Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?

Pages

Tidak Ada Upacara Kemerdekaan di Ngruki

Written By Syafrein Effendiuz on 17/08/04 | Selasa, Ogos 17, 2004

Selasa, 17 Agustus 2004 | 14:51 WIB

TEMPO Interaktif, Solo: Tidak seperti lembaga pendidikan lainnya, Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mukmin Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah, tidak mengadakan upacara bendera untuk merayakan kemerdekaan Indonesia ke-59, Selasa (17/8). Bendera merah putih berkibar di halaman ponpes, sementara para santri menggelar tausiyah di dalam masjid. "Kami memang tidak menggelar upacara bendera dalam memperingati kemerdekaan. Tapi, kami melakukan semacam pengarahan atau tausyiah kepada para santri dengan melakukan perenungan mengenai makna kemerdekaan," kata Ade Hidayat, seorang ustad yang membidangi kesantrian.

Para santri dibagi tiga kelompok dan berkumpul di tiga masjid yang ada di kompleks ponpes. Kelompok santri yang sekolah di Madrasah Aliyah dan santri yang duduk di kelas tiga Madrasah Tsanawiah dikumpulkan di masjid yayasan. Kelompok kedua adalah santri putra non madrasah yang mendapat tausyiah di masjid pondok. Terakhir adalah kelompok santriwati yang dikumpulkan di masjid pondok putri.

Kegiatan itu dilakukan mulai pukul 07.30. Kepada santrinya, ustad Ade Hidayat yang memberikan tausyiah di masjid pondok mengatakan, makna kemerdekaan yang terbesar sesungguhnya adalah terhapusnya pengabdian manusia terhadap manusia. "Pengabdian hanya kepada Allah," kata Ade. Setelah Ade, yang memberikan arahan kepada santri adalah sekretaris umum yayasan, Ustadz Taufik Usman yang juga merupakan alumni pertama ponpes itu.