Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?

Pages

Gus Dur meninggal dunia

Written By Syafrein Effendiuz on 31/12/09 | Khamis, Disember 31, 2009




JAKARTA 30 Dis. – Bekas Presiden Indonesia, Abdurrahman Wahid, (gambar) 69, meninggal dunia pada pukul 6.45 petang ini (waktu Indonesia Barat) ketika dirawat di Hospital Cipto Mangunkusumo di sini.

Adik kandung Abdurrahman, Sholahudin Wahid mengesahkan kematian Abdurrahman yang lebih dikenali sebagai Gus Dur dan merupakan Presiden Indonesia keempat itu.

“Saya mendapat khabar beliau meninggal. Khabar yang saya terima beliau meninggal pada pukul 6.45 petang,” kata Gus Sholah kepada pemberita.

Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono dan para menteri, kenamaan, ahli keluarga serta rakan-rakan Gus Dur menziarahi jenazah Allahyarham di hospital berkenaan malam ini.

Allahyarham Gus Dur yang merupakan anak sulong daripada enam adik beradik akan dikebumikan di Jombang, Jawa Timur iaitu tempat kelahirannya.

Kesihatan Gus Dur merosot ketika menziarahi kubur Ibu Nyai Fatah di Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras, Jombang, Jawa Timur pada 24 Disember lalu.

Berikutan itu Gus Dur dikejarkan ke Hospital Swadana Jombang kemudian dipindahkan ke Hospital Cipto Mangunkusumo pada 25 Disember lalu.

Gigi Gus Dur dicabut berikutan gusinya yang membengkak dan beliau juga terpaksa menjalani rawatan dialisis di hospital berkenaan.

Pengarah Hospital Cipto Mangunkusumo, Akmal Taher berkata, Gus Dur meninggal dunia akibat kegagalan jantung, ginjal dan masalah gula di dalam darah.

Sementara itu Ketua Dewan Perwakilan Pusat Parti Demokrat, Anas Urbaningrum menyifatkan kematian Gus Dur merupakan kehilangan terbesar kepada bangsa Indonesia.

“Kita kehilangan tokoh besar yang kita sendiri tidak tahu bila lahir penggantinya,” kata Anas melalui khidmat pesanan ringkas (SMS) yang dikirimkan kepada media.

Beliau juga berkata, Gus Dur menjadi pemecah kebekuan dan kejumudan pemikiran. Dalam pada itu Susilo mengarahkan semua acara sambutan tahun baru dibatalkan bagi menghormati kematian Gus Dur. – Utusan

Sumber: Utusan untuk tujuan dokumentasi. Pautan:Syafrein.com, Dompas Network, Guided-Info.com, Munakahat, Artikel Sentral, Catatan Sekilas, Perkahwinan, NikahKahwin.Co.Cc, Tokoh, Usahawan Maya, Cyber Ilmu, Riau, Banners to click!, My Biz Online.

Khamis, Disember 31, 2009 | 0 ulasan

KWGI: Gus Dur Manusia Langka!

JOMBANG - Penghormatan dan penghargaan setinggi-tingginya disampaikan umat kristiani kepada almarhum Gus Dur atas jasa-jasanya semasa hidup.

Konfederasi Wali Gereja Indonesia (KWGI) bahkan menyebut Gus Dur layak ditauladani umat nasrani, lantaran menerapkan kasih dengan sepenuh hati semasa hidupnya. "Gus Dur manusia langka pada masa kini," ujar Sekjen KWGI Uskup Johannes Puja Sumarta di Jombang, Jawa Timur.

"Dia orang yang memiliki kasih seperti kristiani sejati," imbuhnya. Johannes mencontohkan, Gus Dur tidak pernah menghadapi kaum fundamentalis yang senantiasa menyerangnya. Sebaliknya Gus Dur selalu mampu memaafkan mereka.

"Karena itu atas nama KWGI saya datang ke sini untuk memberikan penghormatan terakhir," tandasnya.

Gus Dur menghembuskan napas terakhir di RSCM Jakarta pada Rabu 30 Desember pukul 18.45 WIB. Jenazah Gus Dur sempat disemayamkan di rumah duka di Ciganjur, sebelum akhirnya siang ini dikebumikan di kompleks Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur.

Presiden saat memberikan pidato pelepasan jenazah menyebutkan Gus Dur sebagai tokoh pluralisme dan tokoh yang tidak kenal lelah untuk mengembangkan demokrasi di Tanah Air.
(mbs)

Sumber: Okezone untuk tujuan dokumentasi. Pautan:Syafrein.com, Dompas Network, Guided-Info.com, Munakahat, Artikel Sentral, Catatan Sekilas, Perkahwinan, NikahKahwin.Co.Cc, Tokoh, Usahawan Maya, Cyber Ilmu, Riau, Banners to click!, My Biz Online.

Khamis, Disember 31, 2009 | 0 ulasan

Puluhan Dompet & HP Raib saat Pemakaman Gus Dur

Kamis, 31 Desember 2009 - 15:04 wib
JAKARTA
- Ribuan masyarakat yang merengsek untuk melihat prosesi pemakaman Gus Dur di pemakaman Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur dimanfaatkan oleh tangan orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Usai pemakaman, puluhan orang mengadukan hilangnya dompet dan ponsel selulernya.

Pantauan okezone di lokasi, puluhan warga mengadukan hilangnya dompet dan handphone yang hilang kepada panitia saat prosesi pemakaman berlangsung. Panitia juga menemukan puluhan dompet yang tercecer di areal pesantren. Panitia pun mengumpulkan dompet-dompet tersebut dan mengumumkan lewat pengeras suara Masjid Ulil Albab.

"Kami mengimbau kepada orang yang menemukan dompet-dompet yang bukan miliknya untuk dikembalikan melalui panitia," kata salah seorang panitia melalui pengeras suara, Kamis (31/12/2009).

