Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?

Pages

Ismail Hasan Metareum Meninggal Dunia

Written By SEUZ on 3/04/05 | Ahad, April 03, 2005

JAKARTA--MIOL: Mantan Ketua Umum PPP (Partai Persatuan Pembangunan) Ismail Hasan Metareum meninggal dunia Sabtu sekitar pukul 02.00 WIB di rumah sakit Pelni Petamburan Jakarta Barat.
Sekretaris PHP (Pengurus Harian Pusat) PPP Emron Pangkapi mengatakan, Buya, panggilan akrab Metareum disemayamkan di rumah duka di kompleks DPR Pribadi No. 47, Joglo Meruya Jakarta Barat.
Buya yang lahir 4 April 1929 dikenal sebagai ulama dan tokoh Islam yang berasal dari Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).
Anggota MPR/DPR RI selama beberapa periode tersebut pernah menjabat Ketua Komisi I dan Wakil Ketua DPR dan pada 1978 menjabat Penasehat Khusus Delegasi Indonesia pada Sidang Umum PBB di New York, AS.
Mantan Ketua PB HMI itu menikah dengan Mariani yang membuahkan lima orang anak. (Ant/X-9)
Ahad, April 03, 2005 | 0 ulasan

Muhammadiyah Ingatkan Bahaya Sekularisme di Indonesia

JAKARTA--MIOL: Organisasi kemasyarakatan Muhammadiyah mengingatkan bahaya sekularisme di Indonesia yang mengarah ke liberalisme sehingga merusak moral masyarakat Indonesia yang terlihat dari maraknya hal-hal yang berbau pornografi dan pornoaksi.
"Sekularisme atau paham yang menyatakan kehidupan manusia hanya di dunia dan tidak mengenal kehidupan sesudah mati, sekarang terlihat semakin merajalela di Indonesia hingga ke tingkat liberalisme yang tidak memperhatikan norma-norma kehidupan," kata Wakil Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah, Dr Din Syamsuddin di Islamic Centre Muhammadiyah Cipanas, Jawa Barat, Sabtu.
Din mencontohkan maraknya tayangan yang berbau pornografi dan pornoaksi di berbagai media di Indonesia serta sifat masyarakat Indonesia yang bangga dengan hal-hal yang bersifat moderen.
"Hal ini menjadi tantangan berat bagi umat Muslim di
Indonesia ke depannya supaya moral bangsa kita tidak semakin jatuh," kata Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu.
Dia menambahkan, MUI pada tahun 2001 pernah mengeluarkan fatwa tentang pornografi dan pornoaksi, dan dua tahun lalu mengajukan usulan Rancangan Undang-Undang (RUU) Anti Pornografi dan Pornoaksi ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) namun hingga kini belum dibahas secara mendalam.
"Menghadapi dekadensi moral yang dialami bangsa Indonesia, kita tidak harus menghadapinya dengan kemarahan, emosi. Tapi kita harus mengajak pihak lain untuk sama-sama berbuat demi bangsa Indonesia, salah satunya dengan membuat RUU itu," ujarnya.
Muhammadiyah juga meminta umat Muslim mewaspadai penyiaran agama yang bermuara pada pemurtadan.
Menurut Din, berdasarkan sensus penduduk pada tahun 1990, penduduk Muslim di Indonesia mencapai 87,8 persen atau 172 jiwa dan tahun 2000 menjadi 88,2% atau berjumlah 177 juta.
"Tapi dibandingkan agama lain, angka pertumbuhan tahunan umat Islam hanya mencapai 1,2%, sedangkan umat lain sudah 2,4%. Suatu saat, bisa saja Islam menjadi agama minoritas di Indonesia," ujar Din.
Selain itu, Muhammadiyah juga mengingatkan mengenai natifikasi atau budaya lokal yang dekat dengan hal-hal berbau bid'ah dan mistis.
"Tayangan di televisi banyak sekali yang bersifat mistis, hal ini amat tipis jaraknya dengan kemusyrikan," ujarnya.
Din mengaku melalui MUI pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan para pengelola stasiun televisi supaya mengurangi atau mengakhiri tayangan-tayangan seperti itu namun kenyataannya masih marak hingga sekarang.
Untuk itu, Muhammadiyah mengajak seluruh bangsa Indonesia membentengi diri dengan agama dan diawali dari keluarga.
"Keluarga memegang peran penting dalam pendidikan agama, banyak keluarga yang 'roboh' karena anak-anaknya tidak di didik dengan agama sehingga terjadi kemerosotan moral," ajak Din.
(Ant/Ol-1)
Ahad, April 03, 2005 | 0 ulasan

Paus Yohanes Paulus II meninggal dunia: 1 bilion penganut Katholik berdukacita


POSTER SRI PAUS: Dua orang pekerja sedang memasang sebuah poster Paus Yohanes Paulus II yang berukuran besar di sebuah menara Bali kota Krakow, Polandia. Copyright © 2005 Media Indonesia Online. All rights reserved.
Minggu, 03 April 2005 07:59 WIB
INTERNASIONAL

Roma Siap Tampung Satu Juta Orang yang Berduka untuk Paus

ROMA--MIOL: Pemerintah Roma menambah transportasi, akomodasi dan layanan darurat untuk menerima sebanyak satu juta peziarah saat Paus John Paul II dalam keadaan kritis di ambang kematian, kata pejabat Sabtu.
Ratusan umat Katolik yang terbang menuju bandara Fiumicino Roma diminta untuk langsung ke Kota Vatikan, tempat paus berusia 84 tahun itu terhanyut antara sadar dan tidak sadar.
Seluruh Roma "memeluk paus dengan kasih-sayang khusus, dari pembersih jalan, hingga operator trasnportasi, hingga walikota yang semuanya ingin membantu kedatangan orang yang ingin berdoa untuknya," kata walikota beraliran kiri-tengah kota itu, Walter Veltroni.
Laporan radio Italia mengatakan pemerintah memperkirakan sebanyak satu juta orang yang berduka ketika paus, yang adalah uskup Roma, meninggal.
Veltroni membatalkan pekerjaan yang telah dijadwalkan di salah satu dari dua jalur metro Roma dan meningkatkan dengan 25 persen jumlah bus dari stasiun kereta api penting itu ke Lapangan St. Peter.
Bus transit khusus juga telah direncanakan.
Ratusan toilet yang mudah dipindahkan akan didirikan di sekitar Vatikan, yang berada di pusat ibukota Italia, dan seluruh rumah sakit di Roma telah disiagakan. Berbotol-botol air akan dibagikan pada peziarah, kata pemerintah.
Ini bukan pertama kalinya pemerintah setempat mengalami dan menangani kerumunan besar massa di Vatikan, kata Vetroni. Ratusan ribu orang menghadiri upacara penyucian, termasauk pendiri Opus Dei, orang Spanyol Josemaria Escriva de Balaguer.
Dua tenda raksasa untuk menyambut peziarah akan didirikan di kota itu, satu dekat Vatikan, dan lainnya di dekat forum Roman dan Colosseum.
Balai kota itu juga mempersiapkan 5.000 tempat tidur di pusat pameran Roma, dan 1.500 yang lain di pusat pelatihan perusahaan kereta api nasional.
(AFP/Ant/Ol-1)
Ahad, April 03, 2005 | 0 ulasan