Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?

Pages

Written By Syafrein Effendiuz on 18/08/04 | Rabu, Ogos 18, 2004


Selasa, 17 Agt 2004,
Jadi Model di Turki

Jalan lurus menuju sukses kini berada di hadapan Andina Agustina. Setelah mencuri perhatian dunia sebagai finalis pertama yang mengenakan jilbab di Pemilihan Putri Indonesia (PPI) 2004, berbagai tawaran pun berdatangan. Bahkan, tak lama lagi, dia akan terbang ke Turki, menjadi model sebuah perusahaan ternama di sana.

Tak bisa dipungkiri, Dina -panggilan akrab-Andia merupakan salah satu bintang utama PPI 2004. Tak heran, ketika itu, wakil dari Nanggroe Aceh Darussalam itu pun meraih gelar Putri Favorit pilihan pemirsa.

Gadis kelahiran Lhokseumawe, 4 September 1986 itu mengaku masih tak percaya atas segala yang dialaminya sekarang. Padahal, malam PPI sudah berlalu lebih dari seminggu.

"Bagaimana percaya? Sejak awal ikut PPI saya tak menargetkan untuk menang. Buat saya, PPI adalah ajang untuk mencari pengalaman. Menang atau kalah saya sudah bersyukur, karena telah diberi kesempatan," kata putri bungsu pasangan Agustuti dan Mardjiono tersebut.

Meski jadi bintang, Dina tak lantas berubah sikap. Dia mengaku malah semakin rendah hati. "Jangan sampai berubah sikap. Apalagi terhadap teman-teman sekolah. Mereka tetap menjadi bagian dari kehidupan saya," papar siswa kelas 3 IPA 1, SMA Hutama Bekasi tersebut.

Soal tawaran yang datang sejak malam pemilihan, Dina mengaku kaget luar biasa. Apalagi, salah satu tawaran yang datang itu besar sekali, dari luar negeri. Pada 30 Agustus sampai 1 September nanti, Dina akan berada di Turki. Di sana, Dina akan menjadi model sebuah perusahaan garmen ternama, Tekbir Giyim.

Ketika mendapat tawaran itu, Dina memang langsung menerimanya. Segala kebutuhan di sana langsung dipersiapkan begitu dia diberitahu pihak PT Mustika Ratu Tbk. "Kaget juga sih. Pokoknya nggak percaya saja. Ini kali pertama saya ke luar negeri. Apalagi di sana saya diajak untuk pemotretan," katanya bangga.

Selama di Turki, Dina akan didampingi Mega Angkasa dan Dewi Megani, corporate manager public relation PT Mustika Ratu. "Tidak hanya Mustika Ratu yang senang. Masyarakat Indonesia pun pasti akan senang, karena saya bisa mempromosikan Indonesia di mata dunia," ujar Mega tentang kesempatan Dina ini.

Nah, apa saja persiapan Dina? Dia mengaku menyiapkan aneka macam kerudung dan pakaian kasual. "Ada beberapa busana yang harus dibeli sih. Tapi sebagian lagi saya bawa yang sudah ada," terang penyuka warna hitam putih tersebut.

Bagi Dina, pilihan busana sangatlah krusial. Dia harus jeli memilih warna busana dengan kerudung, agar bisa dipadupadankan. Dina juga tak lupa memperbanyak celana panjang. "Saya memang lebih suka memakai celana panjang ketimbang rok. Kalau tidak sering sih nggak apa-apa. Habis gimana ya, kalau memakai celana panjang akan lebih leluasa bergerak. Rok rasanya ribet banget," terang pemilik ukuran celana 30 tersebut.

Bagaimana dengan atasannya? Dijawab Dina, pokoknya jangan yang terlalu ketat. Kalaupun busananya ketat biasanya masih saya rangkap dengan busana lainnya. Katanya, busana yang dikenakannya saat malam Grand Final PPI juga akan dibawa saat penyambutan di Turki nanti.

Dari segi kesehatan, Dina juga lebih rajin menjaga kesehatannya. "Pola makan harus sesuai dengan gizi kesehatan. Makan harus teratur begitu juga dengan olahraga," kata penggemar Kempo yang juga mengkonsumsi vitamin tersebut.

Selama tiga hari itu, berarti Dina akan cuti sekolah. Untung saja, Dina sudah meminta izin kepada kepala sekolah, wali kelas, dan guru-guru pengajar. Tak terkecuali meminta juga restu dari keluarga dan dukungan teman-temannya. "Sesibuk apapun pekerjaannya jangan pernah melupakan pendidikan," ungkap Dina menirukan pesan gurunya.

Lebih jauh ke depan, Dina punya obsesi seperti Inneke Koesherawati. "Kalau ada kesempatan, saya ingin terjun ke dunia film. Syaratnya, yang punya nilai Islami," kata Dina yang bertekad tak akan menanggalkan kerudungnya. (Jawa Pos/tut)