Memang saat prosesi pemakaman berlangsung, ribuan masyarakat berdesak-desakan untuk melihat langsung pemakaman Gus Dur. "Dompet yang hilang kebanyakan dari luar Jawa Timur," kata panitia.(bul)
(Tritus Julan/Koran SI/hri)

Sumber: Okezone untuk tujuan dokumentasi. Pautan:Syafrein.com, Dompas Network, Guided-Info.com, Munakahat, Artikel Sentral, Catatan Sekilas, Perkahwinan, NikahKahwin.Co.Cc, Tokoh, Usahawan Maya, Cyber Ilmu, Riau, Banners to click!, My Biz Online.

Khamis, Disember 31, 2009 | 0 ulasan

Pejabat Pulang, Warga Rebutan Lihat Pusara Gus Dur

JOMBANG – Para pejabat negara yang menghadiri prosesi pemakaman Abdurrahman Wahid alias Gus Dur di Pesantren Tebu Ireng Jombang telah meninggalkan lokasi.
Iring-Iringan terakhir terlihat meninggalkan Kompleks Pesantren sekira 10 menit saat berita ini diturunkan.

Setelah pesantren kosong dari para pejabat, gerbang yang semula dijaga ketat ditinggalkan petugas. Kondisi itu segera dimanfaatkan para peziarah yang masih membeludak di luar pagar untuk masuk ke dalam kompleks pesantren.

Berdasarkan pantauan di lokasi, hampir sebagian besar personel dari TNI, polisi dan Banser ditarik dari lokasi pemakaman sehingga membuat warga bebas keluar masuk kompleks Pesantren Tebu Ireng.

Salah satu pengunjung Siti Fatimah, (43) mengaku datang langsung dari Bangkalan bersama keluarganya termasuk satu anak masih balita yang masih di gendong. Dia rela berdesak-desakan dengan warga lain untuk sekedar melihat peristirahatan terakhir Gus Dur.

Sementara itu, kondisi pondok pesantren dengan luas dua hektar saat ini padat oleh warga, jalan raya di depan pondok pesantren pun macet total.

Sumber: Okezone untuk tujuan dokumentasi. Pautan:Syafrein.com, Dompas Network, Guided-Info.com, Munakahat, Artikel Sentral, Catatan Sekilas, Perkahwinan, NikahKahwin.Co.Cc, Tokoh, Usahawan Maya, Cyber Ilmu, Riau, Banners to click!, My Biz Online.

Khamis, Disember 31, 2009 | 0 ulasan

The Humanist Dies Right Here' di Batu Nisan Gus Dur


JOMBANG - Sikap nyeleneh tetap melekat pada sosok almarhum KH Abdurrahman Wahid, bahkan hingga pria yang akrab disapa Gus Dur ini mendekati akhir hayatnya. Gus Dur sempat berwasiat agar batu nisannya diberi tulisan dalam bahasa Inggris.

"The humanist dies right here. Itu pesan beliau," ujar Ketua PP Fatayat NU Khofifah Indar Parawansah kepada okezoneusai pemakaman di Kompleks Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur, Kamis (31/12/2009).

Sayang, aku Khofifah, pesan Gus Dur tersebut belum terwujud karena mantan cagub Jatim itu belum menyampaikannya ke pihak keluarga. "Momennya kurang tepat. Kelak akan saya sampaikan dan saya sendiri yang akan mengukir tulisan tersebut di nisan beliau," tandasnya.

Di penghujung kalimatnya, Khofifah berjanji akan meneruskan perjuangan Gus Dur. "Tauladan yang beliau berikan akan saya tiru," pungkasnya.

Gus Dur wafat Rabu 30 Desember kemarin pukul 18.45 WIB di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Jenazah mantan presiden ke-4 ini sempat dibawa ke rumah duka di Ciganjur, Jakarta Selatan. Pagi tadi, jenazah diterbangkan ke tempat kelahiran Gus Dur di Jombang, Jawa Timur.

Upacara pemakaman berlangsung secara militer dipimpin langsung oleh Presien Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan disaksikan ribuan orang di Kompleks Pondok Tebu Ireng, Jombang.
(ded)

Sumber: Okezone untuk tujuan dokumentasi. Pautan:Syafrein.com, Dompas Network, Guided-Info.com, Munakahat, Artikel Sentral, Catatan Sekilas, Perkahwinan, NikahKahwin.Co.Cc, Tokoh, Usahawan Maya, Cyber Ilmu, Riau, Banners to click!, My Biz Online.

Khamis, Disember 31, 2009 | 0 ulasan

Presiden SBY Sebut Gus Dur Bapak Pluralisme

JOMBANG - Mantan Presiden RI, Abdurrahman Wahid dikenal sebagai pemikir dan pendorong perkembangan Islam.

Sewaktu menjabat sebagai Presiden, Gus Dur telah menerapkan kebijakan yang tidak berkehendak secara tetap untuk memuliakan kemajemukan dan mengakhiri diskriminasi.

"Melalui ucapan, sikap dan perbuatan beliau sudah mengajarkan kepada kita untuk menghormati perbedaan. Disadari atau tidak, beliau adalah Bapak Pluralisme," ujar Presiden SBY dalam pidatonya usai pemakaman Gus Dur di pemakaman keluarga di Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur, Kamis (31/12/2009).

Gus Dur telah menjadikan bhineka tunggal ika sebagai pedoman hidup. "Beliau dikenal luas sebagai tokoh yang berpengaruh dalam perkembangan Islam dan warga nahdiyin serta Indonesia," imbuhnya.

Pemikiran Gus Dur, sambung SBY, telah memberikan inspirasi bagi seluruh warga Indonesia maupun dunia. "Semoga beliau ditempatkan di sisi Allah sesuai dengan pengorbanan, amal, dan jasanya," pungkasnya.(bul)
(hri)

Sumber: Okezone untuk tujuan dokumentasi. Pautan:Syafrein.com, Dompas Network, Guided-Info.com, Munakahat, Artikel Sentral, Catatan Sekilas, Perkahwinan, NikahKahwin.Co.Cc, Tokoh, Usahawan Maya, Cyber Ilmu, Riau, Banners to click!, My Biz Online.

