Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?

Pages

Written By JOM JALAN on 31/03/05 | Khamis, Mac 31, 2005



Malaysia car thieves steal finger
By Jonathan Kent BBC News, Kuala Lumpur
Police in Malaysia are hunting for members of a violent gang who chopped off a car owner's finger to get round the vehicle's hi-tech security system.
The car, a Mercedes S-class, was protected by a fingerprint recognition system.
Accountant K Kumaran's ordeal began when he was run down by four men in a small car as he was about to get into his Mercedes in a Kuala Lumpur suburb.
The gang, armed with long machetes, demanded the keys to his car.
It is worth around $75,000 second-hand on the local market, where prices are high because of import duties.
Stripped naked
The attackers forced Mr Kumaran to put his finger on the security panel to start the vehicle, bundled him into the back seat and drove off.
But having stripped the car, the thieves became frustrated when they wanted to restart it. They found they again could not bypass the immobiliser, which needs the owner's fingerprint to disarm it.
They stripped Mr Kumaran naked and left him by the side of the road - but not before cutting off the end of his index finger with a machete.
Police believe the gang is responsible for a series of thefts in the area.
Story from BBC NEWS:
http://news.bbc.co.uk/go/pr/fr/-/2/hi/asia-pacific/4396831.stm

Published: 2005/03/31 10:37:04 GMT

© BBC MMV

Khamis, Mac 31, 2005 | 0 ulasan

Megawati Terpilih Lagi Secara Aklamasi


Media Indonesia

SANUR--MIOL: Megawati Soekarnoputri terpilih kembali secara aklamasi sebagai Ketua Umum PDIP periode 2005-2010, dalam kongres ke-2 PDIP yang berlangsung di Sanur, Denpasar, Kamis.
Dengan terpilihnya kembali ini, mantan presiden RI tersebut, diberi kewenangan untuk menyusun kepengurusan "kabinet" PDIP periode lima tahun ke depan.
Dalam sidang yang dipimpin oleh Frans Leburaya, ketua DPD PDIP NTT yang juga Wagub NTT ini, seluruh peserta kongres sepakat memilih Megawati.
Begitu palu diketok, semua peserta berdiri menyanyikan lagu "Ibu Mega Siapa Yang Punya".
Saat berita ini diturunkan, suasana kongres hingar bingar, seluruh
peserta tampak bergembira atas terpilihnya kembali Megawati dengan
bernyanyi bersama sambil berjoget. (Ant/X-9)
Khamis, Mac 31, 2005 | 0 ulasan

Jackson jury told of abuse claims
A psychologist who was the first person to hear the abuse claims by Michael Jackson's young accuser has taken the stand at the pop star's trial.
Stan Katz, whose evidence is believed to be pivotal, said he interviewed Gavin Arvizo and his brother to see if they had "possibly been abused".
He was questioned about his ties to a lawyer who represented another young accuser of Michael Jackson in 1993.
The star denies 10 charges, including child abuse and false imprisonment.
Mr Katz said he interviewed the teenage boy - as well as his brother, sister and mother - because he had appeared in a TV documentary and was "possibly molested".
It was during his interviews in May and June 2003 that Gavin Arvizo made the first claims of sexual abuse against Michael Jackson. These were reported to the authorities by Mr Katz.
Contradictory claim
Under cross-examination, Mr Katz was questioned about his links to a lawyer who had represented another teenage boy who made similar claims against Mr Jackson in 1993 and won a $20m settlement.
Earlier, the prosecution had resumed questioning flight attendant Cynthia Bell who had flown with Mr Jackson, Gavin Arvizo and his family from Miami to California in 2003.
She said that though she had served wine to the star in a can, she never saw the boy or any other children drink from it.
When asked if she had seen Mr Jackson cuddle Gavin, she said: "I wouldn't say cuddle. He had his arm around him at times while listening to music."
On Tuesday, the man who first introduced Michael Jackson to Gavin Arvizo said the boy - who was then 13 and undergoing cancer treatment - had wanted to meet the star, who had agreed.
Jamie Masada, owner of the Laugh Factory comedy camp for underprivileged children, said the boy's mother had turned down a large sum of money, contradicting a claim by the defence that the family is motivated by money.
Story from BBC NEWS:
http://news.bbc.co.uk/go/pr/fr/-/2/hi/entertainment/4395639.stm

Published: 2005/03/30 21:43:13 GMT

© BBC MMV
Khamis, Mac 31, 2005 | 0 ulasan

23 Maret, 2005 - Published 17:05 GMT
Pembunuh Minnesota 'pengagum Hilter'
Jeff Weise, remaja yang polisi katakan menembak enam orang di Minnesota,
adalah pemuda yang tidak puas yang mungkin menyatakan kekaguman kepada Adolf Hitler di situs internet neo Nazi.
Remaja bersenjata itu menembak mati dua orang termasuk kakeknya kemudian membunuh tujuh orang lainnya di sekolah menengah dia sebelum bunuh diri.
Menurut beberapa saksi mata, salah seorang korban terdengar merengek meminta ampun kepada "Jeff" saat remaja dengan senjata berkeliling Sekolah Menengah Atas Red Lake dengan menyeringai dan melambai-lambaikan tangan.
Sekolah itu terdapat di daerah terpencil Red Lake di cagar suku pribumi Amerika dekat perbatasan Kanada.
Sekitar 10.000 anggota Suku Red Lake Chippewa dimana Weise salah satunya, tinggal di cagar suku pribumi itu.
Rekan-rekannya menyebutkan, Weise, pemuda tinggi berusia 16 tahun, mencat mukanya dengan gaya ghotic dan mengenakan pakaian hitam.
'Aneh'
Beberapa saksi mata menyebutkan dia sering digoda di sekolah.
Menurut surat kabar setempat, St Paul Pioneer Press, keluarga Weise menyatakan ayahnya melakukan bunuh diri empat tahun lalu dan ibunya tinggal di rumah jompo di Minneapolis sejak menderita cedera otak akibat kecelakaan mobil.
Surat kabar itu mengutip siswa yang berada di sekolah waktu terjadi serangan yang mengatakan, dia pernah satu kelas dengan Weise namun tidak masuk sekolah belakangan ini.
Dia mengatakan kepada koran itu, Weise dipandang "aneh" oleh siswa lain.
"Dia suka mengacau," katanya.
Menurut dia, Weise tidak pernah berbicara mengenai Nazi namun ditambahkan, "Dalam gambar yang dia buat, orang dengan topi kecil mengenakan tanda Nazi".
'Pengagum Hitler'
Seorang pengirim terhadap forum situs internet neo Nazi menyebut dirinya Jeff Weise.
Dalam serangkaian kiriman surat yang dimulai sekitar setahun lalu dengan nama samaran Todesengel ("Malaikat Maut" dalam bahasa Jerman),dia menyatakan
tertarik bergabung dalam kelompok itu.
"Saya kira saya selalu membawa kekaguman kepada Hilter dan tindakannya serta keberaniannya untuk menduduki negara lebih besar. Saya juga memiliki kecenderungan tidak menyukai komunisme," tulis Weise.
"Kemarahan timbul dalam diri saya mengenai bagaimana orang-orang melakukan penghakiman terhadap seseorang sekalipun seperti menyatakan 'saya mendukung apa yang Hitler lakukan' tanpa mendengar apa yang dikatakan. Kemarahan ini berlipat ganda jika berasal dari etnik minoritas," kata Weise.
Khamis, Mac 31, 2005 | 0 ulasan

