Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?

Pages

Majikan Faridah Bantah Lakukan Rekayasa

Written By Syafrein Effendiuz on 11/10/04 | Isnin, Oktober 11, 2004

Majikan Faridah Bantah Lakukan Rekayasa

New York, 8 Oktober 2004 10:14
Christ J. Karto, majikan Faridah Abdullah, membantah tudingan dirinya melakukan rekayasa dalam kasus pengungkapan skandal seks rumah tangganya dengan sejumlah orang Indonesia di New York.

Kepada Antara di New York, Kamis, Christ mengatakan bahwa ia dan keluarganya justru menjadi korban dari sebuah persekongkolan yang menjadikan rumahnya sebagai tempat mesum.

"Saya membantu Faridah mengungkapkan masalahnya. Semua pernyataannya termasuk yang tertulis adalah manifesto dari pemikirannya sendiri," kata Christ.

Pernyataan Faridah termasuk surat terbaru berupa sanggahan atas klarifikasi KJRI baru-baru ini, kata Christ, juga dibuat tanpa tekanan dirinya. Saya dan teman-teman yang membela Faridah hanya melakukan perbaikan redaksi bahasanya," katanya.

Christ, yang kini sudah menjadi warga negara AS, mengatakan bahwa ia dan keluarganya juga berhak menuntut orang-orang yang telah "mengaryakan" Faridah tanpa sepengetahuan dirinya selaku pemilik rumah.

"Kepada mereka, hukum Amerika harus mengambil tindakan," ujarnya seraya mengatakan bahwa ia sudah berkonsultasi dengan Jaksa dan pengacaranya di New York yang memberinya pengarahan hukum.

"Siapa pun yang masuk ke rumah saya tanpa izin saya, walau pun yang membukakan pintu itu pembantu saya, saya berhak menuntut," kata Christ di rumahnya di kawasan Woodside, Queens itu.

Christ mengakui sejak kasus tersebut menyebar, saat ini ia sudah hampir tidak memiliki teman lagi. Hubungannya dengan pejabat dan staf KJRI, katanya, sudah tidak serasi lagi. "Padahal KJRI dulu adalah ladang mata pencaharian saya," kata mantan staf lokal KJRI New York tersebut. "Posisi kami jelas terjepit karena ini juga menyangkut teman dekat dan keluarga kami," tambahnya.

Ia membantah bahwa ia saat ini sedang mengalami masalah keuangan sehingga merekayasa kasus tersebut.

"Saya masih bisa menjalankan bisnis saya dan itu sudah cukup untuk kehidupan kami," kata Christ yang ahli di bidang komputer tersebut.

Christ juga menyesalkan pernyataan Menlu Hassan Wirajuda kepada pers di Jakarta baru-baru ini yang seolah-olah memojokkan dirinya dalam kasus Faridah tersebut, meskipun belum melakukan verifikasi.

Christ Karto menampung Faridah pada awal Januari 2003 setelah wanita asal Bima, NTB, itu melarikan diri dari majikannya asal Arab Saudi yang tinggal di Boston.

Ia mengaku cocok dengan Faridah yang bisa menjaga anak-anaknya, terutama anak pertamanya yang menderita autisme.

Kasus tersebut merebak setelah beberapa bulan lalu wanita berusia 24 tahun itu, Juli lalu, membuat surat pernyataan yang ditandatanganinya beserta notaris publik berisi masalah yang dialaminya, termasuk hubungan seks-nya dengan 41 orang Indonesia di New York.

Beberapa pejabat KJRI termasuk dalam daftar yang beredar dari tangan ke tangan dan akhirnya sampai ke media massa di Jakarta dan Deplu.

KJRI New York sendiri sudah melakukan klarifikasi dan menilai kasus tersebut tidak benar serta menduga adanya aktor intelektual yang merekayasa untuk kepentingan tertentu. [Tma, Ant]