Khamis, Disember 31, 2009 | 0 ulasan

"Selamat Jalan Guru Bangsa"


JOMBANG - Upacara prosesi pemakaman Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, selesai dilakukan. Kini tokoh besar, guru bangsa, dan mantan Presiden RI ke-4 itu telah berbaring tenang di Kompleks Pemakaman Tebu Ireng, Jombang.

Saat melepas kepergiannya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sempat mengucapkan selamat jalan, bagi tokoh yang pernah menjadi atasannya di masa pemerintahan Gus Dur.

"Selamat jalan Gus Dur, semoga engkau tenang di sisi Allah," ucap Presiden dalam kalimat terakhirnya, menutup pidato pemakaman Gus Dur, di Kompleks Pemakaman Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur, Kamis (31/12/2009).

Setelah itu, keluarga yang diwakili oleh adik kandung Gus Dur, Solahuddin Wahid atau Gus Solah, memberikan pidato perpisahannya. Tak kuasa melepas kepergiannya kakaknya, Gus Solah di akhir pidatonya, juga sempat terisak.

Menteri Agama Suryadharma Ali, dan KH Mustafa Bisri, mengakhiri prosesi pemakaman dengan membacakan doa pengantar kepergian Gus Dur ke haribaan-Nya.

Selamat jalan Gus....
(hri)

Sumber: Okezone untuk tujuan dokumentasi. Pautan:Syafrein.com, Dompas Network, Guided-Info.com, Munakahat, Artikel Sentral, Catatan Sekilas, Perkahwinan, NikahKahwin.Co.Cc, Tokoh, Usahawan Maya, Cyber Ilmu, Riau, Banners to click!, My Biz Online.

Khamis, Disember 31, 2009 | 0 ulasan

Etnis Tionghoa Gelar Doa untuk Gus Dur

SEMARANG - Puluhan warga etnis Tionghoa di Semarang, Jawa Tengah, siang tadi menggelar doa bagi almarhum Abdurrahman Wahid atau akrab dipanggil Gus Dur. Doa yang dipimpin oleh Thio Tiong Gie tersebut dilaksanakan di Kelenteng Besar Tay Kak Sie Gang Lombok Semarang.

Puluhan warga etnis Tionghoa nampak khusuk menaikkan doa bagi arwah Gus Dur. Beberapa dia ntara mereka bahkan ada yang berlinang air mata. Ya, perasaan kehilangan orang yang sangat dicintai begitu kentara dalam doa di Tay Kak Sie.

Di depan altar dengan disertai ucapan doa dan kepulan asap dupa, warga etnis Tionghoa menunjukkan bagaimana mereka kehilangan tokoh yang sangat dicintainya. Suasana duka semakin kentara karena di depan bangunan kelenteng terpasang juga bendera merah putih setengah tiang.

"Kami sungguh merasa kehilangan seorang bapak bangsa sekaligus guru yang seharusnya dicintai oleh semua orang yang mengenal arti kebenaran, kebaikan dan keadilan," jelas Aris Pramadi, Sekretaris Yayasan Kelenteng Besar Tay Kak Sie.

Aris mengatakan warga Tionghoa tidak bisa melupakan jasa-jasa dan kebaikan Gus Dur. Dia berharap seluaruh anak cucu tidak melupakan jasa Gus Dur. "Bagi kami, Gus Dur adalah orang yang gagah berani memberikan kesempatan bagi etnis Tionghoa yang juga adalah warga negara Indonesia untuk bersama-sama membangun negara," katanya.

Jasa Gus Dur bagi etnis Tionghoa dalam memberi kebebasan juga dipandang Aris sebagai hal yang sangat berarti dan tidak boleh dilupakan. "Almarhum juga telah memberi kebebasan bagi etnis Tionghoa sehingga dapat bersembahyang, melakukan ritual sesuai agama kami dan juga boleh berbahasa mandarin," papar Aris Pramadi.
(mbs)

Sumber: Okezone untuk tujuan dokumentasi. Pautan:Syafrein.com, Dompas Network, Guided-Info.com, Munakahat, Artikel Sentral, Catatan Sekilas, Perkahwinan, NikahKahwin.Co.Cc, Tokoh, Usahawan Maya, Cyber Ilmu, Riau, Banners to click!, My Biz Online.

Khamis, Disember 31, 2009 | 0 ulasan

Di Akhir Pidato, Gus Sholah Bercucur Air Mata

JOMBANG – Saat membacakan pidato mewakili keluarga, Sholahudin Wahid tampak tenang. Dengan suara yang pelan adik kadung Gus Dur ini membuka pidato dengan membaca doa bahasa arab.

“Tiap tiap kita akan menemui ajal. Ketika ajal datang kita tidak dapat memundurkan atau memajukan. 14 Muharam 14331 Hijriah ajal datang menjemput beliau untuk kembali ke sang pencipta,” ujar Gus Sholah, sapaan Sholahudin Wahid lirih, Kamis (31/12/2009).

Kabar duka tersebut, kata Gus Sholah merupakan kabar yang mengejutkan tidak hanya bagi keluarga namun juga bangsa. Demikian dia menegaskan agar siapapun yang merasa ditinggalkan Gus Dur agar senantiasa bersabar.

“Kita tersentak dan terkejut,terpana dan seakan tak percaya dengan kabar duka dari, kakak, guru, pemimpin kami orang yang begitu menginspirasi kita. Kita harus sabar kita doakan bersama semoga amal beliau diterima di sisi Allah,” imbuh Gus Sholah.

