Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?

Pages

Mayat bayi masih bertali pusat ditemui dalam selokan

Written By Syafrein Effendiuz on 29/01/11 | Sabtu, Januari 29, 2011


MENYAYAT HATI... Beginilah keadaan mayat bayi lelaki yang masih bertali pusat dan uri ditemui di dalam sebuah longkang yang masih dalam binaan di Taman Mekar, Ayer Hitam, Batu Pahat, 29 Jan. - Utusan
BATU PAHAT 29 Jan. - Penduduk Taman Mekar, Ayer Hitam gempar apabila mayat seorang bayi lelaki yang lengkap dengan tali pusat dan uri ditemukan di dalam selokan yang masih dalam pembangunan di area perumahan tersebut, pagi tadi.

Mayat bayi lelaki itu ditemukan seorang karyawan kontrak, Hamid Marsuki, 43, pada pukul 8.10 pagi ketika ingin memulai tugas membangun tembok rumah dan selokan di Jalan Mekar 5 di taman tersebut.

Tanpa belas kasihan, mayat tanpa sehelai benang itu dibiarkan di dalam selokan yang berair tersebut.

Polisi masih menyelidiki apakah bayi itu telah mati sebelum diletakkan di situ atau meninggal dunia akibat kelemasan maupun kesejukan.

Menurut Hamid, dia terkejut melihat sekujur tubuh bayi dengan efek darah dalam selokan sedalam hampir setengah meter.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Daerah Batu Pahat, Asisten Komisaris Ibrahim Mohd Aris berkata, mayat bayi lelaki yang cukup sifat itu dikirim ke Rumah Sakit Batu Pahat untuk autopsi.

Menurut beliau, bayi itu diduga dibuang di situ dalam waktu 24 jam lalu dan tidak ada tanda-tanda cedera lainnya ditemukan.

Katanya, kasus disiasat menurut Seksyen 318 Kanun Keseksaan karena menyembunyikan kelahiran dan mencoba membuang bayi.

"Jika kesalahan dapat dibuktikasn, pelaku bisa dipenjara hingga dua tahun atau denda atau kedua-duanya," katanya.


Sumber: Utusan Malaysia untuk tujuan dokumentasi. Pautan:Syafrein.com, Dompas Network, Guided-Info.com, Munakahat, Rakan Niaga TM, Catatan Sekilas, Perkahwinan, NikahKahwin.Co.Cc, Tokoh, Usahawan Maya, Cyber Ilmu, Riau, Score A, My Biz Online.
Sabtu, Januari 29, 2011 | 0 ulasan

Hau Yuan Tyng dipenjara 11 tahun atas tiga tuduhan mencederakan Siti Hajar Sadli

Written By Syafrein Effendiuz on 26/01/11 | Rabu, Januari 26, 2011

KUALA LUMPUR 25 Jan. - ''Walaupun saya bersimpati dengan nasib perayu sebagai seorang ibu tunggal dan memiliki seorang anak yang cacat tetapi saya tidak melihat sifat keinsafan perayu tentang apa yang dilakukan ke atas korban.''

Seusai membaca peradilan tersebut, Hakim Pengadilan Tinggi di sini, Datuk Ghazali Cha memutuskan menolak rayuan ibu rumah, Hau Yuan Tyng, 45, untuk mengabaikan sabitan salah atas tiga tuduhan melukai bekas pembantu rumah warganegara Indonesia, Siti Hajar Sadli.

Ia juga mengubah hukuman penjara delapan tahun dan denda RM5, 000 yang dikenakan ke atas bekas agen properti itu ke penjara 11 tahun untuk ketiga pertuduhan tersebut.

Setelah diberitahu oleh penerjemah, raut wajah Yuan Tyng jelas terlihat marah dan tidak puas dengan hasil tersebut.

Namun, wanita itu yang diwakili pengacara, M. Manoharan sekali lagi berhasil mendapatkan penundaan pelaksanaan hukuman tersebut sementara menunggu rayuan terakhir.

Pihak penuntutan diwakili oleh Wakil Jaksa Agung, Lee Keng Fatt.

Pada 20 Mei tahun lalu, Hakim Pengadilan Sesyen, SM Komathy Suppiah menjatuhkan hukuman penjara empat tahun untuk setiap pertuduhan dengan sengaja menyebabkan cedera parah terhadap Hajar menggunakan air panas dan palu besi yang dapat menyebabkan kematian.

Hukuman penjara tersebut diperintahkan berjalan secara terpisah.

Komathy turut menjatuhkan hukuman penjara enam bulan untuk pertuduhan menyebabkan cedera korban dengan menggunakan gunting dan diperintahkan berjalan bersamaan dengan hukuman sebelumnya.

Yuan Tyng terbukti bersalah melakukan perbuatan itu antara Februari hingga 7 Juni 2009 di kediamannya No. 1-19-1, Lanai Kiara Condominium, Jalan Kiara 3, Mont Kiara di sini.

Selain hukuman penjara, ibu dua anak itu juga diperintahkan membayar kompensasi berjumlah RM5, 000 ke bekas pembantu rumahnya.

Sebelumnya, dalam penghakimannya, Hakim Ghazali menyatakan, meskipun ada beberapa bagian dalam keterangan korban yang terlihat tidak logis atau bertentangan, apa yang penting, keterangan itu telah didukung oleh keterangan ahli dan juga laporan-laporan forensik dan kimia.

Ia juga setuju bahwa pembelaan pihak perayu adalah satu hal yang ditokok-tambah untuk menimbulkan keraguan dan kiat yang dibangkitkan tidak pernah ditimbulkan oleh setiap saksi di tingkat pembelaan.

''Setelah merujuk kembali ke kasus penuntutan melalui bukti dan keterangan medis serta cedera yang dialami oleh korban, saya berpendapat tidak kemungkinan cedera itu direkacipta oleh korban untuk meletakkan perayu dalam kesusahan.

''Tidak ada juga kemungkinan cedera itu sesuatu yang dapat dianggap dilakukan sendiri oleh korban,''kata hakim tersebut.

Ia kemudian mengubah hukuman penjara empat tahun untuk setiap pertuduhan menyebabkan cedera parah menggunakan air panas dan palu besi ke penjara lima tahun setiap pertuduhan.

Bagi pertuduhan ketiga yaitu menyebabkan cedera menggunakan gunting, hukuman penjara enam bulan diubah ke penjara setahun.

Hakim Ghazali juga memerintahkan seluruh hukuman penjara itu berjalan terpisah dimulai dari tanggal jatuh hukum sebelumnya yaitu pada 20 Mei tahun lalu.

Meskipun memungkinkan penundaan pelaksanaan hukuman, hakim tersebut menaikkan jumlah jaminan perayu dari RM15, 000 ke RM25, 000 dengan dua penjamin.


  Sumber: Utusan Malaysia untuk tujuan dokumentasi. Pautan:Syafrein.com, Dompas Network, Guided-Info.com, Munakahat, Rakan Niaga TM, Catatan Sekilas, Perkahwinan, NikahKahwin.Co.Cc, Tokoh, Usahawan Maya, Cyber Ilmu, Riau, Score A, My Biz Online.
Rabu, Januari 26, 2011 | 0 ulasan