Pasukan penyelamat temui 430 mayat

Written By JOM JALAN on 30/03/05 | Rabu, Mac 30, 2005


DR. HAOGOMBOWO duduk di sisi mayat isterinya, Lisbet Sihanturi yang ditempatkan di rumah mayat sementara selepas terkorban akibat gempa bumi. - Gambar AP.

JAKARTA 29 Mac - Pasukan penyelamat hari ini berjaya menemui kira-kira 430 mayat dalam runtuhan bangunan di Pulau Nias, selepas satu kejadian gempa bumi melanda kawasan berkenaan lewat semalam.
Jurucakap Agensi Penyelarasan Bantuan Bencana Alam Kebangsaan, Budi Atmaji Adiputro berkata, angka korban akibat gempa bumi semalam mungkin meningkat dalam tempoh terdekat ini.
Ini menurutnya adalah disebabkan banyak lagi mayat yang dipercayai masih terperangkap dalam runtuhan bangunan.
Awal hari ini, terdapat laporan bercanggah mengenai bilangan penduduk yang terbunuh dalam kejadian gempa bumi semalam dengan Timbalan Presiden Indonesia, Jusuf Kalla meletakkan jumlah itu kepada 2,000 orang.
Namun begitu, beberapa pegawai kerajaan menafikan dakwaan terbabit dan mengatakan jumlah kematian di Pulau Nias adalah jauh lebih rendah.
Jusuf ketika memberitahu stesen Radio el-Shinta menjelaskan, anggaran itu dibuat berdasarkan kepada penilaian kemusnahan ke atas bangunan-bangunan dan bukannya jumlah mayat.
Beberapa pegawai di Pulau Nias memberitahu, ratusan bangunan di bandar Gunungsitoli runtuh dan dipercayai ramai daripada penduduk di dalam bangunan tersebut mati. - AP
Rabu, Mac 30, 2005 | 0 ulasan

2,000 terkorban -- * Pulau Nias paling teruk dilanda gempa * Ombak tsunami tidak berlaku
KUALA LUMPUR 29 Mac - Gempa bumi kuat di perairan barat Sumatera tengah malam tadi yang turut mencemaskan Semenanjung, setakat ini mengorbankan lebih 2,000 orang di Pulau Nias, Sumatera.
Tiada kematian dilaporkan di Malaysia.
Gegaran itu berukuran 8.5 pada skala Richter, bersamaan kekuatan letupan 5 bilion tan bahan peledak TNT.
Wartawan Utusan Malaysia, ZULKEFLI HAMZAH melaporkan dari Jakarta, Gunung Sitoli, ibu kota Pulau Nias musnah teruk akibat gempa bumi yang berlaku kira-kira pukul 11.09 malam waktu tempatan (12.09 waktu Malaysia).
Gambaran awal di pulau itu mendapati jambatan-jambatan runtuh, bangunan-bangunan ranap dan jalan-jalan terbelah.
Pagi ini sukarelawan mula mengeluarkan mayat daripada runtuhan bangunan dan di tepi jalan manakala banyak lagi mayat yang tidak sempat dikeluarkan hanya ditutup dengan kain.
Kota Gunung Sitoli didiami kira-kira 80,000 orang manakala daerah kecil Nias seramai 500,000 orang dan Nias Selatan (285,000).
Gelombang tsunami yang dikhuatiri akan berlaku di perairan Malaysia sekitar enam jam selepas gempa pada pukul 12.09 tengah malam tadi itu - juga tidak berlaku.
Jarak pusat gempa dengan perairan Malaysia ialah kira-kira 500 kilometer.
Beribu-ribu penduduk di perairan pantai Kedah, Pulau Pinang, Perlis, Perak - yang dipindahkan mulai 1 pagi - pulang ke rumah masing-masing 8 pagi ini. Rata-rata mereka masih trauma dengan kejadian tsunami 26 Disember lalu.
Mengapa tsunami tidak berlaku? Menurut pakar gempa bumi, gegaran berlaku kira-kira 30 kilometer di dasar laut - terlalu dalam untuk mencetuskan gelombang besar.
Semasa tragedi tsunami lalu, pusat gegaran hanya terletak 7 kilometer dari permukaan air.
Tengah hari ini, gegaran susulan dirasai sekali lagi di beberapa tempat di Lembah Klang.
Gempa bumi raksasa malam tadi berlaku lebih 200 kilometer ke selatan pusat gempa bumi yang mengorbankan lebih 400,000 nyawa di Aceh, Thailand, Sri Lanka, India dan Malaysia - sehari selepas Krismas lalu itu.
Kekuatannya ketika itu ialah 9 pada skala Richter - atau bersamaan letupan 32 bilion tan bahan peledak TNT.
Menurut pakar, gempa kuat malam tadi adalah susulan kepada gempa bumi Disember lalu.
Gegaran itu turut dirasai sejauh India dan Thailand serta wilayah yang berdekatan dengan Lautan Hindi.
Sementara itu, Naib Presiden Indonesia, Yusuf Kalla selepas mengadakan mesyuarat tergempar berkata, jumlah kematian 2,000 orang itu merupakan anggaran awal.
Gempa bumi ini berlaku di laut di antara Pulau Nias dan Pulau Simeulue pada kedalaman 30 kilometer di bawah laut atau 205 kilometer sebelah barat Sibolga dan 245 kilometer barat daya kota Medan.
Rabu, Mac 30, 2005 | 0 ulasan