Tak lupa, atas nama keluarga, Gus Sholah meminta maaf atas kesalahan yang pernah dilakukan Gus Dur selama hidup.

“Kami atas nama kelaruga mohon maaf atas kesalahan beliau,” ucap Gus Sholah.

“Kita semua bersaksi beliau orang yang baik betul?” Gus Sholah bertanya kepada hadirin.” sejumlah hadirin pun menyahut pertanyaan Gus Sholah. “Betul”. Tidak hanya sekali, pertanyaan itu diulang Gus Sholah sebanyak tiga kali.

Gus Sholah juga berterimakasih kepada Presiden SBY yang telah memberi perhatian penuh pada prosesi pemakaman Gus Dur mulai dari di RSCM, Ciganjur hingga pemakaman di Jombang.

Sebelum menutup sambutannya, Gus Sholah yang semula tampak tegar, akhirnya tak kuasa menahan tangis.

“Selamat jalan Kakak ku, pemimpin kami, perjuangan mu akan kami teruskan,” ujar Gus Sholah bergetar menahan tangis.
(fit)

Sumber: Okezone untuk tujuan dokumentasi. Pautan:Syafrein.com, Dompas Network, Guided-Info.com, Munakahat, Artikel Sentral, Catatan Sekilas, Perkahwinan, NikahKahwin.Co.Cc, Tokoh, Usahawan Maya, Cyber Ilmu, Riau, Banners to click!, My Biz Online.

Khamis, Disember 31, 2009 | 0 ulasan

Gus Dur Rajin Olahraga Keliling Ponpes

JAKARTA - Semasa hidupnya, KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur rajin berolahraga setiap pukul 05.30 WIB. Namun, menurut tetangganya, sudah dua bulan belakangan ini mantan Presiden RI itu tidak lagi melakukan rutinitasnya itu.

“Kebiasaan beliau kalau lagi sehat biasanya olahraga jam setengah enam pagi. Olahraga selama satu-dua jam. Olahraganya ya berjalan kaki dengan tongkat, berkeliling pondok pesantren, ya pokoknya berjalan di sekitar pemukiman sini,” ungkap Erna, tetangga Gus Dur di Ciganjur, Jakarta Selatan, Kamis (31/12/2009).

Erna menambahkan, setiap berolahraga Gus Dur selalu ditemani oleh pengawal sedikitnya lima orang.

“Jarang saya lihat Mbak Yenny menemani ketika olahraga. Ya biasanya hanya pengawalnya saja atau dari pondok pesantren. Terakhir kali beliau olahraga itu sekitar dua bulan yang lalu, cukup lama beliau tidak olahraga mungkin karena kesehatannya,” papar dia.

Kesan Erna terhadap Gus Dur, menurutnya pria kelahiran tahun 1960 itu baik dan ramah kepada siapa saja. Saat berolahraga, dia tak segan menegur warga yang kebetulan melintas di depannya.

“Tapi kalau dengan warga yang perempuan jarang ya bersapa, tapi kalau sama laki-laki pasti iya. Setiap ada pengajian di rumah, pasti beliau mengundang seluruh warga sini. Ketika lebaran atau ada syukuran pasti beliau memberikan uang untuk anak-anak kecil di sini,” jelasnya.

Erna bahkan ingat, hal terakhir yang dilakukan Gus Dur kepada warga sekitar rumahnya yaitu setelah pulang dari Jombang, semua warga diberikan bubur merah dan putih.

“Mungkin meminta doa kepada warga agar operasi atau cabut giginya bisa berhasil. Ya kalau sekarang ini nggak ada Gus Dur pasti rumahnya akan sepi, karena kalau ada beliau rumahnya pasti banyak dikunjungi tamu,” pungkas Erna.

Sumber: Okezone untuk tujuan dokumentasi. Pautan:Syafrein.com, Dompas Network, Guided-Info.com, Munakahat, Artikel Sentral, Catatan Sekilas, Perkahwinan, NikahKahwin.Co.Cc, Tokoh, Usahawan Maya, Cyber Ilmu, Riau, Banners to click!, My Biz Online.

Khamis, Disember 31, 2009 | 0 ulasan

Umat dari Enam Agama Turut Mendoakan Gus Dur

BOGOR - Umat dari berbagai agama ikut menundukkan kepala melepas kepergian Mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid ke haribaan Tuhan. Di Bogor, Jawa Barat, ratusan umat dari enam agama melakukan doa bersama untuk Gus Dur, Kamis (31/12/2009) siang.

Umat Islam, Kristen, Budha, Hindu, Katolik dan Konghucu ini dengan memanjatkan doa di Gereja Katedral, Kota Bogor. Jawa Barat, Kamis (31/12/2009) siang.

Doa bersama untuk almarhum Gus Dur ini juga dihadiri oleh para pemuka agama masing-masing. Menurut Arifin, Sekeretaris Badan Sosial Lintas Agama Kota Bogor, kegiatan ini bertujuan untuk bersama-sama mendoakan Gus Dur meski dengan cara dan keyakinan berbeda.

"Kami ikut berduka cita bagi tokoh nasioanal yang menjadi pemersatu bangsa," jelas Arifin.

Menurutnya, ketokohan Gus Dur harus diteruskan oleh anak bangsa yang ada sekarang. "Karena Gus Dur merupakan pembela bagi kaum minoritas kebudayaan, agama, ataupun ekonomi serta suku," tandas Arifin.

Arifin menambahkan, Gus Dur adalah sosok yang merakyat, maka menurutnya harus ditiru oleh para pemimpin yang ada sekarang ini.
(Endang Gunawan/Global/ded)

Sumber: Okezone untuk tujuan dokumentasi. Pautan:Syafrein.com, Dompas Network, Guided-Info.com, Munakahat, Artikel Sentral, Catatan Sekilas, Perkahwinan, NikahKahwin.Co.Cc, Tokoh, Usahawan Maya, Cyber Ilmu, Riau, Banners to click!, My Biz Online.

