanakan oleh kerajaan mahupun swasta, baik aliran kebangsaan mahupun aliran agama hendaklah menekankan aspek kualiti.

Kurikulum perlu digubal untuk memenuhi keperluan semasa. Kini dunia berada dalam era teknologi maklumat dan komunikasi. Institusi pendidikan adalah tapak semaian pembangunan minda dan pembangunan intelek.

Bahawa usaha membangunkan anak bangsa itu adalah satu perjuangan. Tumpuan sepenuhnya hendaklah dijurus kepada penekanan kualiti. Prasarana pendidikan dari segi lokasi, saiz, tenaga penggerak dan tenaga akademik hendaklah dibangunkan berasaskan penilaian yang selaras dengan matlamat mencapai kualiti. Anak-anak didik tidak harus dijadikan bahan eksperimen dan mangsa kepada muslihat-muslihat lain.

Isu integrasi adalah isu nasional yang perlu didukung oleh setiap lapisan rakyat daripada pelbagai kaum dan pelbagai fahaman politik. Perpaduan warga perlu dibina daripada dalaman hingga tersemai rasa saling mempercayai - saling memahami - saling menghormati antara kaum. Warga yang berpadu lagi bersatu adalah aset penting untuk membantu membina sebuah negara maju yang stabil lagi makmur.

Kekuatan bangsa hari ini kelihatan terlalu bergantung kepada kekuatan politik. Kekuatan politik dalam sistem demokrasi boleh sementara sifatnya. Kekuatan politik boleh terancam jika berlakunya terlalu banyak pertelingkahan yang bukan sahaja tercetus di antara parti-parti politik Melayu malah turut berlaku dalam sesebuah parti.

Kekuatan politik akan berada dalam zon yang lebih membahayakan jika kuasa politik boleh dibeli dengan wang dan ringgit. Akan tergadailah prinsip dan matlamat perjuangan bangsa jika kuasa politik sudah boleh diperdagangkan.

Bahawa politik negara masih belum dapat dibebaskan daripada sentimen perkauman. Isu perkauman masih timbul, masih digunakan oleh sesetengah pihak bagi meraih keuntungan politik. Isu agama turut diheret dalam gelanggang politik sebagai usaha mencari pengaruh. Setiap satunya ini akan senantiasa menjadi ancaman kepada usaha memperkukuh identiti bangsa dan memperteguh perpaduan warga.

Dalam dinamik politik yang sedang berlaku, bertambah penting bagi raja-raja untuk berada di atas segala yang sedang berlaku - bersifat berkecuali supaya dalam keadaan berlakunya krisis, institusi raja dapat memberikan nasihat, teguran dan pandangan yang mencerminkan keadilan. Sebagai payung negara, institusi raja perlu memberi naungan secara saksama kepada setiap warga.

Sebagai Ketua Agama Islam dan pelindung kepada adat Melayu, institusi raja bertanggungjawab memastikan kesucian agama tidak tercemar dan identiti bangsa kekal dilindungi. Untuk memenuhi peranan sedemikian, payung tersebut yang menjadi lambang kedaulatan negara perlu dijaga secara baik.

Atas semangat memelihara lambang kedaulatan negara, Hang Tuah memilih untuk mengorbankan sahabat kesayangannya walau dituduh melakukan kesetiaan melulu. Hang Tuah tidak sekadar membunuh Hang Jebat tetapi menentang satu penderhakaan - menentang perebutan kuasa.

Hang Tuah bukan sekadar mempertahankan seorang Raja tetapi mempertahankan lambang negara kepada sebuah kerajaan demi memastikan bahawa Melayu tidak akan hilang di dunia. Tanpa kerajaan apalah ertinya lagi sebuah negara.

Muzium

Beta senantiasa mengambil ingatan dan menjadikan pedoman ungkapan titah paduka seri ayahanda beta, Duli Yang Maha Mulia Sultan Azlan Muhibbuddin Shah sewaktu Baginda dianugerahkan Ijazah Kehormat Doktor Undang-Undang oleh Universiti Sains Malaysia dalam tahun 1975; ``Bahawa selagi rakyat menaruh kepercayaan terhadap raja dan menghormati institusi beraja, selagi itulah takhta tidak akan dipindahkan dari istana ke muzium.''