Written By JOM JALAN on 29/03/05 | Selasa, Mac 29, 2005


Lagi gempa bumi kuat -- Gegaran pada 8.2 skala Richter turut dirasai di Malaysia
KUALA LUMPUR 28 Mac - Gempa bumi kuat berukuran 8.2 skala Richter di laut utara Sumatera menggegarkan pulau itu serta Semenanjung Malaysia selain kawasan pantai Sri Lanka, selatan India, Singapura dan pantai Thailand.
Gegaran pada kira-kira pukul 11.09 malam waktu tempatan (12.09 tengah malam waktu Malaysia) boleh mengulangi ancaman tsunami yang melanda beberapa negara Asia 26 Disember lepas dan mengakibatkan 300,000 orang hilang atau maut. Ia akibat gempa berskala 9 Richter berpusat di kawasan yang sama.
Pihak berkuasa negara-negara terlibat termasuk Malaysia memberi amaran kepada penduduk pesisiran pantai yang berpotensi dilanda tsunami supaya mengambil langkah-langkah perlu.
Jabatan Kaji Cuaca Malaysia dalam satu kenyataan menasihatkan orang ramai di sekitar kawasan pantai di Pulau Pinang, Perak, Kedah, Perlis dan Pulau Langkawi supaya berpindah ke kawasan lebih tinggi.
``Gempa bumi ini berpotensi untuk menghasilkan tsunami yang boleh memusnahkan,'' jelas kenyataan itu.
Orang ramai yang tinggal di bangunan-bangunan tinggi di beberepa negeri seperti Pulau Pinang, Perak, Selangor, Kuala Lumpur dan Lembah Kelang, Melaka serta Johor, bergegas turun apabila kediaman mereka bergegar, sebagai langkah berjaga-jaga.
Kajian Geologi Amerika Syarikat (USGS) berkata, gempa bumi itu berukuran 8.2 pada skala Richter. Agensi Meteorologi Jepun pula menyatakan ia berukuran 8.5 pada skala Richter.
Gempa bumi terbaru itu berlaku tiga bulan selepas malapetaka yang sama mencetuskan ombak besar tsunami di 11 buah negara Asia dan Afrika.
Gegaran yang berlaku pada 26 Disember lalu menyebabkan lebih 174,000 orang terbunuh, 106,000 lagi hilang manakala 1.5 juta penduduk kehilangan tempat tinggal.
USGS di Golden, Colorado berkata, gempa itu berlaku pada pukul 11.09 malam waktu tempatan.
Pusat gegarannya terletak kira-kira 205 kilometer ke barat Sibolga dan 245 kilometer ke barat daya Medan.
Jurucakap Jabatan Meteorologi dan Geofizik Indonesia, berkata gegaran itu berlaku selama tiga minit di satu kawasan perairan di antara bandar Padang dan Medan.
Para pegawai Indonesia berkata, gempa bumi itu telah mencetuskan keadaan panik di kalangan para penduduk di pulau Sumatera dan menyebabkan bekalan elektrik terputus.
Sementara itu di Melaka, kira-kira 300 pesakit dan kakitangan Pusat Perubatan Melaka di arah berkumpul di pintu masuk unit kecemasan hospital itu setelah mendapat arahan dari bahagian keselamatan di situ ekoran berlakunya gegaran kuat.
Mereka berkumpul pada pukul 12.15 malam.
Gegaran lebih kurang tiga minit itu turut berlaku di kawasan berdekatan pantai seperti di Limbongan, kelebang, Tengkera, Ujong Pasir dan Melaka Raya. Sebanyak 50 penghuni di Kondominium Pasir Mas di Ujong Pasir terpaksa turun dari rumah masing-masing dan berkumpul di tempat letak kereta dan tepi jalan akibat gegaran kuat tersebut.
Semua mereka dibenarkan masuk ke rumah masing-masing pada pukul 1.50 pagi ini setelah kondominium tersebut disahkan selamat oleh Jabatan Bomba dan Penyelamat.
Selasa, Mac 29, 2005 | 0 ulasan