Khamis, Disember 31, 2009 | 0 ulasan

Tangis dan Takbir Iringi Jasad Gus Dur ke Liang


JAKARTA - Jasad mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid sudah dikebumikan di komplek Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur. Ketika jasad Gus Dur dikeluarkan dari dalam peti jenazah, tangis dan takbir pun pecah.

Pantauan okezone di Kompleks Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur, Kamis (31/12/2009), ribuan jamaah nahdliyin di Jawa Timur tumpah ruah untuk menyaksikan proses pemakaman cucu pendiri Nahdlatul Ulama itu.

Para pelayat tampak menangis sambil meneriakkan kalimat tauhid. "Allahu akbar, allahu akbar," teriak salah seorang pelayat dan kompak diikuti pelayat lain. Pada saat bersamaan, jenazah GD diturunkan ke liang lahat dengan diiringi tembakan salvo.

Seperti diketahui, Gus Dur menghembuskan nafas di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta sekira pukul 18.45 WIB karena komplikasi penyakit yang dideritanya.

Setelah disemayamkan di rumah duka di Jalan Warung Sila, Gang Munawarroh, Ciganjur, Jakarta semalam. Jenazah Gus Dur diterbangkan ke Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur untuk dimakamkan di pemakaman keluarga.
(ahm)

Sumber: Okezone untuk tujuan dokumentasi. Pautan:Syafrein.com, Dompas Network, Guided-Info.com, Munakahat, Artikel Sentral, Catatan Sekilas, Perkahwinan, NikahKahwin.Co.Cc, Tokoh, Usahawan Maya, Cyber Ilmu, Riau, Banners to click!, My Biz Online.

Khamis, Disember 31, 2009 | 0 ulasan

Ratusan Orang Jebol Pagar Ponpes Tebu Ireng

JOMBANG - Pemakaman mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid di Pondok Pesantren Tebu Ireng menarik simpati ribuan warga Jombang, Jawa Timur. Ribuan orang yang tidak dapat masuk ke dalam menjebol pintu gerbang ponpes.

Pantauan okezone di Ponpes Tebu Ireng, Kamis (31/12/2009), massa berupaya masuk secara paksa ke area kompleks. Banyak di antara mereka merupakan ibu-ibu. Di antara mereka bahkan meski menggendong anaknya, tetap merangsek masuk.

Gerbang sekira dua meter pun tak dapat menghalau gelombang massa yang dijaga petugas. Sekira lima menit berselang, pengamanan di pintu gerbang kembali ditambah. Massa pun tidak bisa kembali merangsek masuk ke dalam.

Suara tangisan dan teriakan kesakitan terdengar di antara massa. Meski tidak berselang lama, suara itu pun menghilang. Kini penjagaan di areal ponpes kembali dijaga ketat menjelang kedatangan rombongan Presiden SBY.

Gus Dur meninggal di RSCM setelah menjalani operasi gigi pada Senin 28 Desember kemarin. Kondisi Gus Dur sempat membaik, namun pada Rabu sore sekira pukul 18.45 WIB akhirnya mantan Presiden itu menghembuskan nafas terakhir.

Yusuf Misbach, anggota tim dokter RSCM yang merawat Gus Dur mengatakan, mantan Presiden RI itu meninggal akibat komplikasi yang diderita guru bangsa ini. “Ini berkaitan dengan penyakit diabetes, ginjal, stroke dan jantung," katanya kepada wartawan kemarin.
(kem)

Sumber: Okezone untuk tujuan dokumentasi. Pautan:Syafrein.com, Dompas Network, Guided-Info.com, Munakahat, Artikel Sentral, Catatan Sekilas, Perkahwinan, NikahKahwin.Co.Cc, Tokoh, Usahawan Maya, Cyber Ilmu, Riau, Banners to click!, My Biz Online.

Khamis, Disember 31, 2009 | 0 ulasan

Gus Dur Tokoh Besar yang Tak Tergantikan



JAKARTA - Masyarakat Indonesia hari ini tengah merasakan duka yang mendalam karena kehilangan tokoh yang menjadi suri tauladan, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Pemikiran dan terobosan-terobosan yang dilakukannya tidak dimiliki oleh orang lain.

"Kita kehilangan tokoh besar yang tidak tahu kapan ada gantinya. Kita turut berduka atas wafatnya Gus Dur," ujar Ketua Fraksi Partai Demokrat, Anas Urbaningrum melalui pesan singkat kepada okezone, Kamis (31/12/2009).

Meskipun kadang kontroversial, kata Anas, Gus Dur adalah tokoh yang sanggup mencairkan kejumudan berpikir. "Gus dur juga menjadi salah satu contoh par excellence tentang ber-Islam dan ber-Indonesia secara pas," tambahnya.

Ketua DPP Partai Demokrat itu mengimbuhkan selain Cak Nur, Gus Dur telah menjadi pelopor gerakan yg mengawinkan keislaman dan keindonesiaan secara indah. "Kita kehilangan mutiara bangsa," tandasnya.

Seperti diketahui, Gus Dur menghembuskan nafas di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta sekira pukul 18.45 WIB karena komplikasi penyakit yang dideritanya.

Setelah disemayamkan di rumah duka di Jalan Warung Sila, Gang Munawarroh, Ciganjur, Jakarta semalam, Jenazah Gus Dur diterbangkan ke Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur untuk dimakamkan di pemakaman keluarga. Ribuan masyarakat ikut menyaksikan pemakaman Gus Dur di Jombang siang ini.(bul)(hri)

Sumber: Okezone untuk tujuan dokumentasi. Pautan:Syafrein.com, Dompas Network, Guided-Info.com, dan Artikel Sentral, Catatan Sekilas, Perkahwinan, Tokoh, Usahawan Maya, Cyber Ilmu, Riau, Banners to click!, My Biz Online, manggis.info,

Khamis, Disember 31, 2009 | 0 ulasan

Presiden SBY: Gus Dur Terimakasih, Selamat Jalan

OMBANG - Sebagai seorang tokoh nasional, Gus Dur memiliki jasa yang besar terhadap bangsa Indonesia. Melalui sejumlah pemikirannya, Gus Dur telah memberikan sumbangsih yang berarti bagi Indonesia. Atas nama bangsa Indonesia, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan rasa terimakasih kepada Gus Dur.