Baginda juga memperingatkan bahawa takhta juga tidak boleh lari dari hukum Allah, hukum yang ditetapkan ke atas seluruh umat manusia tanpa mengira raja atau rakyat.

Beta senantiasa insaf bahawa kekuatan serta kelemahan, citra dan daulat raja-raja bergantung pada citra serta keutuhan raja-raja Melayu. Penghormatan dan kemuliaan kepimpinan diraja berlaku secara dua hala, bahawa raja adil - raja disembah.

Pendemokrasian pendidikan telah melahirkan masyarakat lebih terbuka. Rakyat semakin terdedah dengan sumber maklumat dan berada dalam kedudukan yang berupaya membuat penilaian terhadap Institusi Raja.

Beta amat insaf bahawa raja dan kerabat diraja hari ini tidak lagi bersemayam secara isolasi dalam batasan perkarangan istana. Melalui pendedahan pendidikan berserta pendedahan kepada teknologi maklumat dan komunikasi, raja sama berpeluang mengikuti pelbagai peristiwa secara langsung tanpa tapisan. Perhubungan rakyat dengan raja tidak lagi terbatas kepada sekumpulan pembesar istana. Ia adalah satu perkembangan sihat membolehkan raja memahami realiti, bahawa darjat dan daulat seseorang raja tidak akan bulat datang menggolek - tidakkan pipih datang melayang. Raja perlu membuktikan satu tahap pencapaian, mempamerkan perilaku dan keperibadian yang sejajar diberikan kemuliaan.

Beta mengambil pengajaran bahawa takhta yang kini tinggal dalam sejarah adalah kerana salah nasihat yang diberi oleh pembesar-pembesar istana yang tidak bertanggungjawab, yang menyalahgunakan nama mulia seseorang raja.

Mereka mencari keuntungan bagi kepentingan diri sendiri tanpa memikirkan kepentingan rakyat dan kepentingan negara. Sejarah juga merakamkan penyelewengan dan penyalahgunaan kuasa sering kali dilakukan oleh pembesar-pembesar atas nama takhta secara mengambil kesempatan berteduh di bawah payung kuasa dan naungan takhta.

Kekuatan dan kelemahan seseorang raja bergantung kepada kelemahan dan kekuatan rakyat terutama di kalangan yang diberi amanah menjadi pembesar dan penasihat kepada raja.

Hubungan raja, pembesar, pemimpin dan rakyat perlu dibina secara sihat, disuburkan melalui hubungan komunikasi yang berkesan. Beta yakin jika jambatan komunikasi yang kukuh dapat dibina, persefahaman dapat diluaskan dan hubungan baik dapat diakrabkan dan raja dapat berfungsi secara bijak lagi saksama.

Dalam merumuskan keputusan, raja bergantung kepada fakta dan maklumat yang disembahkan. Raja tidak berupaya melakukan yang terbaik dan yang paling bijak jika tidak disembahkan dengan nasihat yang betul dan maklumat yang tepat, jika terus dipagari dengan budaya kepura-puraan.

Oleh itu amatlah penting untuk raja disembahkan pandangan secara tepat, secara objektif berlandaskan kebenaran dan fakta.

Adalah penting untuk barisan yang dipertanggungjawabkan menasihati raja bersifat ikhlas, arif lagi berilmu, berkata benar supaya raja tidak dibuai dalam khayalan dan tidak diulit dengan gurindam pujian.

Bapa kepada raja adalah syariat ajaran Rasul

Ibu kepada raja adalah adat dan undang-undang

Saudara kepada raja adalah segala menteri besar dan kecil

Anak kepada raja adalah segala rakyat jelata

Bahawa raja itu bagaikan tiada bapa, ibu dan anak

Tidak diutamakan oleh raja atas kepentingan lain melainkan rakyat jelata

Malah ungka si amang di hutan jua adalah di bawah jagaan raja

Menjalankan pemerintahan dengan adil

Memelihara agama - Menjamin keamanan

Menunaikan kewajipan dengan penuh iltizam

Jika raja gagal menjunjung kebenaran ini

Maka hancur musnahlah negara

Semoga Raja Kita Selamat Bertakhta.
Friday, December 17, 2004 | 0 comments

Blog Archives