Gempa: Penduduk Lembah Klang panik

Penduduk Lembah Klang cemas, panik
Oleh ANGELINA SINYANG
KUALA LUMPUR 28 Mac - Keadaan kelam-kabut melanda beribu-ribu penduduk di sekitar Lembah Klang terutama yang tinggal di bangunan tinggi apabila mereka bergegas turun menyelamatkan diri sebaik sahaja bangunan kediaman mereka bergegar tengah malam tadi, kesan daripada gempa bumi di perairan Sumatera.
Antara tempat yang teruk dilanda gegaran di ibu negara ialah kawasan rumah pangsa di sekitar Jalan San Peng, Jalan Loke Yew dan Jalan Hang Tuah serta beberapa buah kondominium dan bangunan tinggi di Bandar Sri Permaisuri dan Jalan Ampang.
Turut merasai gegaran tersebut ialah penduduk yang tinggal di bangunan tinggi di Petaling Jaya, Damansara, Subang Jaya dan Shah Alam.
Gegaran selama lima minit itu mengakibatkan penduduk yang kebanyakan sudah tidur nyenyak terjaga lalu berebut menyelamatkan diri tanpa sempat membawa apa-apa dari rumah masing-masing.
Grace Kolandaisamy, 45, yang tinggal di Rumah Pangsa Melati, Jalan Loke Yew berkata, dia yang sudah tidur terjaga apabila mendengar orang ramai menjerit memberitahu berlaku gegeran di bangunan rumah pangsa mereka.
``Jeritan kuat itu mengejutkan saya dan bila terbangun terasa rumah saya bergoyang kuat dan tanpa berfikir panjang terus saya bergegas turun tangga menyelamatkan diri,'' katanya ketika ditemui di sini.
Seorang nenek, Norsiah Awang, 65, pula berkata, dia yang tinggal di Bagan Serai, Perak baru tiba di rumah anaknya semalam.
``Tidak sangka pula, berlaku gegaran di bangunan rumah pangsa anak saya pada tengah malam ini.
``Pengalaman itu memang menakutkan kerana sejak lahir sehinggalah berusia 65 tahun, inilah pertama kali saya melalui pengalaman seperti ini,'' katanya.
Seorang mekanik, Wong Chia Khong, 39, memberitahu, dia bersama isteri dan tiga anaknya sedang tidur apabila berlaku gegaran di rumahnya.
Kata Chia Khong, gegaran tersebut begitu kuat sehingga menggoyangkan katil di bilik tidur mereka.
Serentak itu, katanya, dia mendengar Balai Bomba dan Penyelamat Hang Tuah yang terletak bersebelahan dengan rumah pangsanya mengeluarkan amaran meminta penduduk keluar meninggalkan rumah masing-masing.
Pengurus Besar Hospital Pusat Rawatan Islam (PUSRAWI), Jalan Ipoh, Wan Mahmood Wan Yaacob, 56, berkata, dia berada di rumah apabila dimaklumkan oleh kakitangannya bahawa berlaku gegaran kuat di pusat rawatan tersebut.
``Mendengar sahaja berita itu, saya bergegas pergi ke hospital. Saya tidak panik kerana pernah melalui pengalaman yang sama semasa insiden tsunami tahun lepas.
Seorang kakitangan Utusan Malaysia yang kebetulan dirawat di hospital itu, Aziz Ghani, 53, berkata, dia terasa seperti dibuai-buai semasa berlaku gegaran tersebut.
Melihat pesakit lain masing-masing keluar menyelamatkan diri, Aziz yang sakit lutut terpaksa mengagahkan dirinya berjalan keluar.
``Saya baru dimasukkan ke hospital pada petang ini. Tidak sangka pula berlaku gegaran kuat dan inilah pertama kali saya merasai gempa bumi,'' katanya.
Selasa, Mac 29, 2005 | 0 ulasan

Written By JOM JALAN on 28/03/05 | Isnin, Mac 28, 2005


Nilai Melayu secara adil: Raja Nazrin
Oleh Ridzuan Yop
KUALA LUMPUR: Sebarang kelemahan yang dimiliki orang Melayu tidak harus dirumuskan sebagai identiti nasional atau sifat monopoli bangsa Melayu, titah Raja Muda Perak, Raja Dr Nazrin Shah (gambar).
Sebaliknya, baginda mahu orang Melayu dinilai secara adil dan bijaksana merangkumi semua aspek – sejarah, politik, masa dan budaya – supaya kekuatan yang ada dapat diperkukuh, manakala segala kelemahan boleh diperbaiki.

Bangsa Melayu, tegas baginda, perlu berwaspada supaya tidak terlalu cepat terperangkap dan begitu mudah mengulangi ungkapan negatif yang merendahkan martabat bangsa sendiri.

“Sedarlah! Apabila sesuatu bangsa memilih untuk merendahkan bangsanya sendiri, akan terbukalah jendela yang memberanikan bangsa lain untuk menghinanya. Lalu bangsa akan dipandang fakir dan adat budayanya bakal tersingkir.

“Apabila kekurangan begitu cepat ditafsirkan sebagai kelemahan, maka padi mula dikatakan lalang, beras pula disangka pasir,” titah baginda dalam ucaptama ‘Bangsa Melayu: Mencanai Minda - Membentuk Sikap’ di Kongres Pendidikan Melayu Kedua di sini semalam.

Raja Nazrin bertitah, hakikatnya budaya Melayu menganjur dan menyanjung sifat rajin. Ungkapan negatif yang terlalu kerap diulang-ulang boleh meracun jalan pemikiran hingga bangsa menjadi keliru.

Maruah bangsa wajib dipertahan dengan menyemai rasa bangga dan menanam semangat yakin kerana jika sesuatu bangsa mula berasa rendah diri, ragu-ragu akan kelebihan nya, bangsa itu akan dihinggapi penyakit lemah semangat, kurang usaha, rendah kedudukannya, hidup dalam suasana melarat, terjajah dan terhina.

Kerana itu, titah baginda, merendah, memperkecil dan memburukkan bangsa dengan ungkapan negatif, bukan kaedah yang sihat dalam hasrat membangunkan bangsa.

“Apabila ada di kalangan segelintir Melayu yang malas, ia tidaklah bermakna budaya Melayu menganjurkan unsur malas hingga diterima sebagai karakter nasional milik bangsa. Hakikatnya budaya Melayu menganjur dan menyanjung sifat rajin, manakala ungkapan `malas’ terdapat juga dalam pelbagai bahasa dan budaya.

“Keyakinan bangsa harus dibina, jiwa dimerdekakan dan diperkaya dengan nilai-nilai positif terutama dalam menghadapi persaingan di peringkat global yang memerlukan individu yang berfikiran terbuka serta memiliki minda yang inovatif, kreatif dan imaginatif,” katanya.

Raja Nazrin juga menekankan pentingnya persekitaran yang menghargai cetusan idea dan mengizinkan percambahan fikiran serta persekitaran yang menghormati orang berilmu sekalipun berbeza pendapat dan berlainan pandangan.

Titah baginda, walaupun tanah air milik Melayu ini telah dimerdekakan, ia tidak membawa erti jika bangsa Melayu masih dibentuk berjiwa abdi serta mindanya dicanai bersifat hamba.

Oleh itu, pemimpin Melayu harus memiliki keberanian dan kekuatan untuk melindungi bangsanya, memiliki wawasan untuk memajukan bangsanya serta arif mencipta ramuan yang dapat memberi kemenangan kepada bangsanya.

“Pemimpin Melayu juga harus bijak mengenal pasti bidang-bidang yang dapat memberi kelebihan kepada bangsanya, serta memperlihatkan keberanian, kekuatan dan ketegasan dalam menghadapi tekanan yang mahu menggugat ketuanan bangsa” titahnya.

Baginda kesal kerana agama Islam, yang berpengaruh dalam membentuk sikap dan mencanai minda bangsa Melayu, disalahguna dan dieksploitasi untuk politik dan tujuan lain yang tidak produktif sedangkan ia perlu diterokai sepenuhnya untuk pembangunan bangsa.