"Kita patut mengakui jasa beliau begitu banyak yang telah diberikan kepada bangsa dan negara. Kita sadar sebagai manusia, almarhum tidak luput dari kekhilafan, untuk itu sebagai bangsa yang berjiwa besar mari kita ucapkan terimakasih dan memberikan penghormatan yang tinggi atas jasa-jasanya untuk negara," Presiden SBY dalam pidatonya usai pemakaman Gus Dur di pemakaman keluarga di Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur, Kamis (31/12/2009).

Presiden juga mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk mendoakan Gus Dur. "Semoga beliau di tempatkan di sisi Allah sesuai dengan pengorbanan, amal dan jasa beliau. Semoga keluarga almarhum diberikan ketabahan dan kesabaran serta dapat menerima kepergian almarhum dengan ikhlas dan tawakal," tambahnya.

Indonesia, kata SBY, telah kehilangan salah seorang putra, guru dan bapak terbaik serta negarawan terhormat.

"Pemikiran beliau sungguh memberikan inspirasi bagi kita semua baik di negeri ini maupun dunia internasional. Dengan memohon ridho Allah, mari kita lepas kepergian almarhum dengan tenang. Selamat jalan Gus Dur semoga engkau tenang di sisi Allah. Terimakasih," pungkasnya.(bul/hri)

Sumber: Okezone untuk tujuan dokumentasi. Pautan:Syafrein.com, Dompas Network, Guided-Info.com, Munakahat, Artikel Sentral, Catatan Sekilas, Perkahwinan, NikahKahwin.Co.Cc, Tokoh, Usahawan Maya, Cyber Ilmu, Riau, Banners to click!, My Biz Online.

Khamis, Disember 31, 2009 | 0 ulasan

Umat Islam perlu sekat orientalis Barat

Written By Syafrein Effendiuz on 20/12/09 | Ahad, Disember 20, 2009


Oleh Saufi Hamzah
sofeeham@bharian.com.my

Konsep jihad dapat bantu pertahan hujah: Yusuf

PUTRAJAYA: Umat Islam perlu terus menyekat dakyah orientalis Barat kononnya jihad sebagai jalan untuk menyebar agama itu ke merata tempat di seluruh dunia, kata Pengerusi Kesatuan Ulama Islam Sedunia, Yusuf Al-Qaradawi.

Beliau berkata, kefahaman mengenai konsep jihad dalam ajaran Islam dapat membantu umat Islam untuk mempertahankan hujah berkaitan penyebaran agama berkenaan.

"Peperangan menggunakan pedang bukan bertujuan untuk membuka negeri saja. Sebenarnya pedang tidak dapat membuka minda manusia.

"Malah Islam tidak pernah disebarkan kepada umat manusia secara kekerasan walaupun jihad adalah satu kewajipan. Sememangnya kekerasan bukan jalan paling bijak untuk menyampaikan syiar Islam," katanya ketika menyampaikan ceramah perdana bertajuk Fiqh Jihad pada majlis Muhadharah Perdana 2009 di Pusat Konvensyen Antarabangsa Putrajaya (PICC), di sini, semalam.

Hadir sama Timbalan Menteri di Jabatan Perdana Menteri, Datuk Dr Mashitah Ibrahim dan Ketua Pengarah Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (Jakim), Datuk Wan Mohamad Sheikh Abdul Aziz.

Majlis berkenaan bertujuan berkongsi pengetahuan dan maklumat Tokoh Maal Hijrah 1431H dengan masyarakat Islam di Malaysia, meningkatkan kesatuan fikrah dan perpaduan dan menjana pemikiran umat Islam di negara ini supaya lebih dinamik dan progresif.

Kelmarin, Al-Qaradawi dan Pengerusi Kumpulan Felda, Tan Sri Dr Mohd Yusof Noor dipilih sebagai Tokoh Maal Hijrah Peringkat Kebangsaan di PICC.

Sumber: Berita Harian untuk tujuan dokumentasi. Pautan:Syafrein.com, Dompas Network, Guided-Info.com, dan Artikel Sentral, Catatan Sekilas, Perkahwinan, Tokoh, Usahawan Maya, Cyber Ilmu, Riau, Banners to click!, My Biz Online, manggis.info,

Ahad, Disember 20, 2009 | 0 ulasan

Keputusan penggunaan kalimah Allah, 30 Disember

Written By Syafrein Effendiuz on 16/12/09 | Rabu, Disember 16, 2009

KUALA LUMPUR 15 Dis. - Sebarang usaha untuk merendahkan martabat dan menyelewengkan penggunaan kalimah suci 'Allah' adalah suatu penghinaan kepada agama, negara serta Perlembagaan Persekutuan.

Persoalannya adakah keputusan Menteri Dalam Negeri ketika itu, Tan Sri Syed Hamid Albar melarang penggunaan perkataan 'Allah' dalam penerbitan 'Herald - The Catholic Weekly' mengakibatkan penganut agama Kristian tidak dapat mengamalkan ajaran agama mereka?

Demikian antara isu dibangkitkan oleh Peguam Kanan Persekutuan, Mahamad Naser Disa dalam hujahan bertulis tambahan yang dikemukakan di Mahkamah Tinggi (Bahagian Rayuan dan Kuasa-Kuasa Khas) di sini hari ini.

