Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?

Pages

Presiden Yudhoyono lantik kabinet baru

Written By Syafrein Effendiuz on 21/10/04 | Khamis, Oktober 21, 2004

20 Oktober, 2004 - Published 19:25 GMT

Presiden Yudhoyono lantik kabinet baru
Setelah tertunda selama tiga jam, Presiden Indonesia yang baru Susilo Bambang Yudhoyono bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla mengumumkan susunan kabinet yang dinamakan Kabinet Indonesia Bersatu pada Rabu (20/10/2004) pukul 23.40 WIB.

Dalam Kabinet Indonesia Bersatu, terdapat lima orang yang berasal dari kalangan purnawirawan TNI, seperti Menko Politik, Hukum dan Keamanan Laksamana (purn) Widodo AS, Letjen (purn) Mohammad Maruf (mantan Kasospol ABRI), Laksma (purn) Freddy Numberi, Letjen (purn) Sudi Silalahi (mantan Pangdam Brawijaya) dan Irjen (purn) Taufik Efendi.

Melihat latar belakang partai politik, dari Partai Demokrat ada Jero Wajik dan Taufik Efendi, dari Partai Amanat Nasional ada Hatta Radjasa dan Bambang Sudibyo, dari Partai Bulan Bintang ada MS Ka'ban dan Yusril Ihza Mahendra, dan dari Partai Kebangkitan Bangsa ada Saefullah Yusuf dan Alwi Shihab.

Dari Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia ada Meutia Hatta-Swasono, dari Partai Keadilan Sejahtera ada Anton Apriantono dan Yusuf Azhari, dari Partai Persatuan Pembangunan ada Suryadarma Ali dan Bachtiar Hamzah. Fahmi Idris dianggap mewakili Partai Golkar, sementara Adhyaksa Dault dari tim Wiranto.

Tekan defisit anggaran

Sementara, menteri keuangan yang baru, Jusuf Anwar seusai dilantik mengatakan, dirinya akan memusatkan diri untuk menekan defisit anggaran.

Langkah itu banyak dianggap pengamat sebagai hal yang sulit dicapai, mengingat bengkaknya ongkos subsidi BBM menyusul kenaikan harga minyak mentah dunia.

Menurut Jusuf Anwar, departemennya akan berupaya sekuatnya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi untuk menekan tingkat pengangguran walau dana pemerintah saat ini sangat cekak.

Defisit anggaran tahun ini diprediksi senilai 1,3 persen dari Produk Domestik Bruto dengan pertumbuhan ekonomi senilai 4,8 persen.

Berikut nama menteri dan pejabat setingkat menteri pada Kabinet Indonesia Bersatu:

Menteri Koordinator

Menko Politik Hukum dan Keamanan : Laksamana (Purn) Widodo AS
Menko Perekonomian : Aburizal Bakrie
Menko Kesra : Alwi Shihab

Menteri Departemen

Menteri Dalam Negeri : Letjen (purn) Mohammad Ma'ruf
Menteri Luar Negeri : Hassan Wirajuda
Menteri Pertahanan : Juwono Sudarsono
Menteri Hukum dan HAM : Hamid Awaluddin
Menteri Keuangan : Yusuf Anwar
Menteri Pertambangan dan Energi : Purnomo Yusgiantoro
Menteri Perindustrian : Andong Nitimiharja
Menteri Perdagangan : Mari E. Pangestu
Menteri Pertanian : Anton Apriantono
Menteri Kehutanan : M.S. Ka'ban
Menteri Perhubungan : Hatta Radjasa
Menteri Kelautan dan Perikanan : Laksamana Muda (purn) Freddy Numberi
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi : Fahmi Idris
Menteri Pekerjaan Umum : Joko Kirmanto
Menteri Kesehatan : Siti Fadhilah Supari
Menteri Pendidikan Nasional : Bambang Sudibyo
Menteri Sosial : Bachtiar Chamsyah
Menteri Agama : MM Basyuni

Menteri Negara

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata : Jero Wajik
Menteri Riset dan Teknologi : Kusmayanto Kadiman
Menteri Koperasi dan UKM : Suryadarma Ali
Menteri Lingkungan Hidup : Rachmat Witoelar
Menteri Pemberdayaan Perempuan : Meutia Farida Hatta
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara : Taufik Effendi
Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal : Saifullah Yusuf
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional : Sri Mulyani
Menteri BUMN : Sugiharto
Menteri Komunikasi dan Informasi : Sofyan Djalil
Menteri Pemuda dan Olahraga : Adhyaksa Dault
Menteri Perumahan Rakyat : Muhammad Yusuf Ashari

Pejabat Setingkat Menteri

Jaksa Agung : Abdul Rahman Saleh
Sekretaris Negara: Yusril Ihza Mahendra
Sekretaris Kabinet : Sudi Silalahi