“Malang bagi bangsa apabila agama yang bertujuan menyatukan ummah, kini dipolitikkan dan mula menjadi pencetus kepada perselisihan dan pemisahan umat yang merugikan bangsa Melayu.

“Pendekatan berlandaskan agama perlu diolah dalam dimensi lebih luas dengan pendekatan melalui saluran agama yang perlu dikembangkan dan dilaksanakan secara lebih inovatif dan kreatif.

“Agama Islam mempunyai pengaruh sangat mendalam dalam kehidupan bangsa Melayu serta memiliki kuasa magnetik yang boleh menangkap emosi bangsa, namun kuasa dan kekuatan itu belum diterokai sepenuhnya,” titah baginda.

Raja Nazrin turut menyarankan agar istilah ulama diberikan takrif lebih menyeluruh, merangkumi golongan ilmuan dalam pelbagai disiplin dan dijadikan contoh teladan untuk memberikan inspirasi supaya minda Melayu terbuka lebih luas.

Pada masa yang sama, masjid dan surau yang mempunyai sejarah hubungan dengan kegiatan perkembangan ilmu melalui peranan sekolah pondok, perlu diberikan dimensi baru dan disesuaikan dengan pengajaran ilmu-ilmu kontemporari.

“Kandungan pengajian sekolah pondok memerlukan perekayasaan supaya sekolah itu dapat menjadi tapak semaian minda membantu menghasilkan golongan profesional, teknokrat dan saintis Melayu bagi melangsungkan agenda pendidikan pendidikan sepanjang hayat,” titah baginda.
http://www.bharian.com.my/m/BHarian/ Monday/Mukadepan/20050328060412/ Article/
Isnin, Mac 28, 2005 | 0 ulasan

Pelajar digigit anjing enggan balik ke rumah

Written By JOM JALAN on 24/03/05 | Khamis, Mac 24, 2005


MASHITAH Saaid memberi minum kepada anaknya, Mohd. Hazman Khan Seh Zahidi yang cedera diserang anjing di Hospital Putrajaya, semalam. - Gambar AZMAN GHANI.

Oleh: FAUZIAH AROF dan YAP LEE YING

MASHITAH Saaid memberi minum kepada anaknya, Mohd. Hazman Khan Seh Zahidi yang cedera diserang anjing di Hospital Putrajaya, semalam. - Gambar AZMAN GHANI.
PUTRAJAYA 21 Mac - ``Sakit mak, sakit...,'' rintih Mohd. Hazman Khan Seh Zahidi, 9, yang menerima 180 jahitan akibat digigit tiga ekor anjing garang semasa berjalan untuk solat Jumaat di Puchong, minggu lalu.
Dia kini menghadapi trauma. Murid Tahun Tiga Sekolah Kebangsaan Putra Perdana itu enggan pulang ke rumah kerana takut anjing-anjing berkenaan akan menyerangnya lagi.
Igauannya digigit anjing jenis kacukan Jerman Shepherd dan Rottweiler secara serentak sukar dilupakan.
Hazman terpaksa bergantung kepada ubat penahan sakit untuk tidur nyenyak, tetapi selepas terjaga dia akan menangis lagi.
``Walaupun dia sudah boleh berdiri dan berjalan, keadaannya masih lemah.
``Kecederaan pada seluruh bahagian badan Hazman menyukarkan pergerakan serta jadual makan minum hariannya,'' ujar bapanya, Seh Zahidi Seh Hashim, 36, ketika ditemui di kediamannya di Taman Putra Perdana, di sini.
Hazman dibenarkan keluar dari Hospital Putrajaya petang ini.
Bagaimanapun, anak sulung daripada tiga beradik yang dibenarkan pulang pada pukul 4 petang ini, masih perlu mendapatkan rawatan susulan dalam tempoh minggu ini.
Kata Seh Zahidi, anaknya mula meminta ibunya menyuapkan makanan dan boleh bercakap.
``Perkataan yang keluar daripada mulutnya kepada ibunya adalah keluhan keperitan menanggung kesakitan dan enggan pulang ke rumah kerana trauma dengan kejadian yang menimpanya,'' katanya sambil ditemani isterinya, Mashitah Saaid.
Jumaat lalu, Hazman diserang anjing peliharaan jirannya di Taman Putra Perdana, Puchong ketika sedang dalam perjalanan bersama dua orang sepupunya untuk bersembahyang Jumaat.
Akibat serangan itu, Hazman dimasukkan ke bilik bedah hospital hospital hampir lapan jam dari pukul 6 petang hingga 2 pagi bagi membolehkan doktor menjahit luka-luka pada seluruh badannya.
Menurut Seh Zahidi, Hazman asyik merengek-rengek dan mengadu seluruh badannya sakit.
Seh Zahidi menegaskan beliau tidak akan teragak-agak untuk mengambil tindakan undang-undang terhadap pemilik anjing terbabit.
``Ini kerana bukan kali pertama kejadian tersebut berlaku.
``Walaupun beberapa laporan mengenai anjing terbabit dibuat sebelum ini, tiada sebarang tindakan yang diambil sehingga insiden yang menimpa anak saya,'' katanya.

Lihat tajuk berkaitan:
Pelajar digigit anjing luka 180 jahitan
Anjing ada `rekod'
Hazman dimasuk semula ke hospital
Hazman terkejut setiap kali terdengar bunyi bising
Khamis, Mac 24, 2005 | 0 ulasan

Pratheep pohon visa ke England



BANGKOK 17 Mac - Lelaki Thailand yang berjaya menawan hati seorang gadis Britain selepas menyelamatkan nyawanya sewaktu bencana tsunami Disember lalu berkata, dia akan memohon visa untuk membolehkannya melawat kekasihnya itu di England.
Pratheep Janthamanee, 33, yang bekerja sebagai pemandu pelancong memberitahu bahawa dia sangat menyayangi Naomi Bowman dan merancang membawa gadis itu pulang untuk menetap di Thailand.
Katanya, dia dan Bowman, 21, akan memulakan hidup sebagai pasangan suami isteri di pulau Phi Phi.
``Kami saling menyayangi dan berhasrat untuk tinggal di pulau itu serta membuka sebuah restoran atau kelab malam di sana,'' jelasnya.
Menurut Pratheep sikap Bowman yang merendah diri selain baik hati serta cantik telah membuatkan dia jatuh cinta pandang pertama terhadap gadis itu.
Bowman yang bakal menamatkan pengajian di Universiti Oxford pada musim panas ini berkata, dia sanggup meninggalkan peluang kerjaya di London selepas tamat pengajian kerana tidak mahu berjauhan dari Pratheep.
Katanya, lelaki itu banyak berkorban dengan menjaganya sewaktu dia dirawat di hospital selepas cedera ketika bencana tsunami tersebut. - AFP [Lihat Cinta Tsunami]
Khamis, Mac 24, 2005 | 0 ulasan

Murid tahun empat mati digilis bas sekolah


MOHD. NAZMI -- Mati digilis bas sekolah.