Beliau mewakili Menteri Dalam Negeri dan Kerajaan Malaysia selaku responden pertama dan kedua dalam semakan kehakiman oleh Gereja Katolik melalui Ketua Paderi, Tan Sri Murphy Pakiam berhubung penggunaan perkataan 'Allah' dalam penerbitan 'Herald - The Catholic Weekly'.

Pemohon meminta perisytiharan larangan bertarikh 7 Januari lalu adalah salah di sisi undang-undang, batal dan tidak sah.

Gereja terbabit turut memohon perisytiharan bahawa larangan tersebut adalah ultra vires (melampaui batasan undang-undang) Akta Mesin Cetak dan Penerbitan 1984 sehingga mahkamah membuat keputusan.

Mahamad Naser dalam hujahnya menyatakan, Allah ialah nama khas yang termaktub dalam al-Quran dan tidak boleh disamaertikan dengan perkataan am iaitu tuhan meskipun bagi orang Islam, hanya Allah satu-satunya tuhan.

''Jika responden membiarkan kalimah Allah digunakan oleh pemohon sebagai terjemahan kepada perkataan God' dalam penerbitan mereka, ia akan mengundang implikasi yang besar kepada umat Islam. Ini kerana penggunaannya akan mencemar nama suci Allah,'' ujar beliau.

Menurutnya lagi, pemohon juga gagal membuktikan melalui afidavit sokongannya bahawa larangan itu telah menjadi penghalang untuk mereka menganut agama Kristian.

Sehubungan itu Mahamad Naser berpendapat, menteri telah membuat keputusan yang betul ketika menegah pemohon menggunakan perkataan 'Allah' yang akan mencemar ajaran Islam.

''Kesucian agama Islam bukan sahaja wajib dipelihara oleh kerajaan sebagai badan eksekutif malah badan kehakiman yang dilantik oleh Yang di-Pertuan Agong dan badan perundangan yang menasihati baginda dalam membuat undang-undang turut memikul kewajipan yang sama,'' tegas beliau.

Sementara itu, peguam Mubashir Mansor bagi pihak Majlis Agama Islam Negeri ketika membetulkan persepsi umum berkata: ''Permohonan ini bukanlah satu peperangan membabitkan keagamaan. Tetapi ia melibatkan undang-undang negara ini, perlembagaan dan undang-undang penerbitan.''

Selepas mendengar hujah, Hakim Datuk Lau Bee Lan menetapkan 30 Disember ini untuk membuat keputusan terhadap permohonan tersebut.

Sumber: Utusan Malaysia untuk tujuan dokumentasi. Pautan:Syafrein.com, Dompas Network, Guided-Info.com, dan Artikel Sentral, Catatan Sekilas, Perkahwinan, Tokoh, Usahawan Maya, Cyber Ilmu, Riau, Banners to click!, My Biz Online, manggis.info,

Rabu, Disember 16, 2009 | 0 ulasan

Jemaah tabligh

Written By Syafrein Effendiuz on 11/12/09 | Jumaat, Disember 11, 2009

Oleh Mohd Fadly Samsudin
fadly@hmetro.com.my

KETIKA awal kehadirannya, ramai yang pelik melihat gelagat mereka yang mengusung beg, periuk, cerek dan pinggan dari satu masjid ke satu masjid.

Dengan ketayap putih di kepala dan berjanggut, mereka sering diberi pandangan negatif.

Namun, lama kelamaan apabila jumlahnya semakin ramai, masyarakat mulai sedar mereka adalah kumpulan pendakwah yang dipanggil 'tabligh'.

Penulis turut mempunyai pengalaman diajak keluar bersama-sama menyertai sebahagian gerak kerja dakwah ketika di kampus.

Ketika itu ahlinya terdiri daripada pelajar sendiri yang akan melawat dari bilik ke bilik bagi menyampaikan peringatan atau tazkirah pendek yang dirungkai daripada hadis nabi atau ayat al-Quran.

Jadi pada setiap malam selepas solat Maghrib, dua hingga tiga ahli jemaah akan bersama dalam sesi tazkirah yang mereka sampaikan.

Mengikut sejarah, tabligh adalah jemaah Islam yang berpusat di India. Ia ditubuhkan pada akhir dekad 1920-an oleh Maulana Muhammad Ilyas Kandhalawi di Mewat, sebuah wilayah di India.

Tabligh dilahirkan bagi mengajak masyarakat India Muslim yang masih berpegang kepada budaya Hindu melaksanakan Islam secara total.

Jemaah tabligh memegang kepada manhaj (formula) yang dijadikan dasar penting sebagai rujukan yang dinamakan Ushulus Sittah (enam dasar).

Ia merealisasikan kalimat thoibah, solat dengan khusyuk dan khudu' (penuh ketundukan), ilmu dan zikir, memuliakan Muslim, membaiki niat dan mengikhlaskannya serta keluar (khuruj) di jalan Allah.

Gerakan ini menjalankan tugas berdakwah tanpa mengambil kira asal-usul mazhab atau aliran pengikutnya.

Jemaah tabligh mempunyai markas di setiap negara dan markas antarabangsa terletak di Nizzamudin, India. Setiap markas daerah dipimpin seorang shura dan kemudian membentuk ratusan markas kecil yang dinamakan halaqah.

Kegiatan halaqah adalah perjumpaan mingguan, sebulan atau mereka keluar (khuruj) selama tiga hari. Khuruj bertujuan meluangkan sepenuh masa berdakwah di masjid atau surau dengan dipimpin Amir.

Ketika ini, mereka banyak menghabiskan masa membaca hadis atau kisah sahabat yang biasanya dipetik daripada kitab Fadhail Amal karya Maulana Zakaria.

Kemudian mereka mengunjungi (jaulah) rumah ke rumah dan bermuzakarah. Sepanjang tempoh khuruj itu, mereka akan tinggal sementara di masjid atau surau.

Mereka memasak makanan sendiri dan makan beramai-ramai dalam talam besar.