Murid tahun empat mati digilis bas sekolah

PETALING JAYA 23 Mac - Seorang murid tahun empat Sekolah Kebangsaan Taman Medan, Jalan Klang Lama dekat sini, maut digilis bas sekolah yang dinaikinya.
Nahas yang menimpa Mohd. Nazmi Roslan, 10, itu berlaku selepas dia terjatuh dari kenderaan terbabit yang sedang bergerak di Taman Putra Damai, Lembah Subang di sini semalam.
Dia ditemui di bawah bas itu dengan kecederaan parah pada kepala.
Semasa kejadian kira-kira pukul 2 petang, murid itu dipercayai sedang berdiri di tangga bas yang pintunya terbuka bersama beberapa rakannya kerana telah hampir dengan kawasan rumah mereka yang terletak kira-kira lima meter dari tempat kejadian.
Mangsa terjatuh kerana tidak dapat mengawal badannya ketika bas berkenaan sedang membelok di satu selekoh.
Timbul persoalan di sini, mengapa pintu bas itu terbuka, sedangkan ia sedang bergerak? Apakah ada unsur-unsur kecuaian di pihak pengusaha bas itu?
Difahamkan, pemandu bas sekolah berkenaan tidak menyedari kejadian kerana mangsa dikatakan berdiri di hadapan sekali.
Pemandu berusia 23 tahun itu hanya memberhentikan bas apabila terasa kenderaan yang ketika itu sedang membawa 25 murid sekolah terlanggar sesuatu.
Jurucakap polis trafik berkata, selepas turun dari bas pemandu yang baru setahun bekerja itu terkejut melihat mangsa cedera parah di bawah kenderaan.
Menurutnya, pemandu tersebut terus mengangkat mangsa dan menahan sebuah teksi dengan bantuan orang awam untuk membawa mangsa ke Pusat Perubatan Kelana Jaya (PPKJ) bagi mendapatkan rawatan.
``Mangsa bagaimanapun meninggal dunia sebaik sahaja tiba di PPKJ iaitu kira-kira pukul 2.40 petang akibat kecederaan parah di bahagian kepala dan badan,'' katanya.
Ujarnya, pihak PPKJ yang mengesahkan kematian mangsa menghubungi pihak polis untuk memaklumkan perkara tersebut.
Tambahnya lagi, pemandu bas berkenaan pula pergi ke Ibu Pejabat Polis Daerah di sini untuk membuat laporan berhubung kejadian.
Katanya, polis yang mengambil kenyataan pemandu tersebut membuka kertas siasatan mengikut Seksyen 41 (1) Akta Pengangkutan Jalan (APJ).
Jelasnya lagi, selepas kenyataan pemandu tersebut diambil dia dibenarkan pulang.
Beberapa kejadian murid sekolah digilis bas sekolah pernah berlaku sebelum ini.
* 14 Ogos 1989 - Seorang pelajar tahun enam Sekolah Kebangsaan Bukit Perah, Ajil, Terengganu terbunuh apabila digilis tayar bas yang dinaikinya setelah turun dari bas berkenaan ketika pulang dari sekolah.
* 30 Mac 1999 - Seorang budak perempuan berusia 8 tahun terbunuh di Kota Bharu setelah kepalanya hancur digilis sebuah bas selepas dia turun mendapatkan ibunya di perhentian bas.
* 6 Ogos 2004 - Seorang murid tahun 4, Nurul Fazlun Abdullah, mati setelah digilis tayar belakang bas sekolah yang dinaikinya di Johor Bahru.
Khamis, Mac 24, 2005 | 0 ulasan

Dadah: Shereen, teman lelaki didakwa


NOOR Shereen Mohamad Hadzim dihadapkan ke Mahkamah Majistret Petaling Jaya, semalam atas tuduhan di bawah Akta Dadah Berbahaya. - Gambar ASWAD YAHYA.

Dadah: Shereen, teman lelaki didakwa
Oleh: NORAZLITA MOHD. SIES
PETALING JAYA 23 Mac - Pelakon dan penyanyi Noor Shereen Mohamad Hadzim atau dikenali sebagai Shereen bersama teman lelakinya dan dua rakan mereka dihadapkan di Mahkamah Majistret di sini hari ini atas tuduhan di bawah Akta Dadah Berbahaya (ADB) 1952.
Shereen, 33, memakai baju T berwarna merah jambu, bersama teman lelakinya, Ku Faizal Ku Baharum, 28, didakwa di hadapan Majistret Azroul Hisham Azulan kira-kira pukul 3.30 petang ini.
Dua lagi yang turut didakwa ialah rakan mereka Mohd. Hafiz Nasib, 28, serta Mohd. Nizam Halami, 33.
Ku Faizal dan Mohd. Hafiz adalah penganggur manakala Mohd. Nizam bekerja sebagai pengawal keselamatan.
Sungguhpun begitu hanya Ku Faizal yang didakwa atas dua tuduhan tambahan mengikut Seksyen 39B(1)(a) ADB yang memperuntukkan hukuman di bawah Seksyen 39B(2) akta yang sama.
Tiada pengakuan direkodkan daripada Ku Faizal kerana kes tersebut akan dipindahkan ke Mahkamah Tinggi Shah Alam untuk dibicarakan selepas laporan kimia bagi berat dadah diperoleh kelak.
Seksyen tersebut memperuntukkan hukuman mati mandatori jika disabitkan dengan kesalahan mengedar dadah.
Bagi tuduhan mengambil dadah dan mengawal dadah pula, Shereen dan Ku Faizal serta dua lagi rakan mereka masing-masing memohon supaya mereka dibicarakan atas pertuduhan.
Shereen diwakili peguam Datuk Muhammad Shafee Abdullah manakala tertuduh lain masih belum diwakili peguam bela.
Kertas pertuduhan yang dikemukakan oleh Timbalan Pendakwa Raya, Azar Irwan Mohd. Arifin berbunyi:
``Shereen bersama tiga tertuduh lain didakwa telah mengambil dadah berbahaya iaitu heroin pada pukul 2 pagi, 15 Mac lalu di rumah C1-1-C3, Pangsapuri Subang Ville Ehsan, Jalan PJS 10/11, Taman Sri Subang di sini''.
Semua tertuduh juga didakwa telah mengawal dadah berbahaya iaitu ganja seberat 1.6 gram dan 1.4 gram Methamphetamine.
Selain pertuduhan tersebut, Ku Faizal turut menghadapi tiga pertuduhan secara individu.
Dia didakwa mengedar dadah seberat 0.6 gram Methamphetamine dan 205.5 gram ganja.
Ku Faizal juga menghadapi tuduhan telah mengawal dadah seberat 1.9 Methamphetamine.
Mereka didakwa mengikut Seksyen 12(2) dan 15(1)(a) akta yang sama.
Majistret Azroul Hisham menetapkan kes disebut semula pada 28 Jun depan.
Beliau juga membenarkan Shereen dan tiga rakannya dibebaskan dengan ikat jamin RM5,000.
Ku Faizal akan ditahan reman di Penjara Sungai Buloh kerana kes tersebut tidak boleh diikat jamin.
Keluarga Shereen dan dua rakannya dijangka mengemukakan wang jaminan di mahkamah esok.
Terdahulu itu, ketibaan selebriti itu dengan menaiki van polis di pekarangan mahkamah bertukar menjadi kecoh.
Kekecohan timbul apabila seorang daripada ahli keluarga Shereen (dipercayai abangnya) memaki hamun dan mencerca sekumpulan jurugambar dan jurukamera televisyen yang sibuk hendak merakamkan gambar tertuduh.
``Jangan ambil gambar adik aku! Ambil saja gambar aku. Bukan ke aku ni Hindi film star?''
Keadaan bertambah kecoh, apabila ibu Shereen tiba-tiba menjerit sekuat hati sambil menanggalkan kain tudung yang dipakainya kerana tidak berpuas hati dengan kehadiran jurugambar dan wartawan.
``Dia anak aku! Apa kau orang ingat, dia (Shereen) bunuh orang ke?'' jerit ibu Shereen.
Keadaan kelam kabut itu telah menarik perhatian orang awam sehinggakan petugas di bangunan Jabatan Kaji Cuaca yang terletak bersebelahan mahkamah, keluar menyaksikan aksi mereka.
Melihatkan situasi tersebut, pihak polis terpaksa memasang tali rentang berwarna kuning berlambang PDRM untuk menghalang orang awam daripada mendekati kawasan lokap.

Shereen tetap setia menanti Ku Faizal

PETALING JAYA 23 Mac - ``Jika dia (Ku Faizal Ku Baharum) berada dalam penjara 10 tahun pun, saya akan tetap menunggunya dan setia menanti. Tidak mungkin saya mencari penggantinya.''
Itulah ucapan Shereen atau nama sebenarnya Noor Shereen Mohamad Hadzim kepada anggota polis yang mengambil cap jarinya di dalam bilik polis di Mahkamah Majistret di sini petang ini.
Shereen mendakwa, dia mengalami tekanan akibat kes yang dihadapinya dan akan mendapatkan bantuan pakar psikiatri untuk membantu agar terus tabah menghadapi kehidupan.
Meskipun wajah Shereen nampak sugul namun wanita berambut panjang itu masih boleh bercerita mengenai kehidupannya kepada polis.
Shereen pernah berlakon drama pada tahun 90-an.
Ketika di mahkamah petang ini, peguam Datuk Muhammad Shafee Abdullah memohon kepada Majistret Azroul Hisham Azulan supaya Shereen dibebaskan dengan ikat jamin.
Menurut Muhammad Shafee, beliau mengenali keluarga Shereen yang berasal dari Pulau Pinang dan mengetahui latar belakang mereka.
Sebelum kejadian, Shereen tinggal bersama ibunya di Klang dan akan kembali ke pangkuan keluarganya selepas ini.
``Shereen juga terpaksa menjalani rawatan di hospital ekoran masalah kemurungan (depression). Saya telah bercakap secara peribadi dengan Profesor Hussain dari Universiti Malaya yang setuju merawatnya dan kemungkinan akan dimasukkan ke wad,'' kata Muhammad Shafee.
Peguam tersebut berkata, keluarga Shereen berjanji akan menjaga anak mereka dengan baik sekiranya mahkamah melepaskan dia dengan ikat jamin sementara menunggu perbicaraan.
Timbalan Pendakwa Raya, Azar Irwan Mohd. Arifin yang mengendalikan pendakwaan mencadangkan kepada mahkamah sekiranya benar Shereen memerlukan rawatan, adalah lebih wajar dia mengemukakan dokumen perubatan sebagai bukti.
Walau bagaimanapun, tambah Azar, terpulanglah kepada mahkamah untuk menentukan.
Selain itu, Muhammad Shafee turut membangkitkan rasa tidak puas hati berhubung beberapa laporan akhbar yang pada hemat beliau telah menghina mahkamah.
Laporan tersebut juga pada pendapat Muhammad Shafee telah menggugat status mahkamah dan seolah-olah telah membuat satu kesimpulan mendadak mengenai anak guamnya.
Sebagai pegawai mahkamah, kata peguam itu, beliau terpanggil untuk mengenengahkan isu tersebut.
Selepas mendengar permohonan, Azroul Hisham berpendapat bahawa perkara itu ialah satu isu yang berlainan namun mahkamah akan mengambil perhatian.
Sepanjang prosiding, Shereen kerap kali merenung wajah teman lelakinya sambil mengucapkan: I love you beberapa kali dari jauh.
Ketika berdiri bersebelahan di dalam kandang tertuduh, Shereen dan Ku Faizal kelihatan berbisik-bisik.
Khamis, Mac 24, 2005 | 0 ulasan