Jemaah tabligh mengabdikan sepenuh jiwa raga untuk agama dan tidak menyentuh perkara berkaitan politik. Justeru, mereka dianggap kumpulan yang sukakan perdamaian.

Namun, bukan mudah untuk menjadikan seorang dalam jemaah tabligh yang tekun kerana memerlukan kekuatan diri terutama meninggalkan rumah tangga, isteri dan anak untuk tempoh beberapa hari.

Memang bukan perkara mudah melakukan perkara kebaikan kerana syaitan sentiasa membisikkan perkara yang melalaikan.

Usaha jemaah tabligh keluar berdakwah nampak mudah, tetapi terpaksa melalui jalan berliku terutama pandangan masyarakat.

Ada yang diherdik, dimaki, dihalau malah dianggap kutu rayau ketika melakukan tugas dakwah itu. Malah, ada umat Islam sendiri yang menyindir supaya mereka berdakwah kepada golongan bukan Islam daripada menyibuk datang dari rumah ke rumah.

Malah ada juga yang menyarankan aktiviti tabligh diharamkan di Malaysia kononnya ia boleh menyebabkan kemunduran umat Islam.

Justeru, jemaah tabligh memang dilatih menjadi penyabar kerana perkara itu memang sudah dijangka.

Bagaimanapun, jemaah tabligh membuktikan mereka berjuang dengan rela hati apabila sanggup meninggalkan keluarga selama tiga hari, seminggu, 40 hari atau empat bulan untuk mengembangkan agama Allah.

Mereka antara manusia bertuah kerana memperuntukkan sebahagian usia kepada agama, sedangkan ramai manusia berebut-rebut mencari habuan keduniaan.

Bukan semua sanggup berjauhan lama dengan anak dan isteri melakukan kerja dakwah sebegini.

Namun, jemaah tabligh yakin cara dakwah mereka menepati perbuatan Rasulullah s.a.w. Perkara paling penting dalam berdakwah mengikut cara tabligh adalah keikhlasan.

Kemuncak jemaah tabligh di negara ini ialah perhimpunan 200,000 ahli kumpulan itu dari seluruh dunia yang berkampung di kawasan lapang berhampiran Masjid Kuarters Lapangan Terbang Antarabangsa Kuala Lumpur (KLIA) Sepang sempena ijtimak Tabligh Sedunia, baru-baru ini.

Jemaah tabligh daripada lebih 40 negara hadir yang membentuk saf solat bermula dari barisan hadapan hingga ke belakang sepanjang lebih satu kilometer (km) manakala setiap saf sepanjang 500 meter.

Penolong Pengarah Institut Latihan Islam Malaysia (Ilim), Zamihan Mat Zin, berkata jemaah tabligh membuktikan mereka dapat mengumpulkan umat Islam dari seluruh dunia. Ini satu perkara yang hebat.

"Namun, mereka perlu mengembang peranan dakwah, tidak hanya di masjid atau surau sebaliknya meluaskan jaringan itu kepada remaja bermasalah, vandalisme, penjara dan pusat pemulihan akhlak.

"Cabang dakwah ini luas dan ia perlu diperkemaskan supaya orang ramai dapat menerima cara penyampaian dakwah kita. Mereka juga boleh mengetengahkan cabang dakwah melalui penulisan dan kebajikan.

"Nabi Muhammad s.a.w berdakwah kepada semua peringkat umur dan latar belakang," katanya.

Zamihan berkata melalui kepelbagaian bentuk dakwah itu seseorang boleh menyampaikannya di mana-mana saja tanpa terhad kepada sebarang waktu.

"Kewajipan memperingati sesama umat itu terletak di setiap bahu kita. Dakwah yang sebenarnya tidak terhad di masjid atau di surau saja.

"Kelompok utama yang perlu kita hampiri adalah di kalangan ahli keluarga kita terlebih dulu sebelum melakukan dakwah kepada individu lain," katanya.

Mengenai keluar (khuruj) berdakwah ke tempat lain, ia bergantung kepada kemampuan diri. Jika mempunyai banyak tanggungjawab, utamakan keluarga dahulu sebelum perkara lain.

"Jika kita keluar menjalankan tanggungjawab berdakwah, tetapi pada masa sama membiarkan isteri dan anak terabai, hukumnya haram.

"Setiap individu juga mempunyai tugas besar terhadap kerjaya dan pelajaran. Pastikan tanggungjawab itu diutamakan," katanya.

Menurutnya, kehadiran jemaah tabligh di masjid atau surau untuk kerja dakwah diharuskan, tetapi mereka perlu menonjolkan disiplin tinggi bagi membolehkan orang lain menghormati mereka.

"Contohnya bersugi, ia memang amalan mereka, tetapi jangan dilakukan tanpa mengira tempat hingga menyebabkan orang lain tidak senang melihatnya.

"Pakaian dan penampilan diri mesti menggambarkan kualiti pendakwah yang Islam mahukan," katanya.

Namun, beliau menganggap jemaah tabligh sudah menjalankan tanggungjawab mereka, sekurang-kurangnya memberi impak kepada usaha mengembangkan Islam secara terbuka.

"Dalam menyampaikan dakwah, jangan kecewa atau marah apabila orang lain tidak menerima pendekatan kita. Apa yang penting penyampaian dakwah itu sudah dilaksanakan.

"Sentiasa melihat kelemahan diri sendiri kerana Rasulullah s.a.w yang maksum pun memohon bertaubat 100 kali sehari, apatah lagi kita manusia biasa," katanya.

Sumber: Harian Metro untuk tujuan dokumentasi. Pautan:Syafrein.com, Dompas Network, Guided-Info.com, dan Artikel Sentral, Catatan Sekilas, Perkahwinan, Tokoh, Usahawan Maya, Cyber Ilmu, Riau, Banners to click!, My Biz Online, manggis.info,

Jumaat, Disember 11, 2009 | 0 ulasan

Blog Archives