Cinta Tsunami

Written By JOM JALAN on 16/03/05 | Rabu, Mac 16, 2005




LONDON 14 Mac - Seorang mangsa tsunami dari Britain yang selama kecederaannya di Phuket dijagai oleh seorang lelaki Thai, akan mengahwini pemuda berkenaan dan merancang terus hidup di negara bakal suaminya itu.
Naomi Bowman, 21, yang bakal menamatkan pengajian di Universiti Oxford berkata, dia mahu berkahwin dengan Theep, 30, seorang jurupandu pendakian yang ditemuinya semasa bencana itu melanda.
Menurut laporan akhbar, Bowman membuat keputusan tersebut kerana telah jatuh cinta dengan seorang lelaki Thailand yang banyak membantunya semasa bencana tsunami melanda ketika dia berada di negara itu.
Jelas Bowman, dia telah mengalami cedera parah selepas dihanyutkan tsunami ketika berada di Pulau Koh Phi Phi dekat Phuket pada 26 Disember lalu.
Katanya, Theep telah menjaga dirinya dengan baik ketika berada di hospital berikutan kekurangan petugas perubatan yang sibuk melayan mangsa lain.
``Oleh kerana kekurangan petugas perubatan, dia yang memberikan saya makan dan membantu saya berjalan,'' jelasnya.
Tambah Bowman, dia kini merancang untuk membuka sebuah restoran di Pulau Koh Phi Phi serta membantu kerja-kerja pemulihan semula pulau terbabit. - AFP
Rabu, Mac 16, 2005 | 0 ulasan

Paus Terdampar



SEORANG penduduk bersama rakannya melihat dari dekat bangkai ikan paus yang terdampar sejak tiga hari lalu di pantai Tanjung Rhu, Pulau Carey, Klang, semalam. - Gambar ASMARUDDIN JAMALUDDIN.

Ikan paus sememangnya biasa dilihat di perairan laut dalam di negara-negara beriklim sejuk seperti di benua Eropah dan Amerika Utara kerana di situ adalah habitat asalnya.
Namun, agak mengejutkan apabila secara tiba-tiba, mamalia itu ditemui mati terdampar di pantai Tanjung Rhu, Pulau Carey, Klang sejak Ahad lalu.
Sehari sebelum itu, ikan paus yang sama ditemui mati oleh nelayan tempatan di sekitar perairan Pulau Carey.
Sehingga kini Jabatan Perikanan Kuala Langat masih belum dapat mengesahkan jenis serta berat ikan berukuran 12.8 meter panjang dan 2.6 meter lebar itu.
Bangkai ikan itu kini sudah berbau dengan lelehan minyak dan lemak daripada badannya selain beberapa bahagian turut dirosakkan termasuk rahang serta giginya juga telah diambil.[UM]
Rabu, Mac 16, 2005 | 0 ulasan

ABU Bakar Bashir dihukum penjara 30 bulan

Written By JOM JALAN on 4/03/05 | Jumaat, Mac 04, 2005



ABU Bakar Bashir dibawa keluar dari mahkamah selepas dijatuhi hukuman penjara 30 bulan di Jakarta semalam. - Gambar Reuters.

JAKARTA 3 Mac - Guru agama, Abu Bakar Bashir hari ini dihukum penjara 30 bulan setelah didapati bersalah terlibat dalam konspirasi serangan bom di Kuta, Bali, lebih dua tahun lalu.
Mahkamah bagaimanapun melepaskan Abu Bakar daripada tiga tuduhan lain iaitu mengetuai pertubuhan Jemaah Islamiah (JI), merancang serangan bom ke atas hotel JW Marriott di Jakarta dan menghasut para pengikutnya supaya melancarkan serangan bom.
Serangan ke atas dua buah kelab malam di Bali pada 12 Oktober 2002 menyaksikan 202 mangsa terbunuh manakala serangan berani mati di Jakarta pada 5 Ogos 2003 lalu menyebabkan 12 mangsa terkorban.
Pertuduhan-pertuduhan yang dihadapi oleh Abu Bakar sebelum ini boleh membawa hukuman mati tetapi kebanyakan penganalisis sebelum ini berpendapat dia hanya akan menerima hukuman ringan walaupun sabit kesalahan kerana pihak pendakwa gagal mengemukakan bukti-bukti kukuh.
Perbicaraan yang berlangsung selama lima bulan itu menyaksikan hanya seorang saksi sahaja yang memberi keterangan bahawa Abu Bakar adalah pemimpin JI.
Sementara itu, pihak pendakwa dan para peguam Abu Bakar berkata, mereka akan mengemukakan rayuan ekoran keputusan tersebut.
Peguam guru agama terbabit berkata, hukuman itu lebih didorong oleh kepentingan politik kerana Jakarta masih berada di bawah tekanan Amerika Syarikat (AS) yang mahu perbicaraan itu berakhir dengan Abu Bakar didapati bersalah.
``Saya berasa tertekan oleh mereka yang berada di luar serta di dalam negara. Bagi saya, mereka ini ialah hamba kepada sifat tidak bermoral dan menjadikan sifat itu sebagai panduan hidup.
``Kita perlu membuka pintu hati mereka atau singkirkan mereka,'' kata Abu Bakar selepas dijatuhi hukuman itu.
Australia yang menyaksikan 88 rakyatnya terkorban dalam serangan bom di Bali serta AS berulang kali menuduh Abu Bakar sebagai pemimpin agung JI berharap ulama tersebut dikenakan hukuman lebih berat.
Bagaimanapun, pakar AS mengenai keganasan, Zachary Abuza berkata, beliau sebenarnya menjangka hukuman ke atas Abu Bakar akan lebih ringan berbanding apa yang diputuskan oleh mahkamah hari ini.
``Saya sebenarnya terkejut dengan hukuman itu kerana saya fikir ia akan lebih pendek.
``Para pengikut Abu Bakar tidak akan mempercayai beliau bersalah terutama apabila pihak pendakwa terpaksa menggugurkan pertuduhan selain meminta hukuman lebih ringan berbanding hukuman maksimum,'' katanya. - AP
Jumaat, Mac 04, 2005 | 0 ulasan

